
Perusahaan HRe industri
Seorang wanita cantik melempar sebuah dokumen pada seorang pria yang bekerja di perusahaannya
"Tidak becus, apa saja yang kau kerjakan?" sarkas wanita itu
"Maaf nyonya saya kurang teliti" jawab pekerja pria tersebut
"perbaiki jika terjadi kesalahan lagi kau akan ku pecat"
"i ya nyonya" dengan gugup dan rasa takut pria itu memungut kertas kertas yang berhamburan dan keluar dari ruangan tersebut
"alexsander ke ruangan ku sekarang" melalui sambungan telepon wanita itu memanggil sang asisten pribadi
"iya nyonya!" ucap alexsander saat berada di dalam ruangan
"Apa jadwal ku selanjutnya?"
"sekitar satu jam lagi kita ada pertemuan dengan rekan bisnis di oak di finolhu resort nyonya"
"apa kau telah mengatur segalanya? kau tau bukan aku paling tidak suka menunggu"
"iya nyonya aku telah membuat janji"
"baiklah kalau begitu aku akan bersiap siap"
Sebelum beranjak seorang wanita memasuki ruangan dengan suara yang menggelegar
"Sayang..." seorang wanita cantik berpakaian **** itu berjalan mendekati wanita tersebut
"Lekza! Bisaka kau tidak berteriak dan berhenti memanggil ku sayang, itu sangat menjijikkan aku bukan kekasih mu" Terah wanita itu
"Baiklah sepupu ku, kau tidak perlu judes begitu" lekza cengengesan
wanita itu mendengus kesal sedangkan Alexander mengernyitkan keningnya karna tingkah Sepupu Bos nya sangat jauh berbedah dengan tingkah sang Bos, Alexander pun keluar ruangan tanpa perintah
"Ada apa kau kemari lekza?"
"apa kau sudah packing?"
"Packing? memangnya kita mau keluar negeri?" wanita itu acuh saja
"Apa kau lupa rencana kita?" lekza merajuk
"Rencana? " wanita itu merasa bingung
"Iya rencana kita besok malam ke pameran lukisan autdoor dan seni"
"aku tidak berencana hanya kau yang merancangnya, lagi pula aku sedang sibuk" jawab wanita itu
"Kau selalu mementingkan pekerjaan kapan kau akan bersenang senang kau tau lebih mudah membujuk bibi dari pada dirimu wanita introvert" lekza merasa kesal
"Inilah hidupku lekza dan inilah dunia ku" wanita itu melipat kedua tangannya di belakan kepalanya menjadikan tangannya sebagai tumpukan kepala ia menatap langit langit
__ADS_1
ruangan dengan tatapan mata yang kosong
"Jika kau seperti ini terus kapan kau akan mendapatkan kekasih kau tau karna sifatmu yang seperti ini tidak ada laki laki yang mau mendekati mu"
"Aku tidak peduli dengan para pria"
"Apa kau ingin menjadi perawan tua, tidak ada yang akan meneruskan bisnis mu ini dan semuanya akan sia sia dan keturunan keluarga besar mu akan puna" lekza naik pitam
"Lekza jaga bicara mu" Wanita itu menatap tajam pada lekza
"Kenapa kau marah bukankah ucapan ku benar, aku tidak akan berhenti berbicara sebelum kau ikut dengan ku"
"Kenapa kau mengurus hidupku lekza, kau urus saja dirimu sendiri" ucap wanita itu dengan dingin
"Kau tau aku melakukan ini karena bibi dia berkata padaku kau juga harus bahagia sudah cukup kau menyiksa dirimu dengan bekerja terus" lekza tak kalah dingin
"Sudalah lekza aku bahagia dengan kehidupan ku ini" suara wanita itu sedikit melemah
"Jangan berbohong mulutmu berbeda dengan hatimu"
"Lekza aku harus pergi aku ada pertemuan dengan kolega bisnis ku"
"Tidak sebelum kau setuju pergi dengan ku besok.. ayolah kita tidak keluar negeri "
wanita itu menghembuskan nafasnya kasar
ibu kenapa kau mengirim rubah licik ini untuk melawanku kau selalu tau kelemahan ku adalah keluarga . batin wanita itu
"Yes kau tenang saja biar aku yang packing barang barang mu"
"Tapi kenapa harus packing? bukan ka kita tdk keluar negeri?" tanya wanita itu lagi
"iya tapi kita akan camping" jawab lekza kegirangan
"camping? seperti anak kecil saja"
"Kau tau ini camping terbesar sekaligus pementasan seni dan pameran lukisan"
"Baiklah lekza terserah padamu" wanita itu meraih tasnya dan meninggalkan lekza sendiri di ruangannya
"Kau mau kemana?"
"Ke laut.." jawab wanita itu dengan judes
"Awas di makan Hiu" lekza cengengesan
"****." Wanita itu mengumpat ia menghilang di balik pintu
"Hhhh biarlah dia marah yang penting camping... yes" Lekza bicara sendiri sambil menari karna kesenangan
*****
Frisyam dan jeck telah berada di tempat perjanjian ia melihat dari belakan seorang wanita duduk bersilang kaki memainkan sebuah pulpen di tangannya nampaknya wanita itu terlihat sedang jenuh dan seorang sekretaris yang terlihat risau
__ADS_1
"Apa kita telat?" tanya frisyam
"Iya dua menit" jawab jeck ia mengernyitkan keningnya
mereka berdua mengangkat ujung bibirnya sambil berjalan mendekati wanita itu
"selamat malam tuan" sang asisten menyapa sekali bernafas lega karna yang ia tunggu telah datang
"Telat 3 menit sungguh tidak profesional " ucap wanita itu tanpa menoleh
"Arogan sekali" jawab frisyam tak kalah dingin
"Maaf kami sedikit telah tuan Alexander" seru jeck
"Iya tidak apa apa tuan jeck tapi ucapan tadi aku ralat, aku tidak arogant melaingkan profesional" jawab wanita itu iapun berdiri dari duduknya dan mempersilahkan jeck dan frisyam duduk
"Silahkan duduk"
"Raina?" frisyam kaget karna wanita di depannya itu adalah Raina orang yang ia cari namun penampilannya sangat berbeda wanita di hadapannya ini lebih dewasa dengan cara berpakaiannya
"Benarkah kau raina?" frisyam kembali bertanya
"Kak frisyam" Raina merasa senang karna bertemu frisyam orang yang ia anggap sebagai kakak karna hamson sering mengajak frisyam ke tempatnya, Reina berhambur memeluk frisyam
"Reina adik kecilku kau sudah dewasa tapi kenapa kau sangat berubah?" ucap frisyam
"Duduklah dulu kak!" jawab Raina
"Raina sikap mu tadi sangat berbeda" terah frisyam
"Maafkan aku kak aku tidak tau kalau itu dirimu" balas Raina
"Reina apa kau pemilik HRe industri? "
"iya kak frisyam kami menjual perusahaan ayahku di Swiss dan pindah kemari lalu merintis HRe industri "
"tidak mungkin Raina aku mendengar rumor bahwa pemilik HRe industri adalah wanita introvert yang cenderung emosional dan terkenal cukup kejam dalam memimpin sedangkan kau tidak seperti itu raina, kau adik lucuku yang periang!! dan kenapa kalian pindah kemari? " terah frisyam
"Kak kadang seseorang berubah karna suatu hal tertentu begitu pun dengan diriku, dan kami pindah karena sebuah alasan tertentu, setelah kematian ayahku aku dan ibuku memutuskan menetap di negara ini " ucap raina dengan mata berkaca kaca
"Paman meninggal, Apa yang terjadi Raina? dan kenapa kau yang memimpin perusahaan? Di mana kakakmu Hamson?" frisyam sedih mendengar ayah Raina telah meninggal iapun semakin penasaran
"Ceritanya panjang kak, kau akan semakin kaget jika mendengar cerita tentang kak Hamson dan kak shanum" Mata Raina sudah mengeluarkan air mata ia sudah tidak sanggup menahannya lagi
"Tapi Ku dengar hamson dan shanum pergi berbulan madu dan kau ikut dengan mereka?" frisyam berusaha menggali informasi
"Benar kak frisyam, kak hamson dan kak shanum pergi berbulan Madu namun disanalah kisah cinta mereka berakhir" tangis Raina semakin pecah
"Apa yang terjadi Raina?"
Bersambung..
Tinggalin jejak Reader's 😘🙏
__ADS_1