
Hari demi hari kami lalui di kapal pesiar kak shanum sangat bahagia karna kak hamson kembali romantis, Banyak cinta yang mereka tabur di kapal pesiar tersebut, aku ikut bahagia melihat kisa cinta mereka.. Akhirnya kami telah sampai di negara ini..MALDIVES namun...
kembali ke flashback
"Welcome to Maldives.... " Di ujung kapal shanum berteriak kegirangan
Hamson dan raina tersenyum melihat tingkah shanum yang seperti anak anak jika bahagia
"argh" Hamson tersentak merasa kan sakit sesaat
"kak kenapa? "
"Tidak apa apa Rai"
"Astaga kakak mengagetkan saja" balas Raina
"Bagaimana Raina apakah barang kita sudah siap?" Shanum bicara sambil mendekat
"Iya kak"
Akhirnya kapal pesiar telah Sandar, semua barang mereka telah di bawah oleh para pelayan
"ayo kita turun" Terah shanum dengan ceria
Saat kami hendak turung tiba tiba kak hamson ambruk ia tejatuh kelantai
"Mas.. mas kenapa? " ucap shanum dengan panik
"Kak hamson Kak? "
aku dan kak hamson mengguncang tubuh kak hamson namun tidak ada respon, wajah kak hamson sangat pucat denyut nadinya melemah
"Tolong..." kak shanum berteriak histeris
"Siapaun tolong kakak ku" teriakku kemudian
Pihak kapal pesiar akhirnya datang membantu kami, mereka mengangkat kak hamson naik ke atas mobil ambulance di ikuti oleh ku dan kak shanum
"Mas apa yang terjadi hiks.. hiks" shanum terus menangis dan membasahi wajah hamson sehingga hamson membuka matanya membuat raina Dan shanum merasa legah
"Shanum maaf kan mas, mas mencintaimu" ucap hamson dengan lemah
"Iya mas, aku juga mencintai mu mas harus kuat" jawab shanum menciumi wajah hamson
"Temui dokter wijaya" ucap hamson dengan suara semakin melemah iapun kembali tidak sadarkan diri
__ADS_1
"Mas.. mas.. " shanum menepuk nepuk pipi hamson
Akhirnya ambulance telah sampai di rumah sakit dengan cepat kak hamson di bawah ke ruangan UGD , dokter dan perawat berlarian menuju ruangan tersebut, aku dan kak shanum tidak di biarkan masuk
"Kalian harus menunggu di luar" titah dokter
"Tapi dok saya istrinya" kak shanum menimpali
"Maaf nona tapi ini keadaan genting" dokter buruh buru memasuki ruangan dan perawat menutup pintu ruangan
Dengan cemas dan gemetar kak shanum mondar mandir di depan pintu ruangan, aku menghubungi kedua orangtua ku agar menyusul kami ke mari bersama dengan dokter wijaya
Setelah satu jam menunggu akhirnya pintu ruangan terbuka dokter keluar dengan raut wajah sendu kak shanum buru buru menghampiri dokter
"Apa yang terjadi dok suamiku baik baik saja bukan? "
Dokter awalnya diam, ia menantap ku kemudian beralih menatap shanum, dokter itu menghembuskan nafasnya pelan lalu dokter itu menggeleng
"Tidak... kak hamson hiks hiks.."
"Apa maksud dokter?" kak shanum berusaha tenang
"Maafkan kami Nona, nyawanya tidak tertolong" jawaban dokter itu membuat kak shanum histeris
"arhhh hiks hiks tidak mungkin.. tidak, dokter pasti berbohong" shanum yang tidak menerima kenyataan memukul mukul bahu dokter tersebut
Aku yang juga kaget akan ucapan dokter terus menangis, teriakan dan tindakan kak shanum membuatku tersadar "kak hentikan.. kakak harus ikhlas" ucapku untuk menenangkan kak shanum padahal aku juga belum ikhlas
ibuku dan dokter wijaya telah datang, ibuku kaget melihat Ku menangis dan kak shanum menangis histeris
"apa yang terjadi? Bagaimana keadaan putraku dok?" Tanya ibuku
"Maaf nyonya putramu mengidap penyakit keras dan kondisinya menurun drastis yang membuat nyawanya tidak tertolong" jawab dokter itu membuat ibuku terkurai lemas kelantai, ibuku juga menangis histeris
"Kau berbohong dokter suamiku tidak mempunyai penyakit apapun, selama ini dia baik baik saja.. Dia hanya lelah karna banyak pekerjaan"Teriak shanum yang masih belum menerima kenyataan
"Tenang nyonya shanum, dokter benar tuan hamson mengidap penyakit berbahaya" Dokter wijaya berusaha menguatkan shanum
"Apa maksudmu dokter, kenapa kau malah ikut berbohong " pikiran Shanum tidak jernih, dia malah balik berteriak Ke dokter wijaya dan terus menangis
Dokter wijaya menghembuskan nafasnya kasar
"Saat itu sebelum tuan hamson ke indonesia untuk pernikahannya dengan dirimu, ia sempat drop dan pingsan, aku datang untuk memeriksanya namun hasilnya belum Di ketahui karna harus melalui tes yang memakan waktu, saat itu hasil Tes telah keluar namun bertepatan dengan hari pernikahan kalian, aku terus menghubungi nya untuk memberitahu hasilnya namun tuan hamson tidak pernah mengangkatnya, akhirnya aku memutuskan mengiriminya pesan singkat"
Tuan hamson ada keadaan genting ini mengenai penyakit mu jangan melakukan hubungan apapun dengan Istri mu sebelum kita bertemu dan memastikannya bersama . isi pesan dari dokter wijaya
__ADS_1
"Tidak.. " shanum berlarian memasuki ruangan UGD ia melihat tubuh orang yang ia cintai terbaring kaku di atas tempat tidur
"arhhhh hiks hiks bangun Mas, bangun, jangan seperti ini" shanum terus mengguncang tubuh hamson, menciumi bertubi tubi pipih hamson kembudian kembali berteriak histeris
Ibu hamson yang melihat itu hatinya teriris dan terus menangis pilu melihat menantunya seperti itu
"Tenang Nona shanum" Dokter wijaya kembali mengingatkan
"Dokter wijaya maaf Sepertinya mayat tuan hamson harus di semayam kan tapi sebelum itu Kalian harus menyelesaikan surat suratnya" terah dokter dari rumah sakit tersebut
Dokter wijaya akhirnya keluar dari ruangan untuk mengurus surat surat kematian hamson dan kepulangannya
Raina juga ikut keluar dari ruangan itu memapah ibunya yang sedang menangis pilu, mereka ingin memberi waktu untuk shanum agar menerimah kenyataan
"Apa yang terjadi?"Tanya ayah hamson yang Tiba tiba datang belakangan karna memarkirkan mobilnya
Ibu hamson yang melihat suaminya langsung berhambur memeluk suaminya meledakkan tangisnya di Dada suaminya
hiks hiks
"Mas anak kita.. " suara ibu hamson parau
"Kenapa Mah? " Ayah hamson cukup panik
"Meninggal.... howaaaaa..." Ibu hamson kembali memecahkan tangisnya
"Apa tidak mungkin... Arghhhh" Ayah hamson merasa kesakitan ia memegangi dadanya
"Mas.. mas" ibu raina panik
"Ayah kenapa... " Raina berlari memapah tubuh ayahnya
dokter wijaya yang baru datang dari mengurus surat surat melihat raian dan ibunya panik secepatnya ia bergegas membantuh
"tuan..Sepertinya penyakit jantungnya kumat" terah dokter wijaya
"Apa?" ibu hamson membulatkan matanya dan membekap mulutnya
"Suster bantu aku membawa tuan ke Ruangan UGD"
Akhirnya mereka membawa ayah hamson memasuki ruang UDG membaringkannya di ranjang dekat hamson..
"Bawah mayat tuan hamson ke ruangan mayat dulu sebelum Di semayamkan, aku ingin menangani ayahnya terlebih dahulu" terah dokter rumah sakit itu
Akhirnya mereka semua keluar dari ruangan tersebut, setelah bersusah payah menenangkan shanum, dokter wijayah masuk membatu dokter rumah sakit itu untuk menangani Ayah hamson..
__ADS_1
Setelah kondisi Ayah hamson sedikit membaik dokter wijaya berdiskusi dengan ibu hamson dan raina berkaitan dengan pemakaman hamson akhirnya mereka memutuskan mensemayamkan di negara ini berkaitan karna Ayah hamson Di rawat Di rumah sakit ini sehingga mereka tidak bisa membawa jazad hamson kembali ke Swiss..
Bersambung....