
Dengan ini empat musuh berhasil kusingkirkan dengam cukup mudah. Namun yang jadi masalah adalah mereka yang tersisa.
" Aku sudah selesai disini! Keluarlah Siena! " Perintahku kepada Siena yang masih berada dibalik pohon.
" Tidak! "
" Hah? Apa maksutmu? Kita tidak punya banyak waktu! Kita harus menjalankan rencana selanjutnya!"
" Apa kau bodoh?! Kau pikir aku tidak tahu?!"
" Tidak tahu apa? Sudahlah jangan bercanda!"
" Kau yang bercanda!! Kenapa kalian telanjang?"
Ah! Aku lupa kalau saat ini kami masih telanjang sepenuhnya.
" Oh ini? Yah. Ini bagian dari strategi."
Lagipula tubuh kami berlumuran darah sekarang. Ada baiknya malah jika kami tidak berpakaian untuk saat ini.
" Aku tidak peduli tentang strategi atau apalah itu!! Cepat berpakaian saja! "
Namun sudah pasti nih cewek akan berisik seperti ini.
" Yasudah. Ambilkan pakaianku disitu atau lemparkan saja ke sini! "
" Ogah! Kenapa juga aku harus memegang benda menjijikan ini! Ambil saja sendiri!! "
'' Huh. Begitu ya? Baiklah kuambil sendiri deh-.. Bukk... "
Ketika aku hendak mengambil pakaianku, tiba-tiba aku terjerembat menghantam tanah dan pipiku terasa panas.
" Kenapa kau memukulku sialan!!" Memegang pipiku aku menghardiknya.
" Sa-Salahmu sendiri! Kenapa kau mengendap-endap di bawahku seperti itu!!"
Memejamkan mata, dia memarahiku kemudian membalikkan badannya lagi.
" Tentu saja aku mau ambil pakaianku!! Kalau kau risih atau apa, tinggal balikkan tubuhmu atau tutup matamu seperti tadi bukan!? Kenapa kau langsung memukulku sialan!!"
" ..Salahmu sendiri!.."
__ADS_1
Bukannya menjawab dia malah berjalan menjauh sambil mengumamkan sesuatu.
Bangkit. Aku mengambil lalu melemparkan pakaian Archilles kemudian memakai pakaianku sendiri.
" Kau tidak ingin mengatakan sesuatu? Kenapa kau diam terus? Kau tidak lihat aku dipukul tadi? Bela kek atau apa! Dasar anak buah tidak berguna! "
" Maafkan saya, Tuan. "
"Huh. Yasudah. Sekarang harusnya lawan kita tinggal 2 pemimpin mereka itu. 2 lawan 2. Bagaimana menurutmu? Kurasa mereka kuat! Sebenarnya ini terlalu beresiko. Apa kau keberatan atas rencanaku?"
" Saya yakin akan keputusan Anda. Saya tidak akan mengecewakan harapan Anda, Tuan. "
Entah kenapa dia selalu setuju dengan apa yang kukatakan? Bagaimana jika aku melakukan kesalahan? Akankah dia tetap seperti ini dan asal menyetujui?
Yasudahlah. Ini lebih kepada mengajari junior untuk banyak hal yang mereka benar-benar tidak diketahuinya.
Aku cukup harus lebih memikirkan rencanaku dengan matang dan Jangan buat kesalahan. Dan kurasa tidak perlu untuk memikirkan ini untuk saat ini. Kuharap kesalahan itu tidak akan pernah terjadi. Baiklah,
" Ayo maju!"
" Baik."
Mereka tampak sangat marah saat melihat kemunculan kami. Otot mengurat di tubuh serta wajah mereka dan mereka mulai mengeram seperti anjing yang tengah menemui musuhnya.
Saat kulihat dalam jarak sedekat ini, jelas kuketahui bahwa mereka sedikit berbeda dengan kobold sebelumnya.
Dalam jarak sedekat ini pula kuketahui bahwa mereka tampak tidak asing. Yang besar dengan tinggi mungkin 2 meter itu sedikit mirip dengan Anjing jenis kangal. Tidak. Untuk bagian kepalanya dia benar-benar mirip.
~Anjing Jenis Kangal~
Dulu aku pernah memilki satu yang seperti dia. Aku kurang lebih tahu karakteristik dari Anjing sejenis itu. Dia tipikal Anjing yang sangat kuat. Bahkan dijuluki sebagai pembunuh serigala. Untuk berpikir bahwa sekarang aku harus bertarung dan membunuh Anjing seperti itu, sungguh disayangkan atau bisa juga dikatakan sedang bernasib sial.
Dan untuk yang lebih kecil ( mungkin seukuran Archiles) itu mirip bulldog?
( Anjing Bulldog )
Mereka berdua memiliki bentuk yang kurang lebih sama dengan para Kobold yang kami kalahkan sebelumnya. Tangan mereka mirip tangan manusia dengan 5 jari sementara kaki mereka sepertinya memiliki 4 jari dan dapat menopang tubuh mereka seperti layaknya manusia.
__ADS_1
Jika mereka tidak memiliki bulu di sekujur tubuhnya dan kepala anjing itu, kau mungkin dapat mengira mereka itu manusia dalam kegelapan yg remang-remang. Singkatnya tubuh mereka benar-benar mirip manusia.
Ini akan berat karna kami benar-benar akan bertarung dengan anjing tipe fighter. Terlebih kini mereka bersenjata dan mengenakan baju besi.
Aku mulai menyesal atas tindakanku ini. Namun, untuk mundur, kurasa bukan pilihan yang tepat pula. Menghela napas, aku berbicara kepada Archilles.
"Nah, Archiles. Setelah kupikirkan kembali, sepertinya mereka tampak lebih menakutkan jika dilihat dari dekat."
Tanda permusuhan mereka semakin dalam ketika semakin lama kami ada disini. Jelas bahwa mereka telah mencium darah teman-teman mereka pada tubuh kami.
Eraman dan gemeretak gigi mereka kian menguat.
" Kau mau lawan yang mana?"
" Saya akan melawan yang hitam itu."
" Hei? Kenapa kau tidak pilih yang itu saja? Tubuhmu kan lebih besar! "
" Saya tidak yakin menang melawan yang itu Tuan! Bukankah Anda yang bilang untuk memilih yang kemungkinan menang paling tinggi?"
" Sialan kau!" Dia memberi alasan dengan apa yang pernah kukatakan.
Dasar anak buah tidak berguna.
" Grrr. Apa kalian yang membunuh saudara-saudara Kami?!"
Ditengah perdebatan antara aku dan Archiles. Anjing itu menyentak.
"Ah. Rupanya kalian dapat berbicara. Bagaimana jika kita selesaikan ini secara baik-baik saja?"
Membalas negosiasi yang kulakukan, Kedua kobold itu tiba-tiba maju menyerang kami.
Apa yang kuharapkan. Tentu saja ini akan terjadi.
Kedua kobold itu bergerak ke arahku. Aku melompat mundur. Archilles berhasil menghadang dan mulai bertarung dengan Si Anjing bulldog.
Dan untukku, aku menghindar dari terjangan pedang Kangal yang menerjang ke arahku.
Dia bergerak lebih cepat dariku! Padahal aku sudah berusaha berlari dengan sekencang mungkin, namun dia dengan cepat bisa menyusul dan menutup jarak diantara kami.
Mengayunkan pedangnya dia berusaha kembali menebasku. Seranganya kali ini tidak dapat kuhindari. Kedua pedang kami saling beradi karenanya. Tepat ketika pedangku telah menyentuh pedangnya, sungguh berat dan terasa sekali kekuatan yang dia berikan pada ayunan ini.
__ADS_1