Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria

Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria
S2. Sifat perhatian frisyam


__ADS_3

Sore ini rencana lekza untuk ke pameran lukisan sekaligus pestival music telah tiba sebenarnya Raina enggan untuk pergi karna pertemuannya dengan shanum yang menyita banyak air matanya, ia juga tidak ingin meninggalkan shanum yang belum sadarkan diri, Raina terus berfikir ia berusaha mencari alasan bagaiman bisa menolak ajakan sepupunya itu namun sebuah pesan singkat lekza masuk ke handpone nya yang mengatakan bahwa hari ini mereka tidak jadi pergi karena pamerannya di tunda satu pekan kemudian karna sebuah masalah, membuat Raina bernafas lega karena ia tidak perlu berbohong dan ia bisa menemani mantan kakak iparnya itu


Namun sebuah pesan kembali masuk ke handpon nya namun kali ini bukan dari lekza melainkan dari asisten pribadinya yang mengatakan bahwa ada hal penting yang mengharuskannya ke perusahaan, dengan berat hati Raina pamit pada frisyam


Akhirnya shanum tersadar setelah beberapa jam tertidur karna pingsan


"Akhirnya kau sadar" frisyam yang tadinya begitu cemas akhirnya bernafas lega


"Apa aku tiba tiba sakit kepala dan tidak sadarkan diri lagi? "


"iya kau tiba tiba pingsan" seru frisyam


"haaaa selalu saja seperti itu" shanum menghembuskan nafasnya pelan wajahnya terlihat murung


"Tidak usah kau pikirkan,.kau pasti akan sembuh" frisyam meyakinkan ia menggenggam erat tangan shanum membuat jantung shanum kembali berdetak tidak karuan


"hmm di mana wanita tadi?" shanum yang grogi mengalihkan pembicaraan dan menarik tangannya pelan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal


"Dia sudah pulang ada urusan penting di perusahaan nya"


"apa wanita itu mengenalku, kenapa dia menangis seperti itu? " shanum mulai penasaran


Frisyam bingung mau menjawab apa? tidak mungkin frisyam menjawab iya shanum pasti akan memberikan banyak pertanyaan lagi yang bisa membuatnya mengingat masa lalunya dan bisa membuatnya kembali tidak sadarkan diri, terpakas ia berbohong


"Tidak, dia tidak mengenal mu"


"Tidak mungkin lalu kenapa dia menangis sampai seperti itu" shanum mulai merasa curiga


"Sebenarnya dia bilang padaku bahwa kau dan kakaknya cukup mirip namun kakaknya itu menghilang entah kemana itu yang membuat nya berfikiran bahwa kau adalah kakaknya" susah payah frisyam mencari sebuah alasan


"Kenapa setiap kali aku bertemu seseorang mereka mengatakan aku mirip dengan kerabat mereka, aku juga masih ingat pertemuan dengan maemuna dia bilang aku mirip sahabatnya, bukan kah itu terlalu kebetulan?"


"jangan terlalu difikirkan apa kau percaya kata orang, ada tujuh wajah manusia yang mirip dengan kita"


"Kau benar aku juga sering mendengar kalimat itu "


"Apa kau ingin makan? aku akan mengambilkan nya"


"Tidak usa aku tidak ingin merepotkan, biar aku ambil sendiri saja" ucap shanum ia ingin bangun dari tidurnya


"jangan membantah, biar aku yang mengambilkan" titah frisyam membuat shanum pasrah saja


Seminggu ini sikap perhatian frisyam pada shanum sudah sampai pada tingkat akut membuat jantung shanum terus berdegup kencang akan perlakuan lembut frisyam


"Bukan kah ini terlalu berlebihan, aku telah sembuh" ucap shanum saat ia ingin menyiapkan sarapan namun frisyam selalu melarangnya


"ini tidak berlebihan turuti saja perintahku" frisyam selalu menekankan ia mengambil alih piring makanan di tangan shanum dan ingin menyuapinya

__ADS_1


"Buka mulut mu" titah frisyam namun shanum menggeleng


"Buka.. " frisyam ngotot


"Jangan seperti ini kamu bisa membuat ku. jatuh cinta .." lanjut shanum dalam hati


astaga apa apaan aku ini hampir saja keceplosan. batinnya


"Bisa Membuat mu apa? " tanya frisyam


shanum gelagapan ia harus mencari jawaban tepat agar frisyam tidak penasaran


"eh anu membuat ku merasa segan"


frisyam tersenyum melihat tingkah gugup shanum


"Tidak perlu segan"


"Kenapa kau melakukan ini semua? kau seorang tuan muda dan aku bukan siapa siapa bagi mu" tanya shanum kemudian


astaga pertanyaan bodoh apa itu bukan kah dia sudah mengatakan dari awal bahwa dia tidak suka melihat wanita terluka, jika Gra di posisi ku dia pasti juga di perlakukan seperti itu. batin shanum


Sekarang frisyam yg tdk bisa menjawab tidak mungkin ia langsung terus terang bahwa ia mencinta nya karna ia ingin mencari moment yang terbaik untuk mengungkapkan nya


Bukannya menjawab frisyam malah mendekatkan wajahnya pada shanum membuat shanum kaget


kenapa jantungku seperti ini, jika seperti ini terus aku benar benar akan jatuh cinta padanya dan itu tidak bisa di biarkan karna aku tidak pantas untuknya, aku harus mencari cara agar bisa jauh darinya. shanum kembali membatin


"ku pikir kau panas wajah mu memerah" terah frisyam lagi


shanum salah tingkah "Hehe bisaka aku meminta sesuatu?"


"Tentu saja selama itu bukan hal yang macam macam"


"Aku ingin ke sini" ucap shanum dan memperlihatkan sebuah surat kabar pada frisyam


"Pameran lukisan dan festival music terbesar" ucap frisyam saat membaca isi dari surat kabar tersebut


"iya ku mohon"


"Baiklah Besok kita akan kesana"


"Kita?"


"Iya aku dan kamu pastinya "


"Bukannya kau banyak Pekerjaan, aku bisa kesana sendiri atau dengan Gra saja"

__ADS_1


"Ada joex yang mengurus Pekerjaan ku dan kau juga bisa mengajak Gra jika dia mau, tapi kau harus tau Gra paling susah di ajak ke keramaian "


Astaga sebenarnya tujuan ku kesana agar bisa sedikit menjauh darinya malah dia juga ingin ikut . batin shanum


*****


Besok adalah hari peresmian pameran lekza sengaja pergi lebih awal agar melihat pembukaan acara, awalnya Raina menolak


namun sepupunya itu terus saja mendesaknya akhirnya ia mengalah dari pada harus mendengarkan kircauan lekza


Lekza terlihat sangat bahagia di dalam perjalanan ia terus bersorak dan bernyanyi membuat Raina menggeleng akan sikap sepupunya itu namun bukan cuma lekza yang bersikap seperti itu semua penumpang bus pun sama terkecuali dirinya tentunya... ya mereka pergi menggunakan Bus Rombongan..


"Hy lekza" Seorang laki-laki datang menyapa lekza


"Vino..hey " ucap lekza antusias


"apa kabar? " vino bertanya pada lekza tapi tatapannya terus berarah pada raina


"Baik dong, ngomong ngomong kok lo bisa ada di sini? " tanya lekza


"Ya emangnya nggak bisa, gue juga mau ke pameran lukisan sekaligus temui sahabat gue"


"oohh" lekza hanya ber oh riah


"Ngomong ngomong siapa tuh cewek di samping lo, diam amat? " tanya vino kemudian yang sudah mulai penasaran


"sepupu gue"


"kenalin dong"


"Nggak usah percuma" lekza cengengesan


"ahh loh ma gitu orangnya"


pria yang bernama vino itu nekat berkenalan dengan Raina


"Hey kenalin nama gue vino alfarez" ucapnya dan mengulurkan tangan ke arah Raina


Bukannya mendapat balasan dari raina, Raina hanya menatap tajam pada vino kemudian pura pura tertidur, vino kembali menarik uluran tangannya dengan perasaan dongkol


"hahaha sudah gue katakan percuma, lo malu sendiri kan" lekza terkekeh


"Sepupu lo aneh banget lekz "


"Ya emang aneh"


perjalanan yang cukup panjang memakan waktu sampai 5 jam perjalanan lekza nampak bicara serius dengan vino sedangkan Raina hanya tertidur saja sepanjang perjalanan..

__ADS_1


bersambung...


Like dan tinggalin jejak ya 🙏


__ADS_2