Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Intermission Part 3


__ADS_3

Jendral ketiga adalah Jendral Karl Geneviv. Seorang rakyat biasa berusia 42 tahun yang berhasil mencapai posisi tertinggi dalam militer dibawah Kaisar. Dengan pengalamannya dalam Armada laut yang telah mengalami berbagai pertempuran, Dia berhasil mencapai peringkatnya yang sekarang. Angkatan laut kerajaan adalah angkatan laut terkuat didunia dengan kekuatan kapal mencapai 1000 kapal dengan anggota mencapai 50.000.


Karena memiliki wilayah yang berbatasan dengan laut dan sepanjang pantai maka wajar mereka memiliki armada maritim yang sangat kuat guna menjaga wilayah mereka. Tapi sayangnya divisi ini tidak memiliki peluang untuk menunjukan taringnya karena pada pertempuran sebelumnya tidak ada pertempuran laut yang terjadi.


Jendral terakhir adalah Jendral Eloy Norberta. Dengan anggota hanya berjumlah 300 orang, menjadikan divisi ini menjadi divisi dengan jumlah anggota paling sedikit. Walaupun menjadi divisi yang paling sedikit memiliki anggota, tetapi divisi ini menjadi divisi paling vital dari semua divisi karena divisi ini mengurusi masalah komunikasi dan pengumpulan informasi. Mereka menyebarkan 100 anggotanya sebagai mata-mata ditiap Negara dan kerajaan. Pada saat peperangan terjadi, 100 orang menjadi divisi komunikasi antar divisi dan 100 lagi tetap bekerja didalam kerajaan serta bertugas mengumpulkan dan melaporkan informasi yang telah didapatkan. Sehingga divisi ini menjadi divisi paling sibuk dalam keadaan perang ataupun non perang.


Seperti halnya pasukan khusus pengawal Kaisar, seleksi masuk divisi ini sangatlah ketat dan hanya orang yang ahli dalam sihir pertekuran informasi dan sihir perubahan wujud saja yang diterima.


Pemimpin Divisi ini, yaitu Eloy Norberta sendiri adalah keturunan pahlawan Norberta yang memiliki bakat luar biasa dalam sihir pengamatan dan mata-mata. Walaupun namanya adalah Eloy (Orang terkenal dalam bertempur), tetapi Dia sangatlah jarang untuk terjun bertempur langsung di medan perang. Karena keahlian dia sebenarnya berada dibidang sihir komunikasi dan pengamatan jarak jauh sehingga dia akhirnya ditunjuk untuk mengisi posisi ini.


Duduk di depan mereka adalah Kaisar yang memperkenalkan sistem ini berdasarkan sistem yang telah di wariskan oleh Kaisar sebelumnya.


Kaisar sebelumnya, yaitu Ellery Unna Roch Valdemar IX adalah Kaisar yang sangat tegas dan memiliki pandangan yang jauh ke depan. Dia berhasil membersihkan bangsawan-bangsawan yang korup dan bangsawan yang tidak memiliki kesetiaan ke Kekaisaran.


Saat Kaisar Ellery Unna Roch Valdemar IX telah memasuki usia senja, Dia menyerahkan jabatannya kepada putra Keduanya yang masih berusia 15 tahun.


Kenapa jabatan itu diberikan kepada putra kedua bukan yang pertama? Hal itu karena putra pertama sang Raja telah gugur pada pertempuran melawan bangsawan pemberontak yang menolak kebijakan sang Kaisar.


Kebijakan sang kaisar yang menyita seluruh aset bangsawan guna menutup kerugian akibat perang serta wacana yang membuat rakyat biasa untuk menduduki jabatan yang setara dengan para bangsawan, membuat para bangsawan murka dan memutuskan memberontak.

__ADS_1


Guna mengatasi masalah ini, pasukan penumpas yang terkesan dibuat terburu-buru dengan pimpinan Putra sang kaisar sendiri sebagai Jendralnya dikerahkan. Kalah oleh jumlah pengikut bangsawan yang terlalu banyak membuat pasukan kerajaan kuwalahan dan banyak tertekan oleh pihak bangsawan.


Namun disatu sisi, disinilah kepiawaian sang putra kaisar terlihat. Walaupun kalah oleh jumlah pasukan musuh yang berbading 2 : 1, namun putra sang Kaisar juga dapat memberikan perlawanan yang cukup sengit. Beberapa kali memenangkan pertempuran membuat nama sang Putra terus bergelora diseluruh kerajaan. Namun, takdir tak dapat dibendung. Setelah beberapa kali memenangkan pertempuran, pasukannya menuai kekalahan dengan dirinya sebagai bagian pula dari kekalahan. Putra sang kaisar gugur dalam medan perang.


Walaupun gugur, tetapi berkat kepemimpinannya pasukan pemberontak telah kehilangan sangat banyak jumlahnya.


Kehilangan putra mahkota, Kaisar sangat depresi dan berniat maju sendiri memimpin pasukan ke medan perang.


Melihat Ayahnya dalam keadaan terpuruk dan tau kalau itu hanya akan membuat ayahnya bunuh diri, sang putra kedua membujuk agar dirinyalah yang diutus maju ke Medan Perang.


Susah payah sang putra kedua membujuk sang Ayah agar mengizinkannya. Namun, tidak ingin sang putra bernasib sama. Sang Ayah tetap bersikeras melarang putra kedua yang masih berusia 14 tahun maju ke medan perang. Tak kehabisan akal, putra kedua yang masih sangat muda turun langsung ke depan rakyatnya dan meminta bantuan kepada mereka untuk turut serta membela kerajaan dan menjamin akan memberikan janji kehidupan dan kesejahteraan.


Sama hebatnya dengan putra pertama, sang putra kedua menemui kemenangan demi kemenangan. Walaupun sang putra kedua kurang dalam segi kekuatan namun dalam segi strategi sang putra kedua lebih hebat dari kakaknya.


Melihat kenyataan akan prestasi putranya ini, akhirnya Kaisar memutuskan menyerahkan pasukan kerajaan kepada sang putra kedua itu.


Bak gayung bersambut, kekuatan pasukan sang calon kaisar muda menjadi tak terkalahkan. Setelah melewati satu tahun pertempuran dan pengepungan yang tiada habisnya. Akhirnya pihak bangsawan pemberontak berhasil dikalahkan.


Seluruh Bangsawan, anak buah, serta keluarganya tewas dieksekusi setelah perang berhasil dimenangkan pihak kekaisaran.

__ADS_1


Karena pencapaiannya itu pada umur 15 tahun sang Kaisar muda naik tahta mengantikan sang Ayahnya.


Tidak berbeda dari ayahnya, bahkan bisa dibilang Dia lebih hebat dalam memerintah.


Sang Kaisar muda dengan cepat membersihkan para bangsawanan yang dicurigai tidak memiliki kesetiaan kepada kekaisaran sebelum mereka sempat memberontak. Tak ada keraguan, bahkan keluarga mereka yang memberontak juga terkena imbasnya. Seluruh keluarga yang sudah terbukti bersalah ikut dieksekusi guna menghindari pembalasan dendam terjadi.


Selain kebijakan dalam bidang militer dalam pemerintahanpun sang kaisar muda menyempurnakan sistem kenaikan jabatan berdasarkan prestasi yang dimiliki yang digagas sang ayah.


Kebijakan ini memungkinkan siapa saja memperoleh jabatan tertentu berdasar prestasi yang dimiliki bukan akibat warisan lagi. Oleh karena alasan itulah kebijakannya sangat didukung oleh mayoritas rakyat. Karena dengan hal itu, rakyat juga memiliki kesempatan untuk mengabdi kepada Kaisar serta mendapatkan jabatan di dalam Kekaisaran.


Dengan hanya 2 tahun menjabat dia berhasil menyempurnakan sistem tersebut.


Dengan dukungan rakyat dan dukungan para bangsawan yang setia dan tidak ingin kalah bersaing dengan prestasi rakyat biasa, maka terciptalah sistem yang efektif di merajaan tersebut.


Tidak hanya itu, setelah sistem itu dijalankan pembangunan pun dimulai.


Kekaisaran itu berhasil membangun berbagai bangunan di kota-kota. Bangunan dipercantik, jalanan diaspal dengan batu , tambang emas dibangun disebelah timur kerajaan, serta pelabuhan disebelah barat dibangun dan diperbesar guna mendukung perdagangan.


Itulah beberapa kebijakan yang dijalanakan oleh sang kaisar selama 4 tahun terakhir. Karena kebijakannya yang tajam dan cemerlang itulah, Dia akhirnya mendapatkan julukan, Kaisar muda jenius yang kejam. Kaisar Wilber Ovidia Roch Valdemar X.

__ADS_1


__ADS_2