
Kami berjalan menyusuri hutan ke arah selatan. Sepanjang perjalananan warna hijau segar dedauan dan semak belukar serta tanah yang lembab mengiringi disekeliling kami.
Kalau boleh kukatakan, udara disini benar-benar menyejukkan. Entah sudah berapa lama aku tidak merasakan udara segar seperti ini. Terakhir hanya udara berbau busuk dari mayat dan bahan peledak saja yang kutemui didalam hutan.
Ah. Apa yang kukatakan?
Kembali ke saat ini. Sejauh ini tidak ada monster yang menyerang kami. Kami berjalan dengan formasi Archilles didepan sementara aku berada dibelakangnya sejauh 3 meteran.
" Um.. Apakah Anda benar-benar pemimpin Orc yang menyerang kami? "
Dari bawah, sebuah suara gadis muda bertanya dengan ragu.
" Kenapa kau bertanya? " Tanpa melihat kebawah aku menjawabnya. Aku terus berjalan.
" Hanya penasaran. Apakah benar? "
" Menurutmu? "
" Aku tidak tahu! Karena itu aku bertanya."
" Begitu ya. Kalau begitu, lebih baik kau tidak perlu tahu siapa aku."
" .... "
Aku sekilas melirik kebawah dan kudapati dia memanyunkan bibirnya seperti tidak senang atas jawabanku.
"... Jadi kau beneran orang jahat?! "
" Tidak."
" Orang baik? "
" Tidak juga."
"..."
Kurasa dia merasa sangat jengkel padaku kali ini dan tidak bertanya lagi untuk beberapa saat.
__ADS_1
'' Apakah kau tidak capek? Lepaskan aku dan aku akan jalan sendiri!"
" Tidak."
"... Aku tidak akan melari-"
" Tidak."
"Grr. Kenapa kau selalu bilang tidak!! Kenapa kau sangat keras kepala!! Siapa kau sebenarnya!! " Dia meronta dengan kesal dibawah.
Menghela napas, dengan malas aku menjawabnya,
" Namaku Glen. Cukup? "
" Jadi Tuan Glen ya? Namaku N-"
"Tidak perlu. Diamlah!!" Aku memotong ucapanannya.
" Cukup sudah!!! Kenapa !! Kenapa kau melakukan ini padaku?! Mau kemana kita ini!!"
Tapi nih cewek berisik banget!! Apa aku harus menyumpal mulutnya lagi? "
" Jangan-jangan..."
" Jangan-jangan? "
Karna penasaran kenapa dia tidak melanjutkan ucapanaya aku melirik kebawah.
Kudapati sekarang raut muka tuh cewek berubah ketakutan.
" Kau ingin membawaku ke markasmu dan melakukan perbuatan-perbuatan hina kepadaku!!"
"Hah?!"
" A-A- Aku sudah dengar cerita ini. Para Orc sering menculik dan melalukan perbuatan mengerikan pada wanita pada perang dulu!! Apa kau akan melakukan itu!!"
Gadis ini kini meronta-ronta dan berteriak tidak jelas.
__ADS_1
" Apa maksudmu? Tentu aku tidak akan melakukan itu!!"
"KAU BOHONG!!"
" Aku tidak bohong!! Bisakah kau pelankan suaramu? Suara keras dapat memancing monster mendekat Oi! Kita sudah beruntung tidak menemui monster sejauh ini. Tidakkah kau paham?"
" Apakah kau tidak sadar diri?! Kau dan temanmu itulah monsternya!! "
"Hah? Apa maksudnya itu? Tidak bisakah kau diam? Untuk kau tahu! Akulah yang menyelamatkanmu dan tidak ada alasan pula aku akan menyakitimu. Jadi, Bisakah kau diam sekarang! "
Dia tersentak sebentar, lalu dengan terbata dia berucap,
"Kenapa? Kenapa kau penyelamatan ku?! "
" Bukankah kau butuh bantuan? Apakah kau pikir aku akan tidak punya hati membiarkan kau diculik makluk mengerikan itu? Sudah diamlah! Atau paling tidak turunkan suaramu!"
Sepertinya dia sedikit kaget mendengar jawabanku itu.
''Lalu, bisakah kau tenang sekarang? Aku berjanji tidak akan melakukan semua yang kau pikirkan itu."
Kali ini dia menuruti perintahku. Sekilas aku melirik ke bawah dia sepertinya seperti seseorang yang tengah kebingungan. Namun aku bersyukur dia tidak berisik lagi. Suasana kembali hening dan aku terus melangkah dibelakang Archilles.
" Hei! Setelah kupikir, bisakah Anda melepaskan saya saja? " Dia mencoba membujukku lagi. Kali ini suaranya lebih lembut dan tidak keras lagi.
" Apa maksudmu? Bukankah sudah kubilang? Akan percuma menyelamatkanmu jika kau kembali tertangkap Para Orc itu bukan?"
" Saya yakin saya tidak akan ceroboh lagi. Saya tergabung dalam pasukan Ranger dan hutan ini adalah wilayah kekuasaan kami. Saya yakin saya tidak akan tersesat atau semacamnya."
" Tidak. Kita sudah berjarak sangat jauh dari lokasi pertemuan kita tadi. Mau sehebat apapun kamu atau jadi pemburu apalah itu, tetap saja kemungkinan kamu bertemu Orc tidaklah kecil. Jadi diamlah saja!"
"Tapi- Tapi-"
" Tuan? Maaf menyela. Namun sepertinya ada sesuatu didepan." Dengan suara pelan Archiles menyela.
Dia menghadapku lalu menunjuk ke arah depan, dimana itu adalah sesuatu yang ada dibalik semak yang menghalangi jalan kami.
Dengan pelan aku mencoba melihat apa yang dimaksut Archilles setelah menurunkan gadis Elf itu
__ADS_1