Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria

Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria
Awal Penderitaan


__ADS_3

...Aku tidak perna menyangka di hari pernikahan ku di hari itu pun aku menjadi seorang janda, di mana seharusnya pernikahan itu menjadi kebahagiaan namun bagiku adalah awal penderitaan ....


*satu minggu kemudian *


Perlahan shanum membuka Matanya "akhhh" jeritnya saat ingin bangun dari tempat tidur namun rasa sakit masih terasa di tubuhnya.


"kamu sudah sadar nak, syukurlah.." Ucap paman parjo saat membuka pintu kamar dan mendengar suara shanum.


"Berbaringlah nak jangan dipaksakan bangun dulu, luka mu masih belum pulih" titahnya Kemudian.


"shamum sudah merasa lebih baik paman. Paman mas hendra mana? shanum mau ketemu mas Hendra "


Parjo menghembuskan nafasnya berat


"Maafkan paman shanum, mas mu tidak bisa Di temukan mungkin saja Dia sudah meninggal nak"


" Tidak Paman itu tidak mungkin, mas Hendra pasti masih hidup" teriak shanum histeris.


"Tenanglah nak kamu harus tabah, paman akan selalu ada untukmu" ucap parjo sambil memeluk shanum.


shanum terus memberontak dari pelukan pamannya "lepaskan shanum paman, shanum mau pergi mencari mas hendra "


"Percuma nak kami telah mencarinya seminggu ini tapi nihil, bahkan orang tua hendra telah membayar para penyelam Dan tim penyelamat tapi tidak Ada hasilnya sampai saat ini "


Mendengar ucapan pamannya seketikah tubuh shanum terguncang hebat, Dia menangis sejadi-jadinya Di pelukan parjo bahkan Dia berteriak histeris " Mas hendra kenapa mas menghakimi shanum secepat ini " teriaknya di sela tangisnya


...~~~...


Setelah kejadian Di rumah sakit tiga minggu yang lalu, shanum terus mengurung diri Di dalam kamar meluapkan segalah kesedihannya pada bantal Dan gulingnya.

__ADS_1


Tiba tiba suara ketokan pintu dengan keras mengagetkannya.


tok.....tok.... tok


"Shanum keluar sampai kapang kau akan seperti ini" teriak bibi asi


Benar kata bibinya, sampai kapang ia harus seperti ini, ia mengusap kasar air matanya dan bertekad untuk bangkit dari keterpurukannya


"iya bi' ada apa?" jawab shanum sambil membuka pintu.


"Ada apa, Ada apa, kamu pikir hidup ini gratis, makan Dan minum gratis, tiga minggu ini kamu tidak perna membantu bibi, apakah kamu tidak kasihan dengan paman mu yang harus mengantar pakaian dulu kemudian pergi bekerja hah" bentak bibi asi


"Maaf bi' shanum janji tidak akan seperti ini lagi " ucap shanum sambil menunduk merasa tidak enak hati.


"Baiklah bibi maafkan, tapi kamu harus antar pakaian ke langganan bibi soalnya pamanmu tidak bisa mengantarnya Dia sedang keluar kota"


"Baik bi'"


"Mau kemana lo..?" tanya amaira


"mau antar pakaian laundry ke pelanggan bibi"


"ow iya kok gue lupa yah itukan pekerjaan lo sebelum jadi jandess" hina amairah


Amairah adalah anak satu satunya paman parjo dan bibi asi, amairah adalah anak manja dan selalu irih pada shanum bahkan sering merampas apa yang shanum miliki,, bahkan saat dia tau shanum punya calon suami dia bahkan perna berniat merebut calon suami shanum tapi nihil karna hendra adalah orang yang sangat setia, Karna penolakan Hendra padanya membuatnya sangat membenci shanum, melihat mobil pengantin shanum dan Hendra kecelakaan dia sangat senang. Sungguh manusiah yang tidak berprasaan bukan.


"kalau nggak ada yang penting, gue pergi dulu"ucap shanum sambil Melangkah mendahului amaira.


"Tunggu upik abu, buatkan gue segelas coklat panas dulu sebelum lo pergi " titahnya

__ADS_1


shanum pun menghentikan langkahnya "Lo kan sudah dewasa, lo bisa buat sendiri " balasnya tanpa menoleh pada amaira


"Lo nentang perintah gue? heh sadar lo tuh cuma numpang disini, lo dan orang tua loh sama saja cuma bisa ngerepotin ayah gue dan ingat lo tu cuma janda yang nggak tau diri yang membawah sial,,,tau nggak " hina amaira dengan lantang


Sontak membuat shanum marah besar dan berbalik badan ingin menampar amaira tapi tiba tiba tangannya di tepis oleh bibinya, kemudian menampar balik shanum.


plakkkkk....


"Berani sekali kau ingin menampar putriku" bentak bibi asi


"Tapi bi dia yang mencari masalah duluan denganku" ucap shanum


"Aku tidak perduli siapa yang memulai terlebih dulu yang jelas kamu yang salah disini, cepat pergilah ini sudah terlambat. Ini alamat apartemennya dan itu pakaiannya di teras sudah aku kemas tinggal kamu bawah saja " perintah bibi asih tanpa merasa bersalah sudah menampar, langsung menyuruh.


Shanum langsung mengambil kartu nama itu tanpa melihatnya dulu, iya bergegas pergi meninggalkan dua orang yang tak berprasaan itu


"sabar shanum kamu harus kuat jangan memperlihatkan air matamu di depan mereka" gumamnya dalam hati, iyapun menuju keluar rumah dan menaikkan pakaian ke motornya, setelah selesai mengikat pakaian itu iyapun membaca alamat yang bibinya berikan


"Astaga jauh sekali" ucapanya dengan ekspresi terkejut.


Bersambung...


...****...


penasaran teman teman kemana shanum akan membawa pakaian itu? Pakaian itu akan membawa shanum ke kisah yang baru.


Ikutih terus ceritanya yah di next episode..


...Jangan lupa like...

__ADS_1


...komentar nya mana?...


...terimakasih ☺...


__ADS_2