
Setelah menempuh perjalanan selama empat jam akhirnya shanum sampai ke alamat apartemen, shanum memarkirkan motornya di tempat parkir khusus motor, shanum turung dari motor alangkah terpukaunya melihat apartemen yang dia kunjungi.
"Besar sekali bahkan lima kali lipat dari hotel dekat kampusku" gumamnya sambil mendonga'kan kepalanya.
"Astaga sudah terlambat" shanum berlari kecil menujuh resepsionis dan menanyakan kamar no 1033a VIP, setelah usai berdebat kecil dengan pihak resepsionis, akhirnya ia di antar ke kamar tersebut oleh pelayan.
shanum mengikuti pelayan memasuki lift, sesampai di lantai atas shanum langsung mencari kamar no 1033a Vip setelah pelayan meninggalkannya "akhirnya ketemu jg..huff lelahnya" ia menyeka keringatnya sambil mengambil nafas sejenak sebelum menekan tombol bel.
sedangkan di dalam kamar 1033a ruang VIP seorang pemuda tampan dan gagah nampak sedang menahan amara "awas saja si tukang laundry itu akan ku tutup usahanya, bisa bisanya tidak on time" Pemuda itu adalah tuan muda frisyam chaident Orang yang berpengaruh di kota ini, kaya raya dan CEO nomor satu.
"Sabar Men, kau pergilah mandi biar aku yang menunggu tukang laoudry itu, akan ku pastikan dia meminta maaf di kaki ku" Timpal seorang pria yang tak kalah tampan dari frisyam
"Terserah tpi buat dia menyesal karna telah membuat ku menunggu dan itu uangnya di atas nakas"
Tiba-tiba mereka di kagetkan suara belt yang berbunyi
tintong.... tintong...
"Datang jg rupanya yang di tunggu tunggu, pergilah biar aku yang memberinya pelajaran" sambil berjalan ke arah pintu dengan ekspresi marah.
Ceklekk. "kenapa kau lama sek a l i....." dengan suara yang awalnya begitu kasar tiba tiba menjadi lembut seketika setelah melihat gadis Di hadapannya..
Cantik sekali, I like the body. batin pria tersebut
"Maaf kan saya tuan" dengan suara yang gugup shanum menunduk sambil menggigit bibir bawahnya.
"Sudalah tidak apa apa silakan masuk nona" sambil membukakan pintu dan membungkuk sedikit.
Kenapa aku di suruh masuk bukannya malah mengusirku? dan kenapa suaranya tiba-tiba manis sekali padahal tadi seperti mau memangsahku saja. batin shanum dengan bingung.
"kenapa kau malah melamun nona? kau bertanya kenapa aku menyuruhmu masuk"
kenapa dia tau isi pikiranku?. gumamnya dalam hati sambil mengangguk.
__ADS_1
"Apakah anda tuan frisyam chaident?, pemilik pakaian ini" sambil menjinjing pakaian yang iya bawa..
"Sayangnya bukan nona"
"kalau begitu apakah anda asistennya atau pembantunya? " tanyanya lagi
"mana mungkin ada pembantu setampan saya nona "Balas pria itu sambil mengulurkan tangannya.
"Kenalkan nama saya hamson chada, saya adalah sahabat frisyam pemilik pakaian itu"
"Maafkan saya tuan hamson saya tidak bermaksud menghina tuan, tapi saya tidak punya banyak waktu tolong panggilkan tuan frisyam agar mengambil pakaian ini dan segera membayar upahnya " balas shanum sambil melirik jam tangannya dan mengabaikan uluran tangan hamson
oo rupanya jual mahal ni cewe'! "maaf nona tapi frisyam sedang mandi"
"Apakah saya harus menunggu tuan frisyam selesai mandi ?"
kenapa bukan dia saja yang membayarnya dia kan temannya.
"Tidak perlu nona, saya yang akan membayarnya itulah kenapa saya menyuruh anda masuk" jawab hamson dengan senyum mempesona
"kenapa mesti di dalam tuan di sinikan juga bisa tinggal ambil pakaiannya dan berikan uangnya " jawabnya dengan risih
lagi pula aku tidak tau ada apa saja di dalam sana, nanti ada yang aneh aneh.
melihat ekspresi shanum laki laki itu menghembuskan kasar nafasnya " Baiklah tunggu di sini nona akan aku ambilkan uangnya" hamson melangkah masuk ke dalam
wanita yang cantik dan seksi,,, maaf kawan, ku ingkari janji ku. Hamson tersenyum sendiri
Beberapa menit kemudian ia kembali
"Ini uangnya nona tapi tunggu dulu, seharusnya ini ada kompensasinya bukan"
"maksud tuan kompensasi seperti apa? " shanum mengenyeritkan dahinya.
__ADS_1
"Nona sudah terlambat datang sehingga acara meeting kami gagal, nona tau seberapa besar kerugian kami, jadi saya juga akan memotong upah nona supaya kita impas" ucapanya dengan seringai licik di wajahnya.
Apa apaan orang ini, baiklah sepertinya aku harus sedikit bersandiwara. tentu saja shanum tak terima
"Tolong tuan jangan potong upahnya aku bisa di usir bibiku, aku bisa jadi gelandangan, hidupku akan berakhir" Sandiwara shanum sambil pura pura terisak.
"Baiklah nona tapi dengan satu syarat"
"huffff syarat apa lagi tuan"
"Berikan nomer mu" sambil menyodorkan sebuah handpone kepada shanum
"baiklah tuan" jawab shanum sambil tersenyum jail.
Akan ku kerjai kau tuan mata keranjang, enak saja mau membodohiku anda salah orang tuan. batin shanum sambil mengetik sesuatu di HP tersebut.
"Jangan lupa nama mu jg" titahnya
"Sudah tuan" shanum mengembalikan handpone tersebut dan sepersekian detik ia langsung merebut uang itu dari tangan hamson kemudian berlari menuju lift..
"Dah tuan " teriaknya sambil melambaikan tangan.
Hamson yang pertama kalinya mendapat perlakuan seperti itu sontak kaget namun sepersekian detik terukir Senyum lebar di bibirnya "sangat lucu" gumamnya.
"Nona jika kita bertemu lagi ku pastikan kita berjodoh" teriaknya dengan percaya diri..
'Ck percaya diri sekali, ku pastikan kalau dia tau statusku percaya dirinya pasti akan Hancur.' batin shanum hingga badannya menghilang di balik pintu lif.
Bersambung.
...*****...
...Kira kira siapa jodoh keduanya shanum? 👉...
__ADS_1
...Jangan lupa like....
...komen positifnya mana bestiee? 😚...