
Kadang cinta membuat kita jatuh terpuruk, kadang juga membuat kita bangkit bersemangat, tergantung cara kita menyikapinya.
Bukankah semua manusia berhak bahagia, Bukankah menikah adalah sunnah Rasul tapi jika menikah berkali kali bagaimana?
Entah takdir yang mempermainkan Shanum atau dia yang mempermainkan takdir.
...~%~...
Sepasang pengantin terlihat mengembangkan senyum. Frisyam benar benar membuktikan ucapannya ia menikahi Shanum sebelum ingatan Wanita itu kembali Dengan alasan takut kehilangan.
LALU APA YANG AKAN TERJADI JIKA INGATAN SHANUM KEMBALI?
Satu persatu tamu undangan memberi ucapan selamat kepada kedua pangantin baru itu, Shanum wanita murah senyum menyambut para tamu dengan senyum mengembang.
"Shanum..." Suara cempreng begitu menggema di gedung ruangan itu siapa lagi kalau bukan Maemuna, ia berlari kecil menghampiri kedua pengantin tersebut
"Shanum gue rinduh banget Sama lo" Maemuna memeluk Shanum erat seolah ruangan itu milik mereka berdua
"Aku juga Rindu Muna"
"Shanum lo nikah lagi sama dia, lo gak di paksa Kan?" Ucapan Maemuna membuatnya mendapat tatapan tajam dari Frisyam dan Jack
Shanum bingung kenapa orang orang selalu saja mengucapkan kata lagi
"Aku tidak mengerti Muna? "
"Ehh tidak maksud gue lo gak di paksa kan, lo mencintainya atau tidak" Timpal Maemuna dengan senyum kikuk
"Aku gak di paksa kok', aku mencintai mas Frisyam"
"Semoga lo bahagia Num" Maemuna kembali memeluk sahabatnya itu ada perasaan takut sekaligus cemas kepada sahabatnya, apalagi ingatannya pada masa lalu Shanum terngiang di fikirannya, bagaimana menderitanya di saat Shanum menikah dengan Frisyam.
Apalagi sahabatnya itu beberapa kali menikah namun pernikahannya begitu miris, Maemuna berharap kali ini takdir tidak mempermainkan sahabatnya lagi. Hati Maemuna begitu sesak tapi sekuat mungkin ia tahan agar ia tidak menangis
"Sudah sayang mereka juga ingin memberi selamat pada kedua pengantin" Potong Jack yang tau akan perasaan istrinya
"Syam kita turung dulu ya, Selamat atas pernikahan mu kawan" Ucap Jeck yang ikut bahagia karna ia tahu betul bagaimana seorang Frisyam yang begitu mencintai Shanum
"Thanks Jeck"
Kedua suami istri itu turung dari panggung pelaminan kini giliran Raina dan Juna yang memberi ucapan selamat
"Selamat ya kak" Ucap Raina sambil memeluk shanum dengan mata berkaca kaca, Secepatnya pelukannya ia urai kemudia beralih memeluk Frisyam
"Kak---" Suara Raina tercekat ia tak mampu lagi melanjutkan kata katanya ia memeluk Frisyam menyembunyikan wajahnya di dada bidak pria itu, Bahunya terguncang Frisyam tau Raina sedang menangis dalam diam
"Rai jangan seperti ini bagaimana jika Shanum curiga, Aku akan menjaganya dengan baik Aku sangat mencintainya seperti kakakmu mencintainya" Bisik Frisyam
__ADS_1
Raina terisak kemudian ia melepas pelukannya ia turung dari panggung tanpa menoleh ke arah Shanum, ia takut wanita itu akan tau jika dia telah menangis. Beruntung Shanum tak memperhatikannya karna sibuk berbincang dengan Juna.
Para tamu undangan yang telah selesai memberi ucapan selamat pada pengantin mereka semua di persilahkan menikmati sajian pernikahan dan menikmati suasa pesta
Namun senyum mengembang itu seketika berubah menjadi gugup di saat shanum menatap ke tiga pria yang begitu jelas di ingatannya, pria yang bersama Frisyam di Club malam waktu itu bagaimana jika mereka mengatakan jati dirinya yang sebenarnya. Fikiran Shanum bergelut
Dan yang paling membuatnya gugup sebab ke tiga pria itu menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dia artikan
"Ck dia benar benar menikahi wanita pela*cur itu"
"Jaga bicaramu Brayend bukankah sudah ku peringatkan jangan bicara apapun jika kamu tidak tau apapun tentang mereka" Potong jioz
"Ck kamu benar benar membosankan kak"
Brayend berjalan mundur di saat ia ingin berbalik badan ia tidak sengaja menabrak seorang wanita
"Upss Sorry" Ucapnya
Wanita itu hanya menatap tajam kepada brayend tatapan tajam seperti seekor elang yang ingin memangsa mangsanya yang menghunus ke jantung brayend entah kenapa brayend merasa ada sengatan listrik yang menjelajar di tubuhnya
Tanpa menjawab Gracia meninggalkan Brayend namun langkahnya terhenti tatkala Brayend memegang pergelangan tangannya
"Apa kamu marah Nona?"
"Lepaskan tangan ku"
"Saya tidak marah tuan, saya hanya terburu buru"
"Baiklah tapi kalau boleh tau siapa nama mu nona"
Tidak ada lagi jawaban dari Gracia, Jioz yang memperhatikan sedari tadi adiknya meresa sedikit bahagia karna melihat sedikit perubahan terhadap Brayend yang sudah mulai berinteraksi dengan wanita
Apakah Brayend sudah sembuh dari gay nya?
Gracia yang sedari tadi sudah merasa jengah mengeluarkan kepiawaiannya, diputarnya tangan Brayend ke belakang hingga membuat Brayend meringis membuat para tamu di dekatnya melirik keduanya, secepatnya Jioz dan yang lainnya mendekat
"Ada apa ini Brayend?"
"Kak dia menggelintir tangan ku, tolong aku"
"Gracia apa yang kamu lakukan" Ucap zein yang tiba tiba datang
Oh rupanya nama mu Gracia nona. batin Brayend
Gracia melepas cekalannya kemudian mendorong Brayend saat ia hendak pergi tatapannya tidak sengaja menangkap wajah yang tidak asing baginya, Secepat kilat gracia memalingkan wajahnya dan bergegas pergi dengan perasaan gugup
'Wanita itu bukan kah dia si Bartenders cantik itu?'
__ADS_1
"Tuan Maxi apa yang sedang kamu pikirkan?"
Ucapan Jioz membuat Maxi menghentikan pemikirannya
"Tidak ada tuan Jioz" Jawab Maxi
"Kalau begitu mari kita lanjutkan menikmati acaranya" Tawar Jioz yang di balas anggukan oleh Maxi namun fikirannya tertuju pada Gracia
Pesta berjalan dengan meriah kebahagiaan Shanum dan Frisyam tidak bisa di ukir dengan kata kata, Sekarang adalah sesi pemotongan kue pernikahan semua orang bersorak bahagia turut meramaikan kebahagiaan sepasang pengantin baru itu
Shanum di minta parah tamu menyuapi Frisyam sepotong cake tentu saja dengan senang hati ia menuruti kemauan tamu yang bersorak sorak, setelah selesai kini giliran Frisyam yang menyuapinya namun caranya terlalu belepotan hingga bibir shanum di penuhi coklat cake tersebut sehingga Shanum menjadi bahan tertawaan para tamu membuatnya sedikit mendengus kesal, namun siapa sangka semua tamu bungkam beserta mata Shanum membulat sempurna tatkala Frisyam ******* bibirnya membersihkan sisa cake di sana seketika bibir Shanum kembali bersih Frisyam tak kunjung melepaskan pagutannya ia bahkan menggigit kecil bibir itu hingga sedikit terbuka di hisapnya dalam hingga menjadi ciuman yang berbeda. Para tamu tau itu kesengajaan Frisyam hingga semuanya kembali bersorak yang membuat Shanum sadar ini di tempat umum, ia berusaha melepaskan ciuman itu dengan sedikit meronta namun gagal karna Frisyam enggan melepasnya dengan terpaksa ia mencubit pinggang suaminya itu hinggak membuat Frisyam terpekik dan ciuman itupun terlepas
"Bee aku malu" Wajah Shanum telah bersemu memerah
"Sabar Bro tunggu beberapa jam lagi" Teriak beberapa tamu laki laki membuat yang lainnya tertawa
"Kalian mengganggu" Balas Frisyam kemudian mengangkat tubuh Shanum menggendongnya ala bridal style membuat Shanum terpekik kaget
"Hey pengantinya kabur"
"Tahan dulu woii"
"Hey..." Semua tamu tertawa bahagia
"Berisik" Balas Frisyam dengan terus berjalan
Shanum menyembunyikan wajahnya di dada bidak Frisyam, ia benar benar malu mendengar teriakan para tamu
"Bee kita mau kemana? "
"Making love"
Jawaban Frisyam membuat Shanum kembali membulatkan matanya, ia membekap mulutnya sendiri sambil menggeleng
Ekspresi nya itu membuat Frisyam terkekeh sambil berfikir jahil
"Persiakan dirimu sayang buat malam ini menjadi mengesankan"
...#...
Sementara di sematkan end ya gays, setelah lulus kontrak nanti kita lanjut membahas Rumah tangga Shanum dan Frisyam, Kebucinan Frisyam dan Malam Pertama Keduanya.... awokawok 🤭
Beserta Kembalinya ingatan shanum, Dan aku juga akan membahas kisa cinta Gracia. Kira kira siapa yah jodoh Garcia Anastasia
Biar cepat lulus kontrak jangan lupa beri dukungan like, komentar dan vote atau hadiah ya 🙏
Thank you 😚
__ADS_1