Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria

Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria
Hari pernikahan Frisyam Dan shanum


__ADS_3

Menikah adalah Hari yang ditunggu tunggu bagi setiap pasangan Di dunia tapi tidak untuk pasangan yang menikah pada Hari ini mereka sama sekali tidak bahagia.


Frisyam hanya menampakkan wajar datarnya tanpa senyum sedikitpun sedangkan shanum kelihatan cemas. Ijah khobul pun dimulai , frisyam nampak sangat Santai mengucap ijab khobul tapi di hatinya menyimpan amarah.


"Akhirnya kalian resmi jg menjadi suami istri nak " ucap ardan yang merasa sangat bahagia


"Jadilah istri yang berbakti nak" pesan parjo


"selamat " ucap mama frisyam ketus.


" selamat Num " ucap maemuna sambil memeluk shanum.


'kenapa Lo slalu beruntung Shanum menikah dengan laki laki Tampan Dan kaya' Batin amaira sambil mengepalkan tangannya.


"sudah sudah ucap ucapannya mari kita makan, makanan sudah siap" potong asih


"Iya Mari kita makan dulu " ajak parjo


"Iya jo' tapi setelah makan kami sudah harus kembali Dan shanum pun ikut dengan kami hari ini" jawab ardan


"Kenapa cepat sekali bukannya mereka harus menginap di sini dulu?"


"Maaf jo' tapi frisyam punya banyak sekali pekerjaan yang harus Di kerjakan Dan kami tidak mungkin meninggalkan shanum di sini" ucap ardan


"Maklum lah mas orang sibuk, iya tidak apa apa tuan yang penting tuan ingat janji tuan " oceh asih cengengesan.


"apaapaan si ibu'" potong parjo


"Iya aku ingat, ini untuk keluarga kalian" ucap ardan sambil memberikan kartu tanpa limitd.

__ADS_1


"uuwalah makasih tuan" ucap asih sambil mengambil kartu itu.


"Dasar keluarga matre' batin mama frisyam


'Cih,, Kau sungguh membanggakan dirimu nona tapi lihat ini baru selesai menikah saja keluargamu telah memperlihatkan wujud mereka' batin frisyam sambil melirik Shanum.


Mereka akhirnya telah selesai makan, shanum telah membereskan barang barangnya yang Akan Di bawa ke rumah frisyam iyapun telah pamit kepada paman Dan bibinya.


Mobil mereka telah meninggalkan kediaman parjo melaju membelah jalanan, sedangkan shanum nampak sangat cemas di dalam mobil entah apa yg dia pikirkan. Sebentar lagi mobil melewati jalanan tempat tragedi kecelakaan Shanum Dan Hendra, tiba tiba semua yang Di dalam mobil terutama maemunah yang ikut nebeng di mobil frisyam mereka dikagetkan dengan teriakan shanum.


"awaaassss mas" teriak shanum histeris kemudian tidak sadarkan diri.


"Gila Lo.. " terah frisyam tak kalah kencang


"Lo kenapa num? hey num Lo kenapa?.. Cemas maemuna.


" Tidak tau jack dia tidak sadarkan diri Kita ke rumah sakit jack " ucap maemuna


"Tidak usah ke rumah sakit jack sebentar jg dia sadarkan diri " potong frisyam.


"Kau benar benar tidak punya Hati tuan" ucap maemuna dengan marah.


"Kau punya minyak angin jack tolong berikan padaku" ucap maemuna lagi


"kebetulan Ada "jawab Jack sambil menyodorkan minyak Angin.


" Terimah kasih jack " maemuna pun mengoleskan minyak angin pada shanum akhirnya shanum pun mulai sadarkan diri.


"Num Lo udah sadar Lo baik baik aja Kan?"

__ADS_1


shanum hanya mengangguk


"Cih pandai sekali bersandiwara" ucap frisyam


"Anda baik baik saja Nyonya ? " tanya jack


"Iya jack, maafkan saya karna membuat kalian kaget"


"Memangnya tadi lo kenapa num? "tanya maemuna lagi


"Gue mungkin cuman trauma aja muna, nggak Tau kenapa tiba tiba kejadian satu bulan lalu terlintas di pikiranku saat melewati jalanan tadi " Ucap shanum dengan sedih sedangkan maemuna jg merasa sedih melihat shanum apalagi melihat firsyam yang tidak peduli pada shanum iya Memeluk shanum erat.


'setakut Ituka dirimu, ah kenapa aku Malah memikirkannya Wanita ini pandai bersandiwara dan aku Sangat membencinya' batin frisyam merasa kasihan pada shanum tapi secepatnya ia tepis


"Nona bisaka kau menunjukkan jalan menuju rumahmu Kita sudah Ada di kota" ucap jack sontak mengagetkan ke tiga manusia yang sedang melamun itu.


"Ehhh iya jack, rumahku Di depan sana, sedikit lagi yang dekat apotik itu "ucap maemuna sambil menunjuk apotik Di depan


"Baiklah" jack kembali mengemudikan mobilnya setelah beberapa menit merekapun sampai Di rumah maemuna "Apa ini rumah anda nona" tanya jack lagi.


"Iya. Num gue turun dulu ya kalau lo Ada masalah atau suami lo nyatin lo hubungi gue biar gue beri pelajaran itu orang" sambil melirik frisyam, shanum hanya mengangguk menanggapi ucapan maemuna


"Terimah kasih tuan tuan, Bye Num " ucap mamunah lagi sambil melambaikan tangan .


...****...


Bersambung.


Maaf kawan kawan saat in ceritanya nya kurang panjang, jangan lupa like and komen supaya author semangat mutar otaknya agar lebih banyak alur nya😅😅

__ADS_1


__ADS_2