Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria

Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria
Persiapan Resepsi


__ADS_3

"Apa yang kalian bicarakan"


Shanum yang tiba tiba datang membuat hamson dan jeck tersadar akan lamunan mereka..


"Tidak kami hanya membicarakan pekerjaan sayang"seru hamson


"oh... hm kamu lupa mas kita kan akan pergi melihat tempat resepsi kita"


"ah iya sayang mas tidak lupa! kita kan lagi ada tamu"


"Tidak apa apa mas mereka bisa ikut dengan kita, bagaimana muna? "


"Tentu saja kami ikut siapa tau kami terinspirasi dengan dekorasi resepsi kalian karna setelah kalian, kami juga akan melakukan resepsi..Bagaimana honay"terah maemuna melangkah menghampiri jeck


"Apapun keinginan mu sayang" jawab jeck dengan membelai lembut pipi maemuna


"Hhh rupanya kau bisa sosweet juga jeck" hamson tertawa sambil memegang perutnya


Mendapat tatapan tajam dari shanum seketika Hamson menghentikan tawanya, sedangkan jeck tidak memperdulikannya ia tetap asik memandang maemuna


"ayo berangkat sekarang" ucap hamson kemudian


"oke let's go" seru maemuna




Mereka akhirnya telah sampai mata shanum dan maemuna berbinar saat melihat tempat resepsi



![](contribute/fiction/3269466/markdown/24105520/1636638981863.jpg)



"Sayang kenapa kau memilih tema autdoor? "



Hamson penasaran dengan pemikiran shanum kenapa shanum tidak memilih hotel bintang lima saja yang sangat mewah meskipun mahal ia sanggup membayar mahal.



"Kenapa? apa Mas tidak menyukainya?"



Bukannya menjawab pertanyaan hamson shanum malah balik bertanya



"Mas menyukai nya sayang mas hanya ingin tau kenapa kau memilih tema autdoor, itu saja"



"Karna aku sangat menyukai tempat terbuka, seperti inilah pernikahan impian ku mas, tidak perlu terlalu mewah buat apa menghabiskan banyak uang hanya untuk menyewa tempat di hotel, tempat seperti ini lebih menyenangkan mas" terah shanum



"Yah dari dulu shanum memang hanya suka yang simple namun elegant dan ini sangat cantik" ucap maemuna



"Lalu bagaimana rencana resepsi mu nanti muna? " tanya shanum kemudian



"ahh kalau aku num, aku mau yang glamor, di hotel bintang lima yang sangat mahal" jawab maemuna dengan berpura merentangkan kedua tangannya sambil membayangkan tempat resepsinya



"Dan tentunya aku ingin menghabiskan uang jack" ucapnya kemudian saat telah berhenti berputar karena sudah merasa pusing



Semuanya terkekeh melihat tingkah maemuna termasuk jeck ia merasa istrinya itu benar benar bar bar



Mereka pun mengelilingi tempat tersebut setelah merasa puas mengelilingi maemuna pamit pulang karna ia dan jeck berserta ibunya akan pergi berkunjung ke rumah kerabat mereka



"Num kami duluan ya! " terah maemuna



"Nggak makan siang bareng dulu mun? " ucap shanum



"Nggak usah num ibu udah nungguin kami....bye" jawab maemuna sambil menarik jeck



"Duluan Bro" ucap jeck pada hamson



"iya men" Balas hamson

__ADS_1



Kini tinggal hamson dan shanum, dengan cepat hamson menyambar tubuh shanum ia memeluk wanita itu dari belakang dan bertopang dagu di bahu shanum.



"Mas selalu saja mengagetkan ku"



"kau bagaikan magnet yang menarik diriku cinta"



"Mas suka sekali membual"



"itu semua karna dirimu" ucap hamson sambil menghirup cerut leher shanum kemudian menciumnya



*Aromah tubuhmu membuat ku terangsan*..



"Mas kau membuatku geli.." shanum bergeridik



Hamson terus saja menciumi leher jenjang shanum kemudian beralih pada bibir ranum itu, dia semakin terangsan \*\*\*\*\*\*\* dengan penuh gairah sedangkan shanum hanya diam saja tidak membalas ciuman hamson shanum sangat kaku namun hamson terus mencumbuinya..



Gairah hamson semakin memuncak dan membuat Adek kecilnya mulai menegang shanum yang menyadari di bawah sana sesuatu mulai mengeras iapun mengingatkan hamson



"Mas ini tempat umum" pekik shanum di sela ciuman hamson



"Maafkan mas sayang" Hamson akhirnya menyudahi ciumanya



*Apa yang aku lakukan? Tahan hamson tinggal beberapa hari lagi, kenapa kau tidak sabaran sekali*. Hamson mengumpat dirinya sendiri



" iya mas" jawan shanum




"Kita akan mencari suvenir buat para tamu undangan"



"Baiklah, apapun keinginan mu"



Hamson merangkul pinggul shanum dan menuntunnya berjalan bersama sampai ke mobil, mereka kini menuju toko pernak pernik untuk di jadikan savenir



![](contribute/fiction/3269466/markdown/24105520/1636638981871.jpg)



Setelah sampai hamson dan shanum berkeliling mencari benda apa yang bagus dan terlihat indah dan mewah, setelah lama berputar putar melihat banyak sekali benda yang unik dan indah di toko itu akhirnya ia mendapatkan apa yang ia inginkan..



"Sudah dapat cinta" tanya hamson



"iya mas"



"Mari Kita membayarnya di kasir setelah itu biar pelayan yang membawanya ke mobil kita" terah hamson, shanum pun mengangguk



Setelah memborong barang untuk suvanir kini mereka keluar dari toko tersebut dan beralih ke pasar tradisional



"Apa ada yang kau inginkan di tempat ini? " hamson bingun kalah shanum mengajaknya ke pasar



"Aku ingin jalan jalan saja mas sepertinya di sini sangat seru banyak turis yang berdatangan ke pasar tradisional ini"



"Baiklah mari kita jalan jalan seharian ini"

__ADS_1



Shanum begitu ceria saat menyusuri jalan yang banyak sekali toko toko kelontong hingga matanya tertuju pada satu toko kelontong yang menjual sebuah pernak pernik lonceng kecil ..



Diam diam hamson memotretnya



![](contribute/fiction/3269466/markdown/24105520/1636638981874.jpg)



"Kau menyukai nya cinta? " tanya hamson kemudian setelah selesai mengambil gambar shanum



"Ya!" jawab shanum singkat



kemudian hamson memanggil penjaga toko dan Membayarnya,, penjaga toko terbelalak kalah mendapat uang dari hamson yang terbilang cukup banyak



"Kenapa banyak sekali tuan? " tanya penjaga toko



"Aku beli semuanya! "



"Mas kenapa banyak sekali?,itu tidak perlu"



"Tidak apa apa sayang itu bisa menghiasi kamar kita , dan siapa tau raina juga mau"



"Baiklah mas"



Pemilik toko dengan bahagia membungkus semuanya dan membawakannya ke dalam mobil hamson, Mereka pun kembali ke mansion,, dengan perasaan gembira shanum turung dari mobil dan menyuruh pelayan membawa masuk barang belanjaannya



Sesampai di dalam mansion ia menyuruh pelayan meletakkannya di ruang keluarga ia pun duduk dan melihat semunya kemudian mulai membungkusnya ..



![](contribute/fiction/3269466/markdown/24105520/1636638981867.jpg)



Dengan dua model berbeda



![](contribute/fiction/3269466/markdown/24105520/1636638981877.jpg)



"Apa yang kau lakukan cinta apa kau tidak lelah" tanya Hamson yang datang belakangan karna dari menyimpan mobil di bagasi



"Tidak mas aku tidak lelah" jawab shanum



"Biar pelayan saja yang melakukan itu semua sayang" Balas hamson kemudian mengangkat tubuh shanum dan menggendongnya



"Apa yang mas lakukan,, turungkan aku mas" shanum merasa kaget



"Diam lah, Kalau mas tidak melakukan ini kau pasti tidak akan menurut"



Shanum hanya menghembuskan nafasnya pelan ia hanya pasrah akan keinginan calon suaminya itu



Hamson membawanya ke dalam kamarnya kemudian meletakkan tubuhnya dengan pelan di atas tempat tidur..



"Istirahat lah kau harus menjaga kesehatan mu" ucap hamson kemudian mencium pucuk kepala shanum sontak membuat shanum merasa bahagia..



Pikirannya melayang menurutnya hamson adalah pria yang sempurna yang tuhan hadiakan Padanya entah kebaikan apa yang ia pernah perbuat sehingga mendapatkan pria sebaik hamson.


__ADS_1


Bersambung.. Like sama komen aja say β˜ΊπŸ™


__ADS_2