
Jelas sudah bahwa seseorang yang tubuhnya penuh dengan darah itu berusaha meremehkan dan memprovokasi mereka.
Mendapati provokasi yang diberikan kepada mereka, mereka berteriak dengan kemarahannya
" Kurang ajar!! " Melemparkan tawanan yang sedang dipegangnya Orc yang lebih kecil itu mengambil senjatanya yang tergeletak.
"Kau maju!! Habisi monyet sampah itu!!"
Dengan penuh amarah Orc besar itu memerintahkan Orc yang lebih kecil untuk maju.
" Tanpa kau suruh pun aku akan menghabisi keparat ini!!"
Dengan penuh amarah Orc yang lebih kecil itu menjawab sembari menenteng kapak perang dipundaknya.
Manarik napas dengan dalam, Glen kemudian berlari menerjang menyerang Orc. Mendapati lawannya telah membuka serangan pembuka Orc itupun membalas dengan serangan pula.
''Mati kau manusia!! ... Apa!!"
Mengayunkan kapak besarnya dia berusaha membelah Glen menjadi dua. Namun, Glen yang sudah pernah mendapatkan serangan itu berkali-kali sudah hapal akan hal itu dan dengan mudah meloncat menghindarinya.
"Ugh.."
__ADS_1
Melewati Orc itu, Glen sempat mendaratkan serangan dipaha kanan si Orc. Serangan Glen itu berhasil menghasilkan luka dalam yang tampak mengaga.
Dari luka itu, darah berwarna hijau menetes dan mengalir ke bawah. Namun, tidak seperti Orc yang dihadapi Glen sebelumnya, serangan itu belum mampu mengoyahkan si Orc.
"Argggg" Berteriak, Si Orc hendak berbalik ke arah Glen yang ada dibelakangnya.
Menyadari hal itu Glen berbalik dan menyerang lagi paha sebelah kanan, saat Orc itu hendak berbalik untuk menghadap Glen.
"Grrr... Keparat!"
Mendapatkan tebasan yang sama di tempat itu mengakibatkan bukan hanya terbuka, bahkan kini itu terputus. Kehilangan keseimbangan, Orc itu menggunakan Kapaknya untuk tetap berdiri.
"..."
Segera, pandangan dari Orc itu kabur dan bergerak berputar-putar sebelum akhirnya dia melihat tubuhnya sendiri.
''...Bagaimana aku bisa kalah dengan manusia lemah ini?!"
"Sprut.."
Membersihkan darah dari pedangnya, Glen mengibaskan ke samping.
__ADS_1
"Kau hebat! Namun, kau terlalu meremehkanku... Baiklah sekarang tinggal kita berdua!!"
"Ghahahaha"
Glen terheran-heran melihat tiba-tiba Orc besar itu tertawa terbahak-bahak. Apakah ada yang salah? Pikir Glen.
"Kau hebat manusia!!"
"Kau dapat berbicara bahasaku?"
"Tentu saja!! Kami Dari suku Leghit adalah termasuk 3 suku terkuat dan terpandai. Tentu kami memahami bahasa kalian manusia."
"Kalau begitu mari bernegosiasi? Aku tidak bermaksut untuk bertarung dengan kalian tadi! Kau sudah melihat kemampuanku kan? Kuharap kita tidak usah bertarung?"
"Ghahaha Aku mengakuimu bahwa kau kuat manusia!! Kau pasti salah satu pahlawan yang sering dirumorkan itu?!"
Pahlawan? Pahlawan apa? Oh iya, kalau tidak salah aku memiliki apa yang dinamakan pahlawan itu dibar yang ada ditampilan itu ya?
Apa dengan itu dia akan takut?
"Benar! Aku adalah Pahlawan. Jadi sebaiknya kau perg.."
__ADS_1
"Ghahaha Baguslah! Dari dulu aku sangat ingin bertarung dengan pahlawan manusia. Dengan ini keinginananku akan terkabul." Kata orc itu sembari mengangkat Palu perangnya dari tanah.
"Eh kampret!!