
Setelah pertemuan dengan para pahlawan itu, Kaisar, Menteri dan para Jendral masih berada diruangan tahta mulai mendiskusikan berbagai hal terkait langkah yang akan mereka ambil dikemudian hari.
Saat diskusi sedang berlangsung, tiba-tiba jendral divisi informasi, Jendral Eloy mendapatkan transmisi pesan sihir dari salah satu anggotannya.
Dia pun meminta izin sang kaisar untuk menyuarakan informasi yang telah di dapatkanya barusan.
Setelah mendapatan izin dari kaisar kemudian dia memberitahukan sebuah informasi kepada semua yang hadir disitu.
Sebuah informasi yang sangat menggemparkan. Informasi itu mengenai kerajaan timur yang juga telah berhasil melakukan pemanggilan pahlawan dan berhasil memanggil 7 pahlawan.
Mengetahui hal ini, bukannya cemas sang Kaisar malah gembira bukan main.
'' Hahahaha kalian dengar berita itu? Sudah kuputuskan, bahwa 2 hari lagi kita akan mengadakan perayaan dengan nama 'Berkah Dewa', Apakah kalian setujui? "
Mendengar semangat yang ditujukan oleh kaisar mereka, membuat mereka bertanya-tanya,
" Mohon maaf sebelumnya yang Mulia. Bukannya saya mau mempertanyakan keputusan bijaksana dari Anda, tetapi kalau boleh saya tahu? Mengapa kita merayakan perayaan pada saat negeri musuh berhasil memanggil para pahlawan yang jumlahnya lebih banyak dari kita?"
__ADS_1
Jendral angkatan darat Kekaisaran bertanya kepada Kaisar mewakili semua yang tengah kebingungan di dalam ruangan itu.
Semua orang yang ada di dalam ruangan tahta itu adalah orang-orang yang mengagumi sosok Kaisar yang dapat merubah negeri ini dalam waktu singkat dan dan dalam usia muda.
Kekaguman tersebut melahirkan sebuah perasaan kesetiaan mutlak dihati orang-orang tersebut.
Kaisar adalah pemimpin yang hebat, tampan, serta memiliki kecerdasan yang tidak mudah ditebak. Menjadikan mereka bertanya-tanya, apakah ada maksut tersembunyi dari perkataan sang kaisar tersebut.
Kaisar mengetahui bahwa para anak buahnya adalah orang-orang yang memiliki kesetiaan mutlak kepadannya dan mengerti kebingungan yang tengah dirasakan oleh anak buahnya.
Dengan tersenyum dia menjawab dan menjelaskan,
Alasan pertama adalah kita telah mendapatkan wilayah yang kaya sumber emas dipegunungan timur laut.
Alasan kedua, kita hanya kehilangan 10 ribu prajurit dalam perang itu. Aku tahu 10 ribu itu adalah jumlah yang banyak, tapi jika memperhitungkan bahwa kita telah berhasil memanggil 5 pahlawan bukankah itu sebanding?
Dan untuk yang ketiga, Aku sempat kuatir jika orang-orang timur itu akan mendapatkan jumlah pahlawan yang banyak mengingat pengorbanan mereka 2 kali lebih banyak dari kita. Tapi kenyataannya mereka hanya dapat memanggil 7 orang yang hanya berselisih 2 orang dari kita, Bukan?
__ADS_1
Selain itu, bukankah Negara yang akan mendapatkan kekacauan pertama kali adalah mereka? Bukannya tidak mungkin jumlah pahlawan dikubu mereka akan berkurang secara drastis akibat pertempuran yang akan terjadi, karena kekuatan militer mereka tidaklah sebanyak dahulu, setelah berperang dengan kita.
Bukankah semua ini adalah pertanda bahwa Dewa telah memberiku berkah yang melimpah tahun ini?
Bukankah pantas untuk kita rayakan semua berkah yang kita dapat dari kemurahan dewa?
Jadi aku memutuskan untuk mengadakan perayaan 'Berkah Dewa' atas keberuntunganku. Namun, Aku perintahkan kalian untuk merahasiakan pernyataanku tadi serta merahasiakan detail mengapa diadakan festival! Mengerti?"
''Mengerti yang mulia. Anda sangat luar biasa hingga dapat memikirkan semua ini dengan mendetail.'' (menteri perekonomian )
'' Anda luar biasa yang mulia. Pantas saja dewa menyukai Anda.'' (Jenderal karl Geneviv)
Pengetahuan Anda sangatlah luar biasa, bahkan saya semakin kagum dengan Anda." ( Jendersl Eloy Norberta)
" Fufufu itulah alasan mengapa kita harus mengabdikan diri kepada pemimpin yang luar biasa ini. PANJANG UMUR KAISAR!! " ( Jenderal Alois Griswalda)
"PANJANG UMUR KAISAR!!...PANJANG UMUR KAISAR!!...PANJANG UMUR KAISAR!! " ( suara banyak orang)
__ADS_1
Ruangan bergemuruh dengan teriakan para Ksatria, Menteri, dan para Jendral yang mengaungkan kaisar mereka. Kaisar yang mendengar itu pun puas dengan semua itu.