Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Masa Lalu Archiles dan Harapan untuk Masa Depan Part 1


__ADS_3

Didepan api unggun yang menghilangkan kegelapan malam itu archilles bercerita.


Archiles lahir di dalam sebuah suku terkuat diantara 3 suku besar yang ada diwilayah pegunungan utara. Namun ada sebuah permasalahan, Archilles terlahir tidak seperti Orc yang lain disukunya itu. Dia memiliki tubuh yang lebih kecil dan tenaga yang sama kecil pula.


Terlahir sebagai Orc yang memiliki tubuh kecil dan lemah dia memilki masa lalu yang suram.


Hari-harinya terus diremehkan oleh orc-orc yang lain. Dipukuli, dihajar, dicerca sudah menjadi makanan dia sehari-hari. Namun, itu masih lebih baik daripada dia harus dihabisi. Tak jarang para Orc itu melakukan kanibalisme. Namun, berhubung Archilles berasal dari keluarga besar dan ayahnya juga adalah kepala suku maka tidak ada yang sampai melakukan itu padanya.


" Jika memang ayahmu adalah kepala suku? Kenapa dia tidak menghentikan semua itu?"


" Itu karna dia juga membenciku. Jika bukan karena ibuku yang melarang, sudah pasti dia akan membunuhku."


Kesedihan terdengar dari suaranya.


"Hah? Apa-apaan itu?! Jadi dia adalah ayah yang buruk ya?"


"Aku tidak bisa mengatakan itu, sudah wajar untuk Orc hanya memandang seseorang berdasarkan kekuatan. Diantara 3 saudaraku yang lain hanya akulah yang terlemah, bahkan adikku memiliki kekuatan yang jauh diatasku."


Jadi begitu. Orc itu hanya memandang yang kuat. Semakin kuat engkau maka semakin dihormati yang dikatakannya, tak jarang bahkan anggota satu suku juga saling bunuh satu sama lain demi menentukan yang terkuat.

__ADS_1


Itu semacam hukum rimba ya? Tapi bukankah mereka itu makhluk yang punya pikiran juga? Yah, walaupun sebagian besar mereka itu bodoh sih, tapi mungkinkah hal itu dapat dirubah?


Kebodohan lahir dari ketidaktahuan. Bagaimana bila mereka belajar untuk lepas dari kebodohan itu dan saling menghormati? Akankah itu berhasil?


Mereka bukanlah binatang kan? Benar, mereka sedikit berbeda dari binatang.


Tapi bagaimana caranya? Untuk melakukan itu mereka haruslah dibujuk. Tapi bujukan biasa pastilah tidak akan berpengaruh kepada mereka. Bagaimana ya?... Eh, bukankah mereka akan menuruti yang kuat? Bagaimana jika si kuat itu menyuruh mereka untuk tidak melakukan adat bodoh mereka lagi?


Bagaimana jika si kuat itu mengajari mereka tentang peradaban? akankah itu berhasil? Tapi siapa orang itu... Lalu pandanganku menuju ke depanku.


Melihatku yang termenung dalam lamunan, Archilles ragu akankah dia menyela. Tapi dengan keraguannya itu dia memanggilku.


" Kalau begitu jadilah kuat!!"


" Eh?!.. Maaf Tuan?"


Dia pasti kebingungan karena aku tiba-tiba mengeluarkan pernyataan yang aneh.


" Maksutku begini, Orc hanya memandang yang kuat kan?"

__ADS_1


Dia mengangguk.


" Kalau begitu jadilah kuat dan rubahlah semua itu!! Bukankah sistem yang diterapkan kalian itu sudah kuno banget? Yah, aku tahu itu memang sistem seperti hukum rimba atau apalah gtu, kan? Tapi jika diteruskan hal itu tidaklah akan membawa kemajuan kepada ras kalian! Kalian hanya akan selamanya menjadi monster tidak berguna!"


" S-saya mengerti maksut Tuan. Saya sepenuhnya setuju. T-Tapi.."


Sepertinya dia ragu untuk meneruskan.


"Apa? Tidak usah ragu! Lanjutkan lah!"


" Seperti nya itu mustahil."


"Kenapa?"


" Karena saya tidak mungkin dapat melakukan itu, Tuan. Anda liat sendiri, tubuh saya ini jauh... Tidak, bahkan sangat jauh lebih lemah dari kakak saya yang bertarung dengan Anda. Sedangkan berdasarkan apa yang Anda bicarakan itu, Anda membicarakan untuk saya agar menjadi pemimpin Orc dan merubah tradisi? Kekuatan Raja Orc itu jauh, tidak! Bisa dibilang sangat jauh dibandingkan dengan saya, bahkan dia sangatlah lebih kuat daripada kakak saya itu! Bagaimana mungkin saya dapat mengalahkannya?!"


"Hei-hei! Aku terkesan kau dapat memahami apa yang kupikirkan itu, tapi ada satu kesalahan yang kau buat!"


Muka Archiles sekarang tengah bertanya-tanya apa maksutku itu.

__ADS_1


"...Kau BODOH!!"


__ADS_2