Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria

Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria
Pertemuan shanum Dan Sonya


__ADS_3

Waktu menunjukkan jam 10 pagi, shanum berjalan memasuki rumah sakit terbesar di Perancis, ia ke tempat itu bukan untuk memeriksa kondisinya atau menjengut orang yang sedang sakit melainkan ia kesana untuk memastikan pendapatnya ia takut mengambil langkah yang akan menyakiti hati wanita lain


Ia berjalan menujuh ruangan dokter Sonya, terpaksa ia mengambil langkah ini karna hanya cara ini agar ia bertemu dengan dokter sonya tampa sepengetahuan Hendra


"kenapa kau kemari" Sonya bertanya saat melihat shanum ingin memasuki Ruangan nya


"Rupanya kau di sini, Aku hendak masuk ke ruanganmu"


"Ada keperluan apa?"


Dengan suara yang cetus sonya bertanya pada shanum,entah kenapa ia merasa kesal pada wanita yang baru dua kali di temuinya itu


"Kita perlu bicara"


"Apa yang ingin kau bicarakan denganku? sehingga kau jauh jauh datang kemari"


"Sepertinya tidak enak jika kita bicara di sini"


shanum tidak enak banyak orang yang berlalu lalang jelas saja ini depan ruangan jalan utama menuju kamar kamar pasien..


"Baiklah mari masuk ruanganku"


sonya memasuki ruangan di ikuti oleh shanum ia duduk di kursi kebesarannya dan menyuruh shanum duduk di sofa..


"Cepat katakan saya tidak punya banyak waktu "


"Aku kemari hanya untuk memastikan keraguanku" ucap shanum tidak enak hati


"Keraguan?" sonya menautkan keningnya


" jangan bertele tele cepat katakan" ucapnya kemudian


"Apakah kau menyukai mas Hendra?"

__ADS_1


sonya terbelalak, bagaimana mungkin wanita di depannya ini mengetahui perasaan nya, tentu saja ia mecintai Hendra, satu tahun lebih merawatnya bukan lah hal yang mudah baginya, jelas saja itu menumbuhkan benih benih cinta di hatinya


"pertanyaan yang bodoh"


Sonya hanya asal menjawab pertanyaan yang shanum layangkan padanya


"Kenapa kau tidak jujur saja sonyaa kalau kau mencintainya"


"kenapa kau berfikir seperti itu?"


sonya menaikkan salah satu alisnya ia bersikap setenang mungkin pada wanita di depannya itu, agar shanum tidak curiaga pandanya


"Aku bukan wanita bodoh Sonya, caramu memandangnya, raut wajahmu yang cemas saat menjelaskan kemarin padaku seperti kau takut kehilangannya"


"Kau salah paham shanum, aku tidak mencintai nya"


Sonya Bersikukuh, ia memang mencintai Hendra namun iya tidak egois iya tidak ingin menghalangi Hendra mengejar istrinya


"iya aku memang mencintainya"


Dengan nafas berat sonya mengatakan itu, entah kenapa kata itu keluar begitu saja di mulutnya, mungkin ia tidak lagi dapat membendung perasaannya


"Jadi apa maumu?"


"Aku hanya ingin mendengar langsung dari mulutmu"


"Apakah kau kemari hanya untuk mempermainkan perasaan ku, kau datang untuk mengatakan dia milikmu, kau ingin memamerkan bahwa kau akan berkencan dengannya bukan"


"Apakah aku seburuk itu di matamu Sonya? , kau tidak perlu khawatir Sonya aku tidak akan merebut mas Hendra darimu"


sonya mengerutkan dahinya, bukannya kalimat itu hanya pantas ia lontarkan bukan wanita yang di hadapannya ini yang harus melontarkan kalimat itu padanya karna nota benenya shanum adalah istri sah Hendra


"Tapi bukanka kalian akan berkencan malam ini? " sonya mengulang pertanyaan nya

__ADS_1


"Kami hanya berkencan, aku memberi mas Hendra kesempatan karna aku tidak ingin dia kecewa apalagi sakit hati"


"Tapi kau tidak perlu khawatir, aku tidak akan memilihnya"


shanum berusaha meyakinkan sonya


"Kenapa kau melakukan ini? apa kau tidak mencintainya? "


Shanum menghembuskan nafasnya pelan ia bukannya tidak mencintai Hendra bagimanapun Hendra perna menjadi bagian terpenting dalam hidupnya namun keadaan tidaklah seperti dulu, ia melakukan ini demi kebaikan bersama, ia merasa bersyukur karna ada yang mencintai Hendra dengan sangat besar..


Sonya bingun dengan wanita di depannya ini bagaimana mungkin dia rela melepaskan suaminya demi wanita lain, namun ia merasa bahagia dengan mata yang begitu berbinar binar..


"Maafkan aku yang mencintai suami mu, kenapa kau tidak marah padaku?"ucap Sonya yang sudah mulai terbuka pada shanun


"aku tidak berhak marah Sonya, aku hanya masa lalu mas Hendra, kau yang masa depannya dan Aku tidak menyesal melepas mas Hendra demi wanita baik seperti mu sonya"


"Tapi shanum jika mas Hendra tau semua ini dia akan membenci ku"


ada raut sedih yang terpancar di wajah cantik sonya, ia tau betul bagaimana Hendra mencintai shanum, ia tidak ingin menjadi penghalang hubungan mereka


"Kau tenang saja Sonya mas Hendra tidak akan tahu dan seiring berjalannya waktu dia pasti mengetahui perasaannya padamu, aku merasa mas Hendra juga menyukaimu"


"Tidak shanum dia tidak mencintai ku ia hanya merasa berhutang budi padaku dan ia hanya menganggap ku sebagai adik, orang yg iya cintai hanyalah dirimu"


"Itu karna dia merasa bersalah saja padaku atas tragedi satu tahun yang lalu, itu sebabnya ia tidak melupakan ku sonya"


"aku tidak menyangka kau sangat bijak shanum"


Sonya berjalan mendekat shanum dan menggenggam tangan wanita itu "Terimakasih" ucapnya kemudian..


Mereka akhirnya saling berpelukan


Semoga langkah yang ku ambil ini benar..., Mas Hendra maaf kan aku, shanum membatin

__ADS_1


__ADS_2