
...Menikah adalah dambaan setiap wanita termasuk shanum , menikahi pria yang sangat mencintainya tentu saja membuatnya sangat bahagia....
'Tak ku sangka aku akan menikah dengan usia semuda ini, semoga pernikahan ku menjadi awal kebahagiannku' Gumamnya dalam hati.
Tiba tiba lamunan shanum terbuyarkan oleh suara seseorang.
"kamu sudah siap nak? "Tanya bibi sia saudarah jauh papa shanum yang sengaja datang jauh jauh untuk menghadiri pernikahan keponakannya itu.
"iya bi', shanum sudah siap" balas shanum sambil memeluk Bibinya.
"Seandanya ayah dan ibumu masih hidup nak pasti dia sangat bahagia anaknya akan menikah dengan pria yang baik dan sopan " sambil mengelus ngelus pucuk kepala Shanum.
Shanum terisak, Bulir air mata terjatuh ke pipi mulusnya "iya bi' shanum jadi rinduh ayah dan ibu"
"Jangan menangis nak nanti riasanmu rusak" sang bibi mengusap halus air mata shanum.
Shanum menanggapi ucapan bibinya dengan anggukan
"Ayo nak kita keluar pengantin pria sudah datang bersama keluarganya, pak penghulu juga sudah lama menunggu" tutur bibi sia
Saat shanum dan bibinya ingin keluar kamar untuk menuju tempat ijab khobul tiba tiba suara benda terjatuh mengagetkan mereka.
"astagfirullah" serentak keduanya, mereka pun menghampiri benda yang terjatuh itu.
__ADS_1
"Ini foto Shanum dengan mas Hendra bi', Kenapa tiba tiba bisa terjatuh?"
"Mungkin karna angin yang agak kencang nak, cuaca di luar kan sedang mendung,, yowess biar bibi yang bersihkan, kamu keluar duluan kasihan mereka semua pada nungguin " Titah bibi sia meyakinkan shanum
*Pov shanum*
Entah mengapa semenjak kejadian foto tadi perasaanku sangat cemas, pikiranku melayang kemana mana, meskipun ucapan bibi sia telah meyakinkan ku tapi tetap saja membuatku merasa khawatir.
Aku melangkah keluar menuju tempat ijab khobul kemudian duduk di samping mas hendra, aku merasa sangat malu ketika mas hendra menatapku tanpa berkedip.
Mas Hendra pun memulai menjabat tangan pak penghulu, sepersekian menit aku takjub pada mas Hendra yang begitu lantangnya mengucapkan ijab khobul dengan lancar dan hanya sekali tarikan nafas. Semua keluargapun bersorak mengucapkan kata sah..
Aku sangat bahagia seketika rasa cemasku menghilang, aku pun mencium punggung tangan mas Hendra sedangkan mas hendra membalasnya dengan mencium keningku..
kami semua menuju mobil untuk pergi bersama, tetapi entah kenapa mas hendra ngotot ingin naik mobil berdua saja denganku?Awalnya aku menolak jika hanya berdua saja dengannya di atas mobil, tapi dia terus membujukku akhirnya aku luluh, dan menuruti perkataan mas hendra.
Mobil kami pun melaju dengan kecepatan standar mas Hendra terlihat sangat bersemangat, sedangkan aku hanya terdiam sambil fokus melihat jalanan di depan, sedangkan mas hendra terus saja membicarakan tentang rencana masa depan kami, sesekali menatapku dan menciumi punggung tanganku " Mas hendra kalau nyetir itu fokus kedepan, bahaya tau mas di depan jalanan agak terjal dan ada sungai" Tegurku padanya
"Iya sayang Mas tau mas kan sering antar kamu, kamu tidak usah cemas begitu" ucap mas Hendra sambil mengelus pucuk kepalaku.
Tiba tiba ada sebuah truk yang salah jalur, truk itu oleng dan menghalangi jalan kami , sontak membuat kami kaget, akupun berteriak "awas mas", Mas Hendra yang juga panik langsung membanting stir ke kirih sehingga mobil kami oleng dan melajuh ke arah sungai.
Sebuah teriakan mas Hendra membuatku tambah kaget "cepat lompat keluar" titah mas hendra.
__ADS_1
"aku tidak akan lompat jika mas tidak ikut lompat " jawabku pada mas Hendra dengan keadaan yang kalut
" Baik kita lompat bersama, dengan aba aba satu sampai tiga kita sudah harus lompat" ucap mas Hendra lagi yang ku balas dengan anggukan
Aba aba pun telah mas Hendra ucapkan dalam hitungan ketiga akupun meloncat ke luar dari mobil itu, tubuhku seperti melayan di atas udara sepersekian detik badanku terhempas ke tanah, rasanya tubuhku sangat remuk, ranting dan kerikil terasa menancap di tubuhku sepersekian detik semuanya menjadi gelap... "Mas Hendra " gumanku sebelum tidak sadarkan diri.. π’π’
*Hendra pov*
Sebelum Hitungan ketiga aku sudah bersiap siap untuk lompat keluar tetapi di saat aku mulai ingin meloncat tiba tiba seal belt ku macet tidak bisa di lepas, sekuat tenaga aku menariknya kuat namun sangat sulit, tapi aku tidak menyerah Ku kerahkan semua Kekuatan Ku akhirnya seal belt Ku terlepas juga, namun usahaku sia Sia mobil telah terjun masuk ke dalam sungai.
Tiba Tiba mobil ku membentur benda keras dan tubuhku terasa terhempas sepersekian detik semuanya nampak gelap.
Maafkan mas shanum mas tidak dapat mewujudkan impian kita sebelum takdir memisahkan kita" πππ
bersambung....
Sunggu kisa cinta yang begitu tragis jadi mewek author nih teman temanπ’π’π’
Naudzubillah Min Dzalik Deh..
jangan lupa like Dan komentar nya yah..
Menurut kalian bagaimana cerita ini? π
__ADS_1