
Shanum hendak pulang, ia telah berpamitan pada ibu panti dan di antar oleh juna ke depan tiba tiba sebuah pesan masuk ke handponen nya..
("kak tunggu aku di sana, aku akan jemput kakak")
Ternyata pesan dari raina, saat shanum ingin membalas chat raina kala dirinya sudah memesan taksi online dan taksinya sudah datang, tiba tiba handponenya lowbet
"haaa raina pasti sudah menuju kemari" liriknya
"Juna kalau adikku datang kemari tolong beri tau dia kalau aku telah kembali" ucap shanum sambil memasuki taksi
"oh iya namanya raina"
juna hanya mengangguk ,mendengar teriakan shanum setelah berada di atas taksi yang telah berlalu..
"Raina" lirihnya kemudian ia kembali membersihkan taman..
Setelah dua puluh menit sebuah mobil mewah Memasuki pekarangan panti asuhan, turung seorang wanita cantik yang memakai kacamata hitam dengan rambut terurai, ia memperhatikan sekeliling nampaknya ia telah mencari seseorang namun ia tidak melihat yang ia Cari, akhirnya ia memilih untuk menunggu di samping mobilnya namun beberapa menit menunggu ia merasa haus,ia membuka pintu mobil dan meraih botol minuman kemudian meneguknya sampai tandas dan membuang botol nya kesembarang arah
"Bisaka kau tidak membuang sampah sembarangan nona" ucap seorang pria yang menghampiri wanita tersebut dan pria itu adalah juna si tukan kebun
Raina berdecit kesal ia sudah gerah menunggu kini ia tegur oleh pria asing ia merasa tambah kesal
"satu botol saja tidak akan mencemari lingkungan mu" cibir raina
kletek... Juna menyentil dahi raina
"auwww" raina terpekik kaget dan menyentuh dahinya
"kenapa kau menyentil ku" teriak raina kemudian
"sunggu dangkal pemikiran mu nona, jika seratus orang atau seribu orang berpikiran seperti mu mungkinkah panti ini tidak akan di penuhi botol" terah juna
Betul juga ucapannya, pria yang cukup jenius batin raina
Namun raina tidak ingin terlihat kalah di depan pria asing tersebut
"Terserah pendapat mu tapi aku tidak peduli"
juna tidak menyangka wanita di depannya ini benar benar keras kepala
"Kalau begitu pungut sampah mu itu" titah juna
raina melotot kan matanya apakah ia tidak salah dengar seorang raina chada di suruh memungut sampah oleh pria asing
"siapa dirimu dan apa hak mu menyuruh ku? "
Juna lagi lagi tidak habis fikir wanita ini benar benar keras kepala, apa susahnya hanya memungut satu sampah miliknya sendiri dan wanita ini lebih memilih berdebat
"Aku punya hak karna diriku tukan kebun di sini dan kau menambah pekerjaan ku"
tukan kebun? tapi tampan batin raina
__ADS_1
"hhh Kau hanya tukan kebun, apa kau tau siapa aku" sombong raina
Wanita yang ceria tapi sayangnya sangat angkuh juna membatin
"Jaman sekarang banyak orang suka sekali membanggakan marga keluarganya bahkan menggunakannya untuk menindas seseorang " cibir juna sambil menggeleng lepala
"Kau tau nona siapa pun dirimu walaupun kau gadis kolonmerat aku tidak akan peduli jika kau melakukan kesalahan di tempat kami"
Raina Mendengus kesal ia menghentakkan satu kakinya dan berlalu meninggalkan juna tapi tiba tiba kakinya menginjak botol minumannya sendiri, ia terpeleset hampir terjatuh ke tanah tapi dengan cepat juna menopang tubuhnya, kini mata netra keduanya saling bertemu, keduanya cukup hanyut dalam pandangan itu tak habis habis raina memuja ketampanan pria di depannya itu begitupun dengan Juna pria itu terkekeh "Kau tau ini namanya senjata makan tuan" ucapnya pada raina
raina bangun dari tangan juna wanita itu bergegas ke mobilnya tanpa ada ucapan sedikit pun tentu ia merasa sangat malu, ia masuk ke dalam mobil menyalakan mesin Mobil dengan perasaan dongkol namun tak kunjung menyala bahkan ia telah lupa dengan tujuannya ke tempat ini
"shitt kenapa tiba tiba mobilnya mogok" raina terus saja mengumpat di atas mobil
Raina merasa bingung apa yang harus ia lakukan? sebentar lagi akan gelap tidak mungkin ia meminta tolong pada pria tadi, ia sudah sangat malu ia menghembuskan nafasnya kasar "Baiklah sepertinya aku harus membuang rasa maluku, lagi pula kami tidak akan bertemu lagi" fikirnya
akhirnya ia turun dari mobil dan kembali menghampiri juna
"hey bisaka kau membantuku mobil ku mogok? " ucap raina dengan canggung.
juna tidak menanggapi ucapan raina ia berjalan melewati wanita itu menuju mobil raina dan men cek bagian three box yaitu bagian mesin
"rupanya mobil ini sudah lama tidak terpakai" lirihnya setelah melihat kondisi mesin
"ya selama kakak ku kembali ke swiss ia tidak pernah lagi memakai mobil ini" ucap raina saat mendengar ucapan juna
"Sepertinya kau harus memanggil montir karna rusaknya cukup parah" seru juna
"tapi kalau nunggu montir urusannya bisa lama dan sekarang sudah mulai gelap" raina memelas
"Terima kasih" terah raina
"Aku tidak menyangka kau tau rasa berterima kasih juga nona angkuh " ucap juna melangkah pergi dan raina kembali merasa kesal
Kini juna telah kembali dengan sebuah motor trail, raina membulatkan matanya..
"ayo naik" seru juna
"What motor?"
"ya kau pikir apa? mobil!! "
"Tapi... aku tidak pernah naik motor apalagi motor seperti itu" terah raina
"kalau tidak mau ya tidak usah" ucap juna hendak berbelok
"oke aku mau" raina mendekat ke arah motor ia memandangi motor itu dengan perasaan bingung
"astaga tinggi sekali bagaimana aku naiknya" lirihnya tapi masih di dengar juna
juna turung dari motornya secepat kilat ia mengangkat pinggang kecil raina dan menaikannya ke motor sontak membuat raina kaget
__ADS_1
"ehhhhh apa yang kau la.k....." belum selesai ia bicara ia telah berada di atas motor di ikuti juna di depannya
"pegangan kalau kau tidak mau jatuh" ucap Juna kemudian melajukan motornya
"heh iya" Reina bukan berpegangan tapi malah mencengkeram pinggang juna sakin takutnya jelas membuat juna meringis
"arhhhh kau menyakiti ku"
"Maafkan aku" jawab raina mengendurkan pegangannya
"Kau tenang saja kau tidak akan celaka, dan aku yakin kau akan sangat menyukainya"
kini motor juna kembali melaju setelah beberapa menit perjalanan raina mulai menikmati perjalanan ia bahkan berteriak kegirangan
"ahhhhhh"!!! sakin senangnya membuat raina lupa akan rasa malunya pada juna
"Kau sangat berlebihan, apa benar ini pertama kalinya kau naik motor"
"iya,, seandainya aku tau rasanya seru seperti ini sudah lama aku mencobanya"
juna hanya terkekeh melihat tingkah wanita yang ia bonceng tersebut
"Jadi arah jalan pulang rumah mu yang mana nona? " tanya nya kemudian
Raina pun memberi arahan pada juna sehingga mereka tiba di suatu tempat
"Hey kenapa kau mengarahkan ku ke sebuah pantai? kau membohongi ku" juna merasa bingung
Raina turung dari motor, ia melepas helm nya kemudian memperbaiki rambutnya
"please mauka kau menemani ku jalan jalan di tempat ini sebentar saja" ucap raina menangkupkan kedua telapak tangannya di dada
"Baiklah tapi hanya sebentar saja"
Wanita asing kenapa aku tidak bisa menolak keinginan mu
Pria asing ini cukup menyenangkan.
keduanya membatin, kini mereka telah berada di tepi pantai raina begitu kegirangan, berlari ke sana kemari memutar mutar tumbuhnya seperti anak kecil saja,,,,sedangkan Juna hanya memandangi nya saja ia duduk di kursih di tepi pantai,, setelah lelah berlarian raina berjalan ke arah Juna dan duduk di sampingnya
"Kau sudah merasa puas nona? " tanya juna
"Berhenti memanggil ku nona panggil raina saja" titah raina
"oke raina dan mulai sekarang kau memanggilku juna saja" terah juna
"Baiklah juna"
Raina rupanya kau adik dari shanum wanita tadi bagaikan langit dan bumi. batin juna
Setelah puas melihat pemandangan pantai akhirnya juna mengantarkan raina ke rumahnya..
__ADS_1
Bersambung...
Maaf ya readers kali ini ada pemeran baru namun kisanya sampai di sini dulu nanti enneng lanjutkan di season dua ya menemani kisah frisyam tentunya di season dua 🙏🙏