
sonya nampak termerenung di sebuah balkom rumahnya pandangan matanya terlihat menerawang jauh ke depan, entah apa yang wanita itu pikirkan
"Apa yang kau pikirkan So? "
avinson tiba tiba datang dan menghampiri sonya
"Ahh tidak avin"
"kau tidak perlu membohongiku so, apakah kau mengkhawatirkan nya? "
"ya"
jujur ia merasa takut shanum akan berubah pikiran setelah kencan nya dengan hendra
"Kau tidak perlu khwatir dia wanita yang baik dan memegang teguh janjinya, dia itu sangat bijak so"
"Sepertinya kau sangat mengenal nya avin?"
"Tentu karna aku perna mencoba mendekati wanita itu"
"Kau juga menginginkannya...? "
"ya.....tapi itu dulu sebelum aku tau dia terlibat scandal pernikahan, aku tidak ingin ikut ikutan sudah cukup ke tiga pria itu" terah avinson
Sonya menghembuskan nafasnya pelan
"Ia sangat beruntung di cintai banyak pria" ucapnya kemudian dengan raut wajah sedih
"Sayangnya kehidupannya selama ini menderita "avinson menimpali
"iya kau benar takdir mempermainkan nya"
"Ku harap dia mendapatkan yang terbaik" ucap avinson kembali
"Dan aku harap avin,, shanum tidak menginkari janjinya"...
__ADS_1
Sedangkan di tempat lain frisyam dan hamson telah membuat janji kedua pria tampan tersebut sedang menikmati sebuah koffe di sebuah kafe..
"apa rencana mu syam?"
Hamson membuka pembicaraan
"aku belum memikirkan nya son, mendapat kesempatan nya saja sudah membuat ku sangat bahagia"
"Akupun belum tau apa rencanakan ku " balas hamson
Frisyam mengerutkan dahinya ia berfikir apakah hamson yang dulunya seorang kassanova sudah tidak punya lagi rencana untuk mengencani perempuan? frisyam membatin
"Aku ingin membuat hal terkesan padanya syam" ucap hamson kemudian
"Sedangkan aku son hanya ingin menghabiskan waktu panjang dengan nya, aku ingin membayar waktu yang ku sia siakan dulu"
"Ini sangat berat syam, diantara kita pasti akan terluka " ucap hamson kemudian
"Kau benar son, tapi setidaknya kita telah berusaha"
"ya, , tapi aku sedikit cemas dengan Hendra, dia cinta pertama shanum, mereka menikah karena cinta posisinya sangat kuat di antara kita berdua"
"kau benar syam, Biarkan takdir yang menentukan segalanya "
"Sekarang kau mempercayai takdir son? aku ingat sekali ucapan mu dulu hamson"
TAKDIR ITU ADA DI GENGGAMAN KITA TERGANTUNG BAGAIMANA CARA KITA MENGENDALIKAN NYA, INGAT UCAPAN KU MEN AKU TIDAK PERNA PERCAYA YANG NAMANYA TAKDIR
frisyam mencoba mengingatkan hamson akan ucapannya dahulu
"Kau benar syam aku sekarang sudah sangat percaya akan namanya TAKDIR dan aku telah mendapatkan karma ku"
"dan kenapa takdir kita berdua harus mencintai wanita yang sama dan yang paling parahnya kita terjebak akan pernikahan yang sama"
Hamson bercerita sekian panjangnya mengeluarkan segala unek unek di dalam hatinya
__ADS_1
Frisyam menghembuskan nafasnya kasar
"Sudalah lebih baik kau memikirkan rencana kencan mu, besok adalah giliran mu" ucap frisyam
"iya kau benar syam, ngomong ngomong di mana Jack? "
Hamson akhirnya mengalihkan pembicaraan
"Anak itu juga tengah mengejar cintanya"
"Apakah jack bisa jatuh cinta setauku dia hanya tau bekerja dan bekerja"
"Kau pikir dia tidak memiliki hati?, kau akan terkejut jika mengetahui perjuangan jack mengejar cintanya"
"aku jadi penasaran memangnya bagaimana jack yang kaku itu bisa merayu seorang wanita"
"dia bukan merayu tapi mengancam"
"What" hamson mengerutkan dahinya
Frisyam menceritakan semuanya pada hamson sontak hamson begitu kaget akan perjuangan jack
"Gila jack senekat itu? "
"ya"
----*----
Sedangkan di tempat lain Hendra telah mengantar shanum kembali ke apartemen nya
shanum begitu lelah ia menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang sebelum bebersih diri, untung saja ia menolak ajakan Hendra ke pusat perbelanjaan kalau tidak kakinya bisa patah karena jalan menggunakan high hiils,
Iya berfikir entah apa yang akan terjadi dua hari kedepan pada dirinya
ahh aku merasa seperti piala bergilir saja, shanum menghembuskan nafasnya kasar kemudian terlelap dalam tidurnya..
__ADS_1
Bersambung....