Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria

Tejebak Pernikahan Rumit 3 Pria
Rencana perjodohan part 2


__ADS_3

Semua keluarga nampak telah berkumpul di ruang keluarga, baik frisyam, hamson, jack si asisten pribadi sudah ada di sana untuk mendengarkan kabar penting apa yang ingin di sampaikan tuan besar. Dengan perasaan was was masing masing.


"Baiklah karna semuanya sudah berkumpul ayah ingin mengatakan hal yang penting untuk mu frisyam " ucap ardan membuka pembicaraan.


"papa langsung saja ke inti pembicaraan pa jangan buat kami mati penasaran" ucap marlina istri ardan chaident sambil meminum jus.


"Baiklah dengarkan baik baik syam, papa akan pergi berobat ke jerman tapi sebelum itu papa ingin kamu menikah terlebih dahulu dengan wanita pilihan papa nak " ucap ardan tanpa basa basi.


ucapan tersebut sontak membuat semua yang ada di ruangan itu kagat terlebih frisyam.


"uhuk..." Hingga membuat marlina tersedak


"Maaf dad tapi syam sudah punya calon istri dan dia sedang berada di Swiss dad" bantah frisyam.


"Tapi nak kamu tau kan grandpa mu tdk akan setuju kamu dengannya "


"Tapi kenapa dad"


"Nanti kamu pasti tau sendiri alasan grandpa nak"


"Baiklah jika dad tidak mau memberi tahuku alasannya Tapi bukan berarti aku mau menikahi wanita pilihan dady "


"Kalau boleh tau pah siapa wanita itu?" marlina angkat bicara..


"Dia adalah Shanum keponakan parjo" tegas ardan.


"Parjo supir pribadi papa? " tanya marlina...


Ardan hanya menganggung sedangkan marlina membulatkan matanya sambil membekap mulutnya, membuat yang lainnya mengerutkan dahi melihat ekspresi marlina.


"Apakah kamu sudah gila pah, ingin menikahkan putra kita dengan seorang janda" ucap marlina dengan suara meninggi.


Mendengar pernyataan marlina sontak membuat semua keluarga tambah kaget, frisyam nampak frustasi sedangkan hamson dan jack nampak menahan tawa.


tak ku sangka seorang tuan muda frisyam yang di gilai banyak wanita malah ingin di jodohkan dengan seorang janda.


Begitulah pemikiran hamson dan jack


"Memangnya kenapa mah jika dia seorang janda, dia memang janda tapi masih perawan, Dia di tinggal mati suaminya sejak hari pernikahan, papa rasa tidak masalah, lagi pula papa tidak memandang status, yang penting kepribadiannya dan dia adalah wanita yang sangat baik " tutur ardan panjang lebar.


"Apa kata dunia pah jika seorang frisyam chaident anak orang terkaya di asia dan seorang pengusaha muda sukses, menikah dengan janda miskin, mau di taruh mana muka mama pah, lagi pula banyak kok wanita baik baik di luar sana yang bukan seorang janda" cerocos marlina tak terima.


"Mom sudah, biarkan dady bicara sesukanya yang jelasnya frisyam tidak akan menikah dengan wanita itu. Jika dady ingin frisyam menikah maka aku hanya akan menikah dengan nindia kekasihku" ucap frisyam sambil meninggalkan ruang keluarga berjalan menaiki anak tangga.


"Tunggu nak, baiklah jika itu keputusan mu tapi dengar keputusan papa, jika kamu tidak mau menikahi shanum maka papa akan menghentikan pengobatan papa biarkan saja papa mati sia sia di sini" ancam ardan.

__ADS_1


Seketika frisyam menghentikan langkahnya ia mengepalkan tangannya merasa bingung dengan situasi ini, Dengan nafas yang berat dan kasar akhirnya iya menjawab " Baiklah dad terserah dady saja tapi dengan satu syarat rahasiakan pernikahan ini" Hanya itu yang bisa frisyam ucapkan dan dengan langkah gontai dia melanjutkan langkahnya masuk ke kamar..


prakkkk.... frisyam membanting pintu kamarnya dengan keras sehingga penghuni ruang keluarga dapat mendengarnya.


Dia begitu frustasi, di dalam kamar frisyam melampiaskan kemarahannya dengan meninju dinding dan menghancurkan semua barang di kamarnya, dia tidak ingin lagi membantah ayah nya karna dia tau penyakit ayahnya, sedangkan di sisi lain dia teringat janjinya pada nindia kekasihnya yang sedang mengejar karirnya di swiss.


Sedangkan di tempat lain, parjo nampa bingung memasuki rumahnya dengan langkah gontai dan mencari keberadaan istrinya..


"Bu', bu mas pulang" ucap parjo


"Ada apa mas ibu di dapur " jawab asi dengan berteriak kecil sambil berjalan menghampiri parjo.


"Apa shanum sudah pulang bu'?"


"Belum mas tapi sebentar lagi anak itu pulang, memangnya kenapa mas? "


Parjo pun menceritakan semuanya pada istrinya termasuk kompensasi yang tuan ardan janjikan, asi pun nampak sumringai mendengar ucapan parjo dia nampa berfikir keras bagaimana cara agar shanum mau menerima pernikahan itu.


"Assalamualikum, shanum pulang bi'" shanum yang tiba tiba datang dari arah pintu.


"Waalaikumsalam" serentak keduanya


pucuk di cinta ulangpun tiba, fikir asih "sini nak duduk dekat pamanmu "panggil asi


Kenapa hari ini bibi bicaranya manis sekali. batin shanum


"Begini nak paman ingin bicara sesuatu dengan mu nak tapi kamu jangan marah ya" ucap parjo dengan perasaan cemas.


"paman mau bicara apa, shanum janji tdk akan marah, paman bicara saja" sambil menggenggam tangan parjo.


"Apakah kamu bersediah menikah lagi nak " ucap parjo dengan nafas berat .


shanum tersentak mendengar ucapan parjo perlahan shanum menarik genggaman tangannya.


"Apakah paman tidak salah bicara " tanyanya pada pamannya.


"Tidak nak paman serius" parjo pun menceritakan detailnya pada shanum .


"Maafkan shanum paman tapi shanum tidak bisa, paman kan tau semua tentang shanum, mas hendra baru meninggal bahkan satu tahun pun tak mampuh mengobati luka hati shanum, apalagi ini baru satu bulan paman, bagaimana paman berfikir secepat itu" ucapan shanum dengan tubuh gemetar dan air mata yang hampir tumpah.


"Maafkan paman nak tapi jika kamu tidak setuju tidak apa apa nak, paman akan memberitahu tuan besar asalkan kamu jangan menangis"


"Terimah kasih paman" ucap shanum sambil memeluk parjo.. "shanum ke kamar dulu paman" ucapnya lagi sambil berjalan menuju kamarnya..


"Apakah aku keterlaluan pada shanum " tanya parjo pada istrinya

__ADS_1


"tidak mas, mas sudah benar, pergilah mas beritahu tuan ardan kalau shanum menerimah lamarannya.." ucap asi dengan seringai licik..


"Apa maksudmu mah kamu kan dengar tadi shanum menolaknya kenapa kamu bicara seperti itu apa kamu ingin memaksanya?"


"Tidak mas, shanum hanya perlu di bujuk dan aku akan membujuknya, tuan ardan dan keluarganya sangat baik mas, shanum seharusnya bersyukur karna mau di terimah oleh keluarga tuan ardan dengan statusnya seorang janda ,Dan ini demi kebaikannya agar dia dapat melupakan Hendra Dan hidup bahagia dengan tuan muda frisyam" Rayu asih pada suaminya.


"Baiklah mas pergi dulu tapi mas tidak akan memberi tau tuan ardan sebelum kamu membujuk shanum, dan beritahu mas lewat pesan keputusan terakhir shanum, jangan paksa shanum jika dia masih tidak mau "


"iya mas"


Setelah kepergian parjo, asih menjalankan rencana liciknya, sambil berjalan kekamar shanum...


"tok... tok.. " terdengar suara ketukan pintu di dalam kamar shanum, setelah terdengar dua kali ketukan akhirnya shanum membuka pintu...ceklek..


"Ada apa bi'? " tanya shanum..


"Keluar " titah asi sambil menarik tangan shanum...


"Kalau kau tidak mau menikah dengan tuan muda lebih baik kamu pergi dari rumah ini"


"Baiklah bi' jika itu keputusan bibi shanum akan pergi"


"Iyah pergilah dan jangan harap membawa satupun benda keluar dari rumah ini "


"Tapi barang barang peninggalan orang tuaku, aku akan membawanya bersama ku bi"


"Jangan harap kau bisa mengambilnya shanum, aku akan membakarnya"


"ku mohon jangan bi, jangan lakukan itu" mohon shanum


"Dan setelah kau pergi kau tau apa yang akan terjadi pada paman mu,? Dia akan di pecat dari pekerjaanya dan setelah itu aku juga akan mengusirnya dari rumah ini jika sampe dia kehilanga pekerjaannya, Apa kau ingin melihat paman mu jadi gelandangan hah? " Ancam asi penuh dengan tipu muslihat..


Mendengar ancaman bibinya shanum jadi takut..


'lebih baik aku yang menderita dari pada paman yang menanggung semua itu' fikirnya


"Bibi sangat kejam padaku bahkan pada pamanku, Baiklah bi terserah bibi saja aku menerimahnya" ucap shanum dengan air mata yang berlinang linang sambil berlari ke dalam kamarnya.


...*****...


Bersambung..


Penasaran dengan next episodenya?


jangan lupa like and vote nya.. 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2