Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria

Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria
Terbelenggu lagi


__ADS_3

Maemuna mengikuti manajer sampai ke sebuah ruangan yang sangat besar, ia begitu tabjuk ketika berada di dalam ruangan itu, sebuah ruangan yang di dalamnya terdapat ruangan lagi sebuah ruangan kaca yang tembus pandang jika gordennya di sisihkan


"Ini meja kerja mu dan ruangan kaca di depanmu itu adalah ruangan bos besar"


Maemuna hanya mengangguk mendengar penjelasan manajer rupanya hanya sebuah kaca yang di berih gorden yang menjadi dinding pembatas ruangannya dengan bos besar


"semua yang harus kamu kerjakan sudah di taruh di atas mejamu,, setelah semuanya selesai kamu berikan pada Bos tapi sebelum itu kau menelponnya terlebih dahulu sebelum masuk ke ruangannya" Titah manajer sebelum melangkah pergi


mata maemuna menyapu bersih ruangannya kemudian beralih menatap meja kerjanya yang manejer ucapkan tadi ia begitu terbelalak kala melihat tumpukan berkas di meja tersebut


ia pun mulai duduk di kursinya dan menatap ke arah jam dinding "Rupanya sudah jam 2 siang pantas saja perutku sudah sangat lapar"


gumamnya


iapun merogoh tas nya dan mengeluarkan dua buah roti dan satu buah air mineral gelas"Ahh lumayan untuk menggajal perut" ucapnya kemudian melahapnya, tiba tiba suara telpon genggam di mejanya berbunyi secepat mungkin ia menelan sisa roti di mulutnya kemudian minum dengan tergesa gesa untung saja dia tidak tersedak


iapun mengangkat telpon tersebut, belum sempat ia berucap suara di seberang telpon sudah menyambar begitu cepat


"Cepat selesaikan berkas itu kalau tidak selesai kau harus lembur" titah suara di seberang telpon


tut... tut...


Maemuna belum juga menjawab ucapan Bos nya itu panggilan telpon nya sudah di putuskan saja "Ahh sungguh menyebalkan baru saja mulai bekerja sekarang malah di ancam lembur


Maemuna memperbaiki tatanan bibirnya karna makan dan minum terburuh buru mulutnya jadi belepotan kemudian mulai membuka dokumen tersebut dan mulai mengerjakannya satu persatu


Wanita itu begitu lihai dalam bekerja bahkan ia sangat teliti banyak sekali catatan berkas yang ia perbaiki dan bahkan ada berkas yang ia ubah seratus persen karna kesalahan para sekretaris lama, ia juga mengatur ulang jadwal pertemuan presdir dengan rekan rekan bisnisnya


ia begitu sibuk saking sibuknya ia lupa sekarang telah memasuki waktu makan malam


"Ahhhh akhirnya selesai juga,, astaga sudah jam 8 malam pantas saja perutku keroncongan, aku harus memberikannya pada Bos kemudian kembali"

__ADS_1


maemuna pun menelpon ke ruangan Bos, setelah mendapat izin ia langsung berjalan masuk ke ruanga tersebut tanpa mengetuk pintu..


Sedangkan di dalam ruangan seorang pria tampan nampak sedang menunggu sekretaris nya ia merasa pihak manajemen tidak salah merekrut pegawai ia begitu cepat dalam menyelesaikan pekerjaan pikirnya karna biasanya pekerjaan seperti itu baru selesai setiap pukul 11 malam oleh mantan sekretarisnya yang dulu..


Kini maemuna telah berada di dalam ruangan ia melangkah ke meja presdir dengan wajah sedikit menunduk


"Ini berkas berkasnya pak" ucapnya tanpa menatap san presdir


"Simpan saja di meja" Balas pria tersebut, dia juga tidak menatap maemuna


Maemuna ingin menaruh berkas itu di meja tapi ia begitu penasaran dengan sang presdir akhirnya ia mengangkat kepalanya kemudian menatap lurus sang presdir sontak membuatnya sangat kaget bahkan berkas di tangannya terjatuh ke lantai


Begitu pun sang presdir ketika mendengar suara benda terjatuh ia menoleh ke arah benda tersebut ia tak kalah terkejutnya melihat sang sekretaris barunya itu


"muna! " ucap sang presdir yang tak lain adalah jack


"Kau menipuku lagi jeck" ucap maemuna hendak lari keluar ruangan tapi jack dengan cepat bangun dari duduknya kemudian mengejarnya


"Kau jangan berbohong jack"


"Baiklah muna tunggu di sini sepertinya kita harus meluruskan ini", jeck kemudian menghubungi pihak manajer dan menyuruh ke ruangan nya,, untung saja menejer belum pulang karna ada pekerjaan mendesak


Kini sang manajer telah berada di ruangan bos nya itu


"Ada apa tuan? Apa aku salah merekrut pegawai?" tanya manajer dengan rasa takut


"Apa aku yang menyuruhmu memilihnya dan mempekerjakannya!" tanya jack pada manajer


"Tidak tuan, tuan hanya menyurutku memilih yang terbaik saja jadi aku pilih nona ini"


"Apa aku salah pilih tuan" tanyanya kemudian

__ADS_1


"Tidak,, tapi Kau jelaskan Padanya bahwa aku tidak tau sama sekali tentang biodata dari para calon pelamar"


"Sudalah jack kau tidak usah menjelaskan apapun aku tidak peduli, mulai sekarang aku resign dari kantor ini" potong maemuna kemudian hendak melangkah pergi


"Tapi nona kau telah menandatangani kontraknya dan kau tau kan konsekwensi nya bukan" Tanya san manajer


Seketika langkah maemuna terhenti ia benar benar merasa sangat ceroboh tidak menanyakan terlebih dahulu pemilik perusahaan ini kemudian melakukan perjanjian kontrak


"Ini semua karna kecerobohan mu bukan?, aku tidak melakukan hal apapun dan harus kau ingat muna sejauh manapun kau lari dariku jika takdir menginginkan kita bersama, maka kita akan di pertemukan kembali" ucap jack kemudian


Maemuna merasa dirinya kini kembali terbelenggu lagi oleh Jack, ia mencari pekerjaan hanya untuk melupakan perbuatan jeck padanya namun nyatanya ia malah akan setiap hari bertemu pria itu


"Baiklah tapi ini semua hanya sebatas profesional kerja saja tidak ada pembicaraan di luar pekerjaan" ucap maemuna kemudian benar benar pergi dari ruangan jack


"Sebenarnya aku merasa sangat bahagia kau disini muna aku ingin sekali memeluk mu tapi aku tidak boleh tergesa gesa dalam bertindak aku tidak ingin kau merasa marah dan lepas lagi dariku, maka aku akan menahan kerinduan ini" batin jack


---*---


Sedangkan di tempat lain Shanum kini berada di ruangan aksan ia tidak tau mau harus memulai dari mana karna pria pria itu sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri


"hey, kau mau bicara apa? " Tanya Aksan saat melihat wanita di depannya itu sedang gelisah


"Aku ingin resign dari dunia model"


"apa yang kau katakan shanum? "


"Maafkan aku Aksan hamson ingin aku berhenti bekerja karena dia akan mengajakku ke Swiss"


Dengan perasaan terpaksah aksan merelakan shanum keluar dari agency nya, karna mendapat kan pesan singkat dari hamson yang mengancamnya..


"Aku menyesal mendukung mu memilih dia shanum aku jadi kehilangan tambang emasku " batin aksan dengan raut wajah sedih

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2