Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria

Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria
Season2 Membujuk Gracia


__ADS_3

Shanum yang mencari keberadaan Gracia untuk di ajak ke pameran akhirnya menemukannya, wanita cantik berparas laki laki itu sedang berbincang dengan zein di teras samping villa



"Hey" ucap shanum menyapa


"hey to Nona " jawab zein antusias namun Gra terlihat acuh saja


"Gra bisaka kita bicara? " Gra hanya mengernyitkan keningnya


"Jangan di bawa hati nona Dia memang seperti itu orangnya" potong zein


"Bisaka kau diam zein" Gra menatap tajam pada zein


"ada perlu apa?" ucap Gra kemudian


"Bisaka kita bicara berdua di sana? " shanum menunjuk sebuah kursi di tepi teras


akhirnya Gra dan shanum pindah ke tepi teras


"Apa yang ingin anda bicarakan?" ucap Gra to the point


"Bisaka kita memakai bahasa kamu aku saja itu lebih akrab di dengar" seruh shanum


"Jika tidak ada hal penting bisaka saya pergi?"


"Tunggu Gra, baiklah" Shanum menghembuskan nafasnya pelan..."maaf..." lanjutnya kemudian


Gra hanya menaikkan satu ujung alisnya


"Maaf atas sikap ku yang kemarin" lanjut shanum lagi


"Aku sudah memaafkan mu" jawab Gra namun suaranya masih terdengar dingin


"Terimakasih hm Bisaka kita menjadi teman? "


"Apa kau tidak keberatan dan merasa Malu berteman dengan orang yg tidak jelas seperti ku"


"Tentu saja tidak, frisyam telah menceritakannya padaku, Tapi Tidak bisaka kau mengubah pendirianmu itu Gracia? aku tau aku tidak berhak bicara seperti ini karna itu semua adalah hak mu tapi jangan rusak masa depan mu" Terah shanum


"Apakah kau hanya ingin membicarakan hal itu dengan ku, bukannya kau ingin berteman tapi kenapa kau membicarakan hal yang tidak ingin aku buka di pembicaraan pertemanan pertama kita" ucap Gra ia hendak meninggalkan shanum


"Gracia bukan ka semua orang punya masalalu tergantung kita menyikapinya bahkan masalahmu tidak lebih besar dari masalahku, kau hampir di lecehkan dan di perkosa aku juga perna merasakannya Gra bahkan saat itu aku hampir merasakannya setiap waktu di tempat pelacuran itu namun aku menyikapinya dengan cara yang berbeda dengan mu, bukannya dengan cara merusak masa depan seperti mu, apakah kau perna memikirkan masa depan mu sedikit saja? bersama suami dan anak anak yang lucu kelak nanti yang akan merawat kita di masa tua nanti dan melanjutkan keturunan kita, apakah kau ingin keturunan orang tuamu berhenti padamu? tidak ada lagi cucu atau cicit dari keluarga mu, jika suatu saat nanti kau tiada maka keturunan keluarga mu akan puna, apakah kau tidak berfikir betapa bahagianya orang tuamu di sana jika anaknya juga bahagia di dunia bukannya malah menghancurkan kehidupannya sendiri ." Gracia menangis mendengar ucapan shanum ia terduduk Di kursih dekat shanum


"kau tau masih banyak pria yang menghormati wanita, jangan karna kesalahan Satu,dua pria kau menyamakan semua pria, contohnya frisyam dia salah satu pria yang sangat menghormati wanita" shanum membelai lembut bahu Gra


"Semuanya sudah terlambat" ucap Gra di sela tangisnya


"Tidak ada kata terlambat Gracia kau masih bisa Merubah segalanya"


"Mungkin tidak ada lagi yang menginginkan ku yang bisa mencintai ku dengan tulus "


"Berfikir positif lah Gracia aku yakin ada hati yang sedang menanti mu"

__ADS_1


"Tapi penampilan ku seperti ini" Gracia menatap tubuhnya dari atas sampai bawah


"Bukan ka kita masih bisa merubahnya"


"Tapi rambutku tidak bisa di rubah"


"Semuanya butuh proses Gracia, kita bisa menggunakan ramuan khusus untuk rambut supaya rambut mu cepat panjang tapi sementara waktu ini kamu bisa menggunakan wig"


"Terimakasih, kau sungguh wanita yang baik hati"


"Tidak perlu berterima kasih siapkan pakaian mu karna kita akan ke pameran lukisan dan Gracia yang sesungguhnya akan di mulai besok"


"Tapi aku tidak mempunyai pakaian wanita hanya ada jeans dan sweter laki laki saja"


"Tidak usah khawatir tentang itu kita akan kembali ke kota dan membeli setiap perlengkapan kalian" ucap frisyam yang tiba tiba rupanya ia dari tadi telah menguping


"Frisyam.. " serentak shanum dan Gracia


"Benarkah?" tanya Gracia kemudian


"Tentu saja Gra, aku sangat senang dan mendukung kalian" balas frisyam


"Kalau begitu kita akan kembali ke kota dan menghabiskan uang mu, kau jangan pernah menyesali ucapanmu tuan frisyam" shanum terkekeh


"Tidak akan pernah, aku ingin tau sampai batas mana kau bisa menghabiskan uangku" balas frisyam dengan senyum jail


"Bolehka saya ikut nona shanum " ucap zein secara tiba tiba dengan wajah memelas


"Zein sejak kapan kau berada di sana? " tanya frisyam


"Kemari zein" pinta shanum


"Iya nona"


"Tentu saja kamu boleh ikut zein" terah shanum


"Benarkan... yeah " zein bersorak kegirangan


Akhirnya mereka kembali ke kota dan langsung singgah di pusat perbelanjaan setelah membeli pakaian dan barang yang di butuhkan Gracia , dan mereka ke apartemen frisyam bukan ke mansion keluarga chaident karena frisyam tidak ingin orang tuanya lepas kendali dan shanum kembali bertanya tanya lagi yang bisa membuatnya merasakan sakit jika mengingat hal dari masa lalunya


Setelah semua barang telah mereka kemas kini shanum kembali merias Gracia mulai dari memilikan pakaian dan menyiapkan wig beserta sepatu namun kali ini bukan higt hilss karna Gracia sudah cukup lama tidak menggunakannya


Akhirnya shanum telah selesai merias Gracia


"Ayo kita keluar Gracia"


"Tapi shan aku malu"


"tidak perlu malu ini sudah kuadrat seorang wanita" terah shanum akhirnya Gracia mengangguk


Dengan jantung yang berdegup kencang Gracia melangkahkan kakinya keluar dari kamar


__ADS_1


Frisyam tersenyum lebar melihat penampilan Gracia, penampilan itu persis empat tahun lalu saat pertama ia menemukan Gracia


Zein yang baru datang menyusul karna telah selesai membereskan villa memasuki ruangan bersama dengan joex, jiwa Casanova zein bangkit saat melihat wanita cantik


"hmm rupanya ada tamu cewe cantik seperti bidadari turung dari langit ya tuhan mimpi apa aku semalam" ucap zein dan dengan gerakan lebay ia memperkenalkan dirinya


"Nona namaku zein" Frisyam dan yang lainnya tertawa melihat tingkah zein


Bukannya membalas uluran tangan zein Gracia justru memberi bogeman pelan pada perut zein membuat zein terpelonjak kaget


"Hey.. apa apaan kau nona" ucap zein kemudian


"Tidak bisaka kau mengenaliku zein"


"Tunggu suara itu...?"


"Dia Gracia zein, kau selalu saja seperti itu melihat yang bening bening sedikit saja kau langsung menggombal" joex menimpali


"Gra... tidak mungkin kau berubah 99 persen sulit di percaya" Zein sampei terbelalak melihat Gracia yang sekarang ia bahkan menelan kasar salivanya


Semua orang tidak bisa menahan tawanya termasuk Gracia..


"Masih ingin berkenalan dengan ku" ucap Gracia cengengesan


"Tidak lagi kau terlalu hulk" jawaban zein seketika membuat Gracia murung


"Jaga bicara mu zein" potong shanum yang melihat perubahan ekspresi Gracia


"Tidak shan zein benar"


"Jika pria mengenalku terlalu dalam mereka pasti akan menolak ku seperti zein" ucap Gracia lagi


"Hey Gra aku hanya bercanda, jika kau bersedia bahkan aku ingin langsung menikahi mu" ucapan zein membuat Garcia membulatkan matanya


"Tapi kali ini aku yang menolak mu zein.. maaf tapi kau bukan tipe ku, aku tidak suka pria lembek seperti mu" Gracia kembali terkekeh


"Sialan kau Gra" zein merajuk membuat semua kembali tertawa


"Sudah sudah ayo kita berangkat " potong shanum


"Shan aku tidak tau bagaimana aku akan menghadapi orang nantinya, ini pertama kalinya aku akan memperlihatkan diriku yang sebenarnya di depan orang banyak" Gracia merasa canggung


"Bersikap biasa saja semuanya akan mengalir dengan sendirinya"


"Tapi... "


"Percayalah padaku ada aku yang akan membantu mu mengatasi kecanggungan mu" potong shanum


"Baiklah" Gracia menghembuskan nafasnya pelan kemudian melangkah mengikuti langkah shanum


Akhirnya mereka pergi menggunakan mobil pribadi milik frisyam..


Bersambung...

__ADS_1


like dong like, tak lupa komentar ya 🤭🙏


__ADS_2