
Hamson Dan orang tuanya telah tiba di Indonesia, wajahnya begitu berserih serih kalah mobil memasuki pekarangan mansion kediamannya, bagaimana tidak ia sudah begitu rinduh dengan shanum
Saking rinduhnya hamson sampai berlari kecil memasuki mansion, orang tuanya hanya menggeleng kepala melihat tingkah anaknya itu
Hamson telah berada di ruang keluarga ia melihat wanita yang ia cintai telah menatah makanan di atas meja spontan hamson memeluk shanum dari belakang, reflek seketika shanum merasa kaget...
"Aku merindukan mu" bisik hamson di telingah shanum
"Mas sudah datang, kenapa tidak menelpon ku terlebih dahulu supaya aku menyambut mas di depan pintu"
"itu tidak perlu sayang" ucap hamson sambil membalik badan shanum menghadapnya dan mencium pucuk kepala shanum
"Mas mama sama papa Dimana? "
"Kami di sini sayang! " Belum hamson menjawab ke dua orang tuanya telah menyahut
shanum melepas pelukan hamson dan berlari memeluk mama hamson sontak hamson merasa lesuh..
"Hey lihatlah wajah kakak ku ini tiba tiba menjadi kusut seperti pakaian yang belum di setrika" ucap raina yang tiba tiba datang dari arah dapur
"Iya tadi wajahnya berseri seri kenapa tiba tiba kusut sayang? " tanya mama hamson
"Bagaimana tidak kusut ma, anak kita asik memeluk calon istrinya tapi kita mengganggunya dan shanum malah menghampiri kita! benarkan dugaan papa son? "
"iya pah," jawab hamson mengacak rambutnya
"Apaan si mas" jawab shanum tersipuh malu
"Sudah dong,, mari kita makan raina udah laper nih" seru raina sambil duduk di meja makan
"iya lebih baik kita makan dulu kemudian isirahat" titah ayah hamson
Mereka pun duduk di meja makan tak henti hentinya shanum melayani calon suami dan calon mertuanya itu
"Tidak usah melayani mama sayang, mama bisa sendiri cukup layani saja anak manja mama"
"Tidak apa apa ma mulai sekarang selama mama dan papa di sini shanum yang akan melayani kalian" terah shanum
"Kalau mama bilang tidak usah ya tidak usah" ucap hamson sambil menarik pinggang shanum hingga terjatuh di pangkuannya
"aaa mas" refleks shanum terkejut
"Astaga mas apa yang kau lakukan di sini ada ayah ibu dan raina beserta banyak pelayan memperhatikan kita" terah shanum
"Biarkan saja mereka melihat kita cinta, mereka harus terbiasa melihat kita seperti ini"
seketika pipi shanum merona karna ucapan hamson dan karna merasa malu tentunya
"auhhh" hamson terpekik karena cubitan shanum
"Kalau kalian seperti ini terus kapan kita makannya?" Raina sudah mulai merajuk
"anak kecil selalu saja ikut campur" ucap hamson kemudian
"hey kak aku bukan lagi anak kecil, sebentar lagi usiaku 18 tahun,berapa kali harus ku katakan"
"Sebelum itu, aku akan tetap menganggap mu anak kecil" hamson menekankan raina mendengus kesal
"Sudah mas, mas yang seperti anak kecil bukan raina, mas tidak mau mengalah" terah shanum
__ADS_1
"iya betul kata mantu mama, berhenti berdebat mari kita makan saja"seruh mama hamson
Sedangkan ayah hamson terkekeh melihat putra putri mereka yang tidak ada yang mau mengalah
Akhirnya makan dimulai mereka makan dengan diam tidak ada yang boleh bicara saat makan itu sudah menjadi peraturan keluarga hamson bahkan hamson tidak mengeluarkan sepata kata Pun namun matanya tidak lepas menatap shanum seperti menyiratkan kerinduan yang menggebuh
Makan malam telah selesai mereka semua ke kamar masing masing untuk istirahat besok adalah hari menyebarkan undangan pada rekan bisnis dan keluarga.
~ke esokan harinya~
Shanum merasa bahagia menatap undangan pernikahannya dengan hamson di atas meja, sebuah undangan yang simple dan unik menurutnya namun terlihat mewah..
Tiba tiba hamson datang dari belakang langsung memeluknya, sepertinya itu sudah menjadi candunya, hamson memeluk sambil memperhatikan apa yang shanum tatap
"Kau yang memilihnya cinta ? "
"ya! apa seleraku tidak bagus, kau tidak menyukai nya? tanya shanum
"Bagus, aku selalu menyukai pilihan mu seperti aku menyukai mu cinta"
"Kau pandai sekali menggombal mantan tuan kasanova" jawab shanum terkekeh
"Jangan katakan itu, itu hanya masalalu kau membuatku kesal" hamson membalik tubuh shanum dan mencium bibir ranum shanum..
shanum yang mendapat serangan tiba tiba itu sontak mendorong tubuh hamson, ciuman hamson terlepas tapi tidak dengan pelukannya
"Ini tempat umum mas!!"
"Biarkan saja berapa kali harus ku katakan biarkan mereka terbiasa melihat kita" Jawab hamson
Saat hamson ingin mencium shanum lagi tiba tiba bel mansion berbunyi..
"Biarkan saja, palingan cuma kurir lagi pula ada pelayan, aku masih ingin seperti ini" terah hamson
Shanum hanya menuruti omongan hamson,
"hemm", deheman seseorang membuatnya terkejut seketika hamson melepaskan pelukannya, mereka menoleh ke sumber suara
"Kalian? " ucap hamson
"Maemu!"Teriak shanum sambil berjalan menghampiri maemuna dan mereka berpelukan tanpa memperhatikan maemuna datang dengan siapa
"hey shan, kau jahat kau tidak merindukan ku? "
"Aku sangat merindukan mu muna, kapan kau kembali?"
"Kemarin kami kembali"
"Kami? " Shanum mengerutkan keningnya seketika ia menatap ke samping maemuna ia kaget melihat jack..
"Hey men!" ucap hamson menghampiri jack
"Kenapa tiba tiba kau ke rumah ku apa terjadi sesuatu dengan frisyam?" Tanya hamson kemudian
"Oh rupanya kalian bertemu di luar" Tanya shanum
Jeck dan maemuna saling tatap sambil tersenyum sarkas
__ADS_1
"tidak aku kemari karna istriku ingin.... "
"Apa jack kau telah menikah dan tidak mengundang kami"
ucapan jeck terpotong kalah di sela shanum
Karna istriku ingin bertemu sahabatnya
"Kau telah menikah men? Wanita bodoh mana yang ingin dengan pria seperti mu yang kaku dan tidak romantis "hamson terkekeh
"Sialan kau son, kau tidak perna berubah masih suka jail" jawab jeck
Selama jeck bekerja dengan frisyam ia dan hamson juga berteman akrab
"Hey aku tidak bodoh dan perlu kau tau suamiku sangat romantis" ucap maemuna dengan spontan
mata shanum terbelalak mendengar ucapan maemuna
"Apa maksudnya? kau istri jeck?"
Maemuna cengengesan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
"Bukannya saat itu kau membencinya muna? lalu bagaimana kalian bisa menikah?, apa yang telah jeck lakukan padamu? banyak sekali pertanyaan yang shanum layangkan pada maemuna
"Sudalah num ceritanya panjang, apapun itu dulu cuma masa lalu dan nyata nya sekarang kami saling mencintai dan telah sah menjadi suami istri" jawab maemuna
"Bagaimana mungkin kalian langsung menikah tanpa memberi kabar?" shanum menatap maemuna dengan tatapan menyelidik
"Sudalah cinta, kenapa kau membuatnya grogi, mereka juga punya frivasi" potong hamson
"Baiklah mas, aku mengerti"
ucap shanum dengan senyuman dia benar benar bahagia akan ke hadiran sahabat baiknya itu
"Muna tolong bantu sahabatmu aku ingin bicara berdua dengan suami mu dulu" seruh hamson
"sipp" jawab maemuna mengangkat tangannya membetuk huruf O dan mengedipkan satu matanya..
Hamson dan jeck kini beralih ke taman samping mansion entah apa yang hamson ingin bicarakan
"Ada apa Son? tanya jeck
"Bagiman keadaan sahabat ku frisyam, jeck?"
Seketika raut wajah jeck berubah sendu ia menghembuskan nafasnya kasar
"Entalah son frisyam bagaikan di telan Bumi, kemarin aku ke rumahnya namun rumah itu kosong tidak ada orang satu pun di sana kemudian aku menghubungi nomor frisyam namun tidak Aktif aktif, aku juga telah mencoba menghubungi paman Ardan dan hasilnya juga nihil" terah jeck
"Bagaimana mungkin jeck kemana mereka?" hamson nampak gusar
"Entalah son tapi kau tidak perlu merasa bersalah, aku yakin frisyam pergi bukan tanpa alasan apalagi ia pergi dengan orang tuanya, jangan terlalu cemas"
"Jack jangan biarkan shanum mengetahui nya aku takut dia akan merasa bersalah"
"iya Men" jawab jeck
Tanpa mereka tau sebenarnya shanum telah mengetahuinya namun shanum tidak memberitahu hamson karna ia takut hamson berfikir ia masih menyimpan perasaan pada frisyam.
Sebenarnya kau pergi kemana frisyam.batin keduanya
__ADS_1
Bersambung...
Pengumuman Reader kisa frisyam akan aku lanjutkan di season dua jadi jangan lupa like komen agar enneng semangat up nya 💪☺