
Akhirnya Raina dan rombongan nya telah sampai di tujuan
"Wow kita sampai tepat waktu" Teriak lekza saat melihat acara penyambutan pestival musik yang begitu meriah
"Mari menari leadis" Teriak vino dengan gembira
"Yeahh, ayo Raina" Ajak lekza
"Aku lelah lekza, aku akan ke penginapan saja"
"Rai lo kok gitu si, nikmati liburan kita dong" bujuk lekza
"Nggak lekz atau gue jalan jalan aja de"
"terserserah lo yang penting jangan ke penginapan"
"hmmm" Raina hanya berdehem
Akhirnya Raina meninggalkan lekza dan teman temannya yang sedang berpesta, Raina menyusuri jalan, langkah kakinya terhenti saat melihat banyak orang yang sedang melukis di depan gallery seni dan tatapan Raina tertuju pada lukisan yang terpajang di Balkon Gallery sebuah lukisan yang mengingatkannya akan sesuatu
Pandangan Raina tidak lepas pada lukisan itu, ia berjalan melewati satu persatu para pelukis tanpa ia perhatikan ia menabrak seorang yang sedang melukis hingga ia terperkik kaget dan pakaiannya terkena noda Cat
"Astaga Rok ku.." Raina berdecak kesal
Hingga seorang bodyguard menghampiri
"Tuan tidak apa apa?" Raina mengernyitkan keningnya saat bodyguard itu menanyakan pria yang ia tabrak Bukannya menanyakan dirinya
Raina tambah kesal ia terus menggerutu hendak meninggalkan tempat itu tapi suara bodyguard menghentikannya
"Bisaka anda meminta maaf pada tuan kami nona"
"Kenapa aku harus meminta maaf, aku kan tidak sengaja lagi pula dia tidak apa apa, apa kalian tidak melihat aku yang lebih banyak rugi di sini pakaian ku jadi kotor"
Mendengar ucapan Raina pria yang dia tabrak mengernyitkan keningnya, mengangkat satu ujung bibirnya
"Nona bisaka anda sopan sedikit" ucap bodyguard lagi
Namun pria yang Raina tabrak memberi kode pada para bodyguard agar diam
"Bukan ka ini lucu nona anda yang menabrak anda yang marah" ucap pria tersebut
"lucu? anda kira ini lucu" Raina menatap tajam pria itu
Wanita ini? Apa aku tidak salah lihat, tapi sikapnya sungguh berbeda. Batin pria tersebut ia baru memperhatikan wajah raina
"Nona kenapa anda sangat angkuh, apa anda tidak tau bicara dengan siapa" potong bodyguard
"Siapa? Dia hanya seorang seniman " Raina menatap pria tersebut hanya menggunakan pakaian santai dan celana jeans tapi Raina tau pakaian yang pria itu pakai adalah pakaian brendi bahkan jam tangan yang mahal
"Nona dia pemilik galeri ini dan seorang yang berpengaruh di kota ini" Bodyguard itu kembali berucap
"Lalu? " Raina terlihat acuh saja
Pria yang Raina tabrak terus memperhatikan Raina bahkan dari segi sikap Raina
__ADS_1
Benar, wanita ini benar benar dia, wajahnya sangat mirip namun terlihat sangat dewasa. batin pria itu lagi
"Bisaka saya pergi sekarang " Suara Raina sedikit menekankan
"Tidak sebelum Nona meminta maaf pada tuan kami " Terah bodyguard lagi
"Hey kenapa kau yang ngotot ingin aku meminta maaf sedangkan tuanmu Diam saja"
"Karna tuan kami sangat Baik hati Nona"
"Raina.." Tiba tiba terdengar suara lekza memanggilnya
"Kau tau aku lelah mencarimu" cercau lekza saat sampai di depan gallery
"Astaga Raina apa yang terjadi kenapa bajumu penuh noda cat?" ucap lekza lagi saat melihat pakaian Raina
"Semua karna Cat sialan itu" Raina semakin berulah
"Apa Dia teman mu Nona Dia telah menabrak tuan kami dan tidak mau meminta maaf" Terah bodyguard
"Raina apa susahnya meminta maaf" ucap lekza namun Raina diam saja
"Maafkan sikap Sepupu saya tuan " balas Raina pada bodyguard
"Sepupu mu itu sangat angkuh Nona" ucap bodyguard
"Dia memang seperti itu orangnya tuan" Lekza menimpali
Kenapa pria ini diam Saja? Dia hanya bicara sekali. Batin Raina
"Memang seperti itu? " ucap lirih Pria itu
Astaga Raina bodohnya kau tidak mengambil kesempatan berkenalan dengan pria itu. lekza membatin
"Iya tuan sepupu ku ini seperti itu orangnya dia cukup pendiam dan dingin,... apa anda tidak apa apa tuan? " lekza mulai genit, pria tersebut mengernyitkan keningnya melihat tingkah lekza
"Lekza..." bentak Raina
"Hey kak Raina tidak perlu berteriak" Suara lekza melembut
Alis Raina hampir bertautan mendengar ucapan lekza ini pertamakalinya lekza memanggilnya dengan sebutan kakak, Raina memang sedikit lebih tua dari lekza tapi sifat lekza cukup blak blakan sehingga ia terlihat seumuran dengan Raina
"Maafkan sikap Sepupu Ku tuan" Sekali lagi lekza meminta maaf tapi dengan sikap manja
"Hey Rupanya Kalian Ada di sini?" vino yang tiba tiba datang
"Iya vin, Sepupu ku ini buat masalah" balas Lekza
"Hey Men.." Tegur vino saat melihat pria di depannya
"Vino... sick kenapa kau lama Sekali?" Ucap pria tersebut
"Maaf kan aku tuan anfarez" vino terkekeh
"Berhenti Memanggilku tuan anfarez"
"Kalian saling Kenal?" lekza angkat suara
__ADS_1
"Iya dia sahabatku yang aku bahas di bus, perkenalkan namanya juna anfarez" seru vino
"Perkenalkan nama ku lekza tuan..? " Lekza mengulurkan tangannya sasaat ia bingung harus memanggil anfarez atau juna
"Juna saja" Balas juna
Juna? Seperti nama itu tidak Asing?. Batin Raina
"Bisaka kalian Berhenti berbicara hal yang tidak panting, apa kalian tidak melihat pakaian ku kotor, jika tidak cepat di bersihkan cat nya bisa mengering dan nodanya sulit hilang" potong Raina dengan ucapan Dingin
"Hayaaa kau tidak bisa melihat ku bahagia" Lekza mengerucut kan bibirnya namun tatapan tajam Raina membuatnya bernafas kasar
"Aku telah mencari penginapan tapi semuanya penuh" Ucap vino
"Lalu bagaimana vin?" Tanya lekza
"Ya terpaksa kita membuat tenda" Balas vino
"No..." potong Raina
"Kenapa Rai? " tanya lekza
"Jika kita menggunakan tenda lebih baik aku kembali saja"
"Tidak kau tidak boleh kembali" balas lekza
"Lebih baik kalian menginap di apartemen ku saja" tawar Juna
"Benarkah? " jawab lekza antusias
"Tidak" potong raina
"Ayolah Rei pakaian mu kotor masa kau akan berganti baju di bus? " bujuk lekza
"Beri tau sepupu mu itu lekza bahwa kita tidak bisa kembali begitu saja karena bukan cuma kita penumpang di bus itu" vino menimpali
"Aku bisa kembali menggunakan taxi" Raina masih ngotot
"Sayangnya tidak ada taxi di sini jika malam hari nona" Potong juna
"Jangan berbohong" Raina masih terlihat dingin
"Aku tidak berbohong Nona, Apa kalian perna mendengar seorang supir taxi merampok penumpangnya?"
"Iya.. " Serentak lekza dan vino
"Itu pernah terjadi di daerah ini sehingga taxi di larang memasuki kawasan ini jika malam hari" terah juna lagi
"Jadi bagaimana nona raina apakah kau ingin tidur di bus saja?" tanya vino
"Terserah kalian saja" ucap Raina mengalah namun masih terlihat Dingin
Kenapa kau berubah sampai seperti ini, introvert dan pendiam ? Bahkan dulu kau seorang wanita periang. Batin juna ia mengingat pertemuan pertama dengan Raina di indonesia
kemudian juna pergi dari tempat itu di ikuti oleh vino lekza dan Raina
Bersambung..
__ADS_1
info ya gays pertemuan pertama Raina dan Juna ada di season satu.. Raina Vs si tukang kebun tampan
Selalu like dan tinggalkan jejak 😘