
Pagi ini Shanum telah selesai bersiap siap, untuk menemui pemilik panti, sepertinya dia benar benar ingin memiliki panti asuhan tersebut
"Mau kemana Kak? " Tanya raina saat melihat shanum meraih tas nya
"Kamu sudah bangun rupanya,hm kakak ada urusan sebentar"
"kak aku ikut" ucap raina kemudian
"Kau bahkan belum mandi, nanti kakak bisa telat" terah shanum sambil melirik jam tangannya
Astaga sekarang sudah jam 6.30, aku tidak boleh terlambat batin shanum kemudian berlari kecil ke luar kamar
Raina bersungut Karna shanum tidak menunggunya, namun setelah itu ia tersenyum sendiri saat mengingat kejadian tadi malam yang membuatnya merasakan kebahagiaan kebebasan...
Shanum telah tiba di panti asuhan itu lagi ia benar benar datang sebelum jam 7 pagi ia melihat juna sedang menyiram tanaman..
"Hey juna" ucap shanum setelah menghampiri juna
"Hay,, kau benar benar datang nona " seru juna sambil memperhatikan sekeliling sepertinya ia mencari seseorang
"Kau kenapa Juna? " shanum yang melihat tingkah juna mengernyitkan dahinya
"ahh tidak aku hanya memperhatikan kau sepertinya membawa mobil sendiri tanpa supir" jawab juna dengan salah tingkah
"Juna apakah pemilik panti ini ada di dalam?" tanya shanum tanpa basa basi
"maaf nona shanum tapi kau terlambat" terah
__ADS_1
juna
"tapi ini belum jam 7 pagi bukan"
"iya nona tapi tuan baru saja pergi, dia kemari hanya untuk pamit pada kami semua di panti ini, tuan telah pergi dari negara ini ia membawa ayah nya keluar negeri untuk berobat karna kondisi ayah tuan sedang drop" terah juna
Shanum menghembuskan nafasnya kasar iya harus menelan rasa kekecewaan padahal ia ingin sekali memiliki panti asuhan ini
"Baiklah Juna tapi kapan tuanmu akan kembali?"
"aku tidak tau nona" juna menghembuskan nafasnya pelan "Pria yang cukup menyedihkan" lirihnya
"apa maksudmu juna bukan ka tuan mu orang yang sangat sukses tapi kenapa kau menyebutnya menyedihkan?" tanya shanum
"Dia memang sukses dalam bekerja tapi menyedihkan dalam percitaan" juna merasa sedih kalah mengingat cerita tuannya tadi malam
yah juna dan frisyam sempat berbincang tadi malam sebelum sebuah telpon masuk ke handpone frisyam yang mengatakan kondisi ayah nya drop
Haruska aku memberi tahunya tapi ini masalah pribadi tuan. batin juna
shanum mengerti akan pemikiran Juna..."Ayolah juna siapa tau aku bisa memberikan solusi pada masalah tuan mu" bujuk shanum
"aku merasa kasihan padanya nona, dia di khianati kekasihnya, kemudian di tinggalkan istri nya karna kebodohannya sendiri, lima bulan dia menghukum dirinya sendiri di ruangan yang nona lihat kemarin" terah juna
Kenapa cerita tuannya sama dengan cerita mas frisyam,, tapi tidak mungkin itu mas frisyam batin shanum
"Boleh ka aku tau nama tuanmu Juna! "
__ADS_1
"Tuan frisyam chaident"
Hati shanum bergejolak kalah mendengar nama yang di ucapkan juna, hatinya merasa sedih dan terasa sesak, dia tidak habis fikir kenapa frisyam melakukan semua itu, kenapa frisyam harus menghukum dirinya seberat itu
"aku ingin bertanya juna,,, kenapa frisyam tidak kembali pada orang tuanya" ucap shanum dengan suara yang parau dan mata yang mulai berkaca kaca
juna yang melihat perubahan wajah shanum begitu bingung
"ia kembali pada siang hari tapi berada di tempat ini pada malam hari,, katanya hanya tempat ini yang membuatnya tenang, dan ruangan itu ia jadikan tempat yang bisa membuatnya merasakan kesensaraan yang sama seperti istrinya dulu rasakan saat bersamanya... dia begitu menyesal dan begitu mencintai istrinya " ucapnya kemudian
aku tidak menyangka kau begitu mencintai ku mas, maaf karna selamat ini aku salah menilai mu. shanum membatin
"Kau kenapa melamun,,,,apakah nona baik baik saja?"
"juna sepertinya aku harus kembali"
"Aneh katanya mau memberih solusih tapi ia malah pergi begitu saja"batin juna
Dengan langkah tertatih shanum meninggalkan juna, ia begitu kepikiran akan frisyam, ia melajukan mobilnya dengan air mata yang berderai iya tidak dapat lagi menahan tangisnya..
"Mas frisyam maafkan aku kenapa kau melakukan semua ini,, jangan membuatku merasa bersalah...."
"Tidak..Apa yang aku pikirkan, kenapa aku malah memikirkan nya,,ini semua tidaklah benar sebentar lagi aku akan kembali menikah dengan mas hamson"
seolah hati dan logikanya saling berperang..
Bersambung....
__ADS_1
Reader kisah frisyam sampe di sini dulu ya nanti enneng lanjutkan di season dua... terimakasih ☺
Jangan lupa dukungannya readers,, like komentar membangun dan vote tentunya agar enneng semakin semangat up nya🙏🙏