
Akhirnya mobil sampai Di mansion keluarga chaident mereka bertiga pun turun dari mobil, shanum nampak tertegun melihat rumah yang Ada Di depannya.
'Besar sekali rumahnya' gumamnya namun di dengar oleh frisyam dan jack
"dasar kampungan" ucap frisyam sambil melangkah meninggalkan shanum
"Nyonya ini mansion silahkan masuk" ucap jack ramah
"jack boleh aku bertanya sesuatu? "
"iya nyonya?"
"kenapa tuan mu akhlak nya buruk sekali jack? "
" hhh nyonya pertanyaan macam apa itu nyonya, kalau tuan dengar nyonya bisa di habisi tuan"
"Aku tidak takut padanya jack, selagi perbuatanku itu benar "
"ku peringatkan nyonya jangan sekali kali membuatnya marah, dan nyonya jg harus ingat tuan masih belum memulai permainannya jdi waspadalah nyonya "
"kau menakutiku jack, di dalam permainan pasti hanya satu yang akan menang jack, tidak ada permainan yang membuat keduanya menang, entah aku atau dia yang akan runtuh tapi aku tidak akan menyerah semudah itu jack"
"Mari masuk nyonya mungkin tuan besar sudah menunggu nyonya"
'kau sungguh mengagumkan nyonya semoga saja hati tuan dapat luluh pada nyonya' batin jack
Sedangkan di dalam mansion.
"Syam kemari nak, istrimu mana kenapa kamu masuk sendirian " ucap ardan
"pah biarkan frisyam duduk dulu, ayo duduk nak" potong mama frisyam
tiba tiba terdengar suarah lebut dari pintu
"Assalamualikum " salam shanum Setelah memasuki rumah
"Walaikumsalam, kemari nak " jawab ardan
"iya paman"
"Jangan panggil paman nak panggil ayah saja kamu kan sudah menikah dengan frisyam putra ayah"
"iya ayah"
'Pandai sekali kau mencari muka so' alim jg kau rupanya' batin frisyam
"Duduklah nak ayah mau bicara hal pentin padamu dan juga frisyam"
"dady mau bicara apa? langsung keintinya saja dad frisyam ingin istirahat" ucap frisyam
"Begini besok ayah akan berangkat ke jerman untuk memulai pengobatan, ayah harap setelah kepergian ayah kamu menjaga shanum dengan baik"
"Dia bisa menjaga diri sendiri dad" bantah frisyam
"kamu jangan membantah ayah frisyam dan kamu mah awasi frisyam dan laporkan pada papa setiap perlakuannya pada shanum istrinya " titah ardan
"Iya pokoknya papa tenang saja fokus saja pada pengobatan papa" ucap mama frisyam meyakinkan..'Maaf pah tapi mama di pihak frisyam mama juga membenci wanita itu' lanjutnya dalam hati
"Sebelum ayah pergi ayah ingin bemberikan ini untuk mu nak, mendekat lah nak" titah ardan pada shanum.
"iya ayah, tapi ini apa ayah" tanya shanum.
"itu kartu tanpa limitd pergunakan lah untuk membeli semua kebutuhan mu" ucap ardan
"maaf ayah tapi sepertinya shanum tidak bisa menerimanya lagi pula ayah sudah memberikan kartu seperti ini kepada keluarga ku "
"kamu harus terima nak yang ayah berikan pada keluargamu itu lain juga ceritanya, itu untuk memenuhi kebutuhan mereka sedangkan itu untuk memenuhi kebutuhanmu"
"Tapi shanum tidak butuh apa apa lagi ayah" tolak shanum halus
"Tidak ada bantahan nak simpanlah kartu itu " titah ardan
"Baiklah ayah" Pasrah shanum
__ADS_1
"Sudah selesai dramanya aku pergi dulu ke kamar " ucap frisyam sambil melangkah pergi.
"itu anak benar benar tidak ada akhlaknya, jack antar shanum ke kamar frisyam " titah ardan.
"Baik tuan, mari nona" ucap Jack yang di ikuti oleh shanum
sedangkan di dalam kamar frisyam nampak frustasi dia meluapkan segala kekesalannya di dalam kamar mandi.
"Ini kamarnya nyonya silahkan masuk" ucap jack
"baiklah jack terima kasih"
"jangan lupa memanggilku jika nyonya butuh sesuatu "
"iya jack" shanum pun membuka pintu kamar kemudian melangkah masuk secara perlahan disaat dia sudah berada di dalam kamar dia kembali tertegun melihat kamar yang ada di depannya.
'Besar sekali, ini kamar atau rumah dan kenapa kamar ini banyak sekali pintunya.. " gumamnya dalam hati , tiba tiba frisyam keluar dari salah satu pintu yang dia lihat dengan tubuh setengah basah dan hanya mengenakan handuk yang terlilit di pinggangnya saja, dengan cepat shanum memalingkan wajahnya.
"Apa yang kau lihat?"
"Saya tidak melihat apapun, Maafkan saya tapi bisaka anda menggunakan pakaian terlebih dahulu" ujar shanum.
"Kenapa bukankah ini yang kau inginkan selain harta orang tuaku kau jg menginginkan tubuhku" frisyam berjalan mendekat sambil mencengkram dagu shanum.
"lepaskan frisyam kau menyakiti ku " sudah ku katakan aku tidak menginginkan apa pun dari mu atau keluargamu "
"Selain penjilat kau nampak pandai sekali bersilat lidah, hentikan sandiwaramu di sini sudah tidak ada dedy ku, hanya kau dan aku "
"Lepaskan aku" teriak shanum karna tidak terimah ucapan frisyam.
"Baiklah, lagi pula kau bukan selerah ku" sambil melepaskan cengkramannya.
"Dengarkan aku baik baik tuan frisyam chadent uang bukan segalanya bagiku, dan aku tidak butuh uangmu" ucap shanum sambil mengusap kasar air matanya agar frisyam tidak melihatnya.
"Tapi segala galanya butuh uang, bahkan banyak yang menjual harga diri mereka demi uang termasuk kau yang menjual dirimu kepada dady ku"
"Cukup tuan frisyam chaident jika ini yang membuatmu berfikir aku menjual diriku kepada ayahmu maka aku tidak butuh ini " sambil melempar kartu limitd kepada frisyam
"Berani sekali kau, kau pikir karna aku membiarkanmu seenaknya waktu itu kau bisa lancang padaku" Sambil menunjuk wajah shanum.
'cih kau sangat bangga bukan lelaki ringan tangan tapi lidahmu setajam silet yang lebih menyakitkan dari pada sebuah tamparan tapi sudah la lebih baik aku diam dari pada terus mendebatnya tdk akan ada habisnya' batin shanum
"Kenapa kau diam apa kau merencanakan sesuatu? "teriak frisyam
"Aku tidak merencanakan apapun kenapa pikiranmu sangat kotor"
"Sudalah, ingat baik baik peraruranku. pertama kita tidak berhak mengurusi urusan masing masing, kedua kuperingatkan selain kau dan temanmu itu jangan sampai ada yang tau tentang pernikahan kita, jika kita bertemu di luar sana anggaplah kita tidak saling mengenal, Aku tidak mau harga diriku hancur jika mereka tau aku menikah dengan seorang janda"
Deg.. seketika shanum terhuyung ke belakan
'sehina itukah seorang janda di matamu?, tenang shanum jangan perlihatkan kelemahanmu di depan laki laki bejad sepertinya'
"Dan yang terakhir jangan perna kau memasuki pintu yang pertama itu jika kau berani maka kau akan menyesalinya" Terah frisyam sambil menunjuk pintu yang ada di dalam kamarnya
'Apa istimewahnya pintu itu'. batin shanum
"jack" teriak frisyam
"Iya tuan "ucap jack yang ngos ngosan karna berlari ke kamar frisyam
"kau sudah menyelesaikan yang ku perintahkan jack "
"sudah tuan"
"kalau begitu tunjukkan padanya, aku mau memakai pakaianku dulu" titah frisyam
"Baik tuan, ikut aku nyonya"
" Nyonya pintu ketiga ini sekarang adalah kamar nyonya silahkan masuk nyonya " ucap jack lagi sambil membukakan pintu untuk shanum.
"jack bolehka aku bertanya lagi? "
"Tentu saja boleh nyonya asalkan bukan pertanyaan seperti di halaman depan lagi "
__ADS_1
"Tentu saja bukan jack, aku cuma mau tau kenapa di dalam kamar tuanmu banyak sekali pintu menuju ruangan lain apakah ruangan ini memang di persiapkan olehnya jika sudah menikah istrinya akan di suruh tidur disini jack" tanya shanum polos.
"Hhh nyonya itu tidak benar ruangan ini sebenarnya adalah ruang baca tuan karna dia suka sekali membaca tapi tuan menyuruhku untuk menjadikannya kamar untuk nyonya karna dia tidak mau ayahnya mengetahui kalau nyonya tidak satu kamar dengan tuan, maafkan saya nyonya" terah jeck
"Tidak apa apa jack saya sadar diri kok, kalau pintu yang lainnya jack?"
"kalau pintu yang kedua adalah kamar mandi dan yang pertama Saya rasa tuan sudah memberi tahu nyonya"
"Dia hanya memperingatiku jack agar tdk memasuki pintu itu selebihnya aku tidak tau tapi aku penasaran jack "
"Saya rasa buang rasa penasaran nyonya jika tuan sudah memperingati nyonya maka tolong nyonya jangan coba coba memasuki ruangan itu. sekali lagi maafkan saya nyonya "
"Baiklah jack lagi pula aku tidak ingin mencari masalah dengan silet itu "
"silet?" jack mengerutkan dahinya
"iya silet soalnya ucapannya setajam silet jack "
"jhhhh nyonya kau sungguh lucu" jack tertawa terbahak bahak tiba tiba tawanya terhenti mendengar teriakan frisyam
"Jack apa yang kau lakukan di dalam lama sekali, kau menertawakan apa hah" bentak frisyam
"Jack keluarlah sepertinya dia tidak bisa hidup tanpamu"
"Permisih nyonya" shanum hanya menggangguk
'setidaknya kamar ini sudah lebih dari cukup ada tempat tidur, lemari pakaian dan sebuah meja setidaknya aku bisa menggunakannya untuk menulis novel ku dan ada beberapa rak buku juga setidaknya jika aku bosan bisa membaca buku buku ini' . shanum membatin
...****...
Bersambung.
pemeran visual hasil halu' author maaf jika ada kesamaan visual 🙏🙏
maaf juga ya jika enneng lambat ngasih visualnya 🙏🙏😂😂
shanum almeer
frisyam chaident
Hamson chada
hendra pratam
5.maemuna
amairah
nindia
jack
__ADS_1