
Shanum begitu risau memikirkan apa yang ia lihat di restoran tadi, ia berfikir apakah frisyam hanya mempermainkan dirinya saja?, maemuna yang melihat ekspresi shanum mengerutkan dahinya ia bingung dari tadi di mobil hingga sampai apartemen shanum terlihat melamun, ia merasa sahabatnya itu menyembunyikan sesuatu darinya
"Lo kenapa num?"
"ahh!! nggak mun gue cuma lelah saja"
shanum menyembunyikan perasaan nya pada sahabatnya itu ia tidak ingin maemuna berfikir yang tidak tidak
"ohh" ucap maemuna kemudian menghempaskan tubuhnya ke kasur sambil menggulung gulungkan tubuhnya
"ahh nyaman sekali aku rindu tempat tidur ini" ucapnya merasa bahagia karna jeck mengizinkan nya menginap di apartemen shanum entah kenapa pria itu tiba tiba mengizinkannya yang awalnya ia menolak dengan keras atas permintaan maemuna
"kau seperti anak anak saja, minggir aku mau istirahat"
"Baiklah ngomong ngomong bagaimana kencan mu" tanya maemuna sambil menggeser badannya
"lancar" jawabnya singkat
"Gue penasaran siapa yang paling romantis num dan siapa kencan yang paling berkesan?"
"mereka bertiga sangat romantis tapi yang berkesan... " ucap shanum terpotong ..
shanum mengingat kencan nya dengan frisyam ia merasa sangat bahagia dengan kencan yang terbuka seperti itu tapi kencan hamson juga tidak kalah terkesannya
__ADS_1
"Kenapa ucapan mu terpotong, siapa yang paling berkesan" tanya maemuna lagi
"ah sudalah mun Semuanya berkesan"
maemuna merasa kesal mendengar jawaban shanum tapi ia merasa kepo ia mencacarkan berbagai pertanyaan
"jadi apa keputusan lo num, siapa yang akan kau pilih? "
shanum menghembuskan nafasnya pelan
"Ini sangat sulit mun haruska aku memilih di antara mereka?"
"Tentu saja num kalau kau tidak memili kau akan di anggap mempermainkan mereka "
"Baiklah muna hatiku telah memilih salah satu dari mereka"
****
Sedangkan di tempat lain Setelah mencari tau tentang frisyam di kota ini nindia memutuskan untuk menemui frisyam ia berjalan memasuki perusahan jfris group dengan penuh rasa percaya diri ia bertekad mendapatkan frisyam kembali karna ia tahu pria itu sudah sangat sukses apalagi melihat postur tubuh frisyam yang begitu perfect berbeda dengan frisyam yang dulu ia merasa bersemangat..
ia berjalan memasuki ruangan frisyam dengan begitu anggun ia melihat pria yang ia cari tengah sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk di meja nya, frisyam yang tengah sibuk ia tidak sadar akan kedatangan nindia
nindia berjalan ke arah frisyam wanita itu langsung mengalungkan tangannya di leher frisyam dan bertopan dagu di bahunya sontak frisyam tersentak
__ADS_1
Rahang frisyam mengeras ketika melihat siapa yang telah berani mengganggu nya ia langsung bangun dari duduknya dan menyeret nindia keluar dari ruangannya tanpa bicara sedikit pun
"Security...." teriak frisyam menggema saat telah berada di luar ruangan
security berhambur Menghampiri tuannya mereka merasa takut ini pertama kali tuanya terlihat sangat marah besar
"Siapa yang mengizinkan wanita ini masuk ke ruangan ku?"
"kami tidak tau tuan nona berkata adalah kekasih tuan" jawab salah satu Security tersebut
"Mulai besok jika dia kemari lagi langsung usir saja" ucap frisyam dengan penuh amarah
nindia mengepalkan tangannya ia merasa sangat di permalukan oleh frisyam ia tidak percaya pria itu benar benar membencinya
"kau terlalu berlebihan frisyam" ucap nindia
"Apa yang kau katakan aku berlebihan hah, kau tau karna dirimu aku kehilangan orang yang sangat berharga" ucap frisyam sambil mencengkram dagu nindia
Wanita itu mengeram kesakitan iya sungguh tidak menyangka frisyam bisa bertindak kasar padanya ia merasa pria itu benar benar berubah karna perbuatannya
"Lepas.. frisyam.. " ucapnya terbata
Frisyam akhirnya menghempaskan tubuh nindia, wanita itu terjatuh ke lantai
__ADS_1
"Ku peringatkan jangan temui aku lagi" ucap frisyam melenggang pergi
Bersambung...