
Dibalik semak-semak kami mengintai.
Apa itu? Makhluk apa lagi mereka ini?
Jelas mereka bukanlah manusia. Mereka mempunyai tubuh berbulu serta berwajah mirip seperti anjing. Selain itu mereka dapat berdiri dengan kedua kakinya.
Apakah mereka itu manusia serigala?
" Makluk apa mereka itu, Archilles?" Ucapku pelan.
" Mereka kobold, Tuan."
" Kobold? "
" Benar, Tuan. Itulah nama ras mereka sejauh yang saya tahu. "
" Dapatkah mereka diajak berbicara?"
" Mereka memang bisa berbicara. Namun, mereka adalah makhluk pemakan daging, Tuan. Jadi, saya pikir mereka tidak akan mau berbicara baik-baik ke kita. Bahkan dulu kami sering terlibat konflik dengan mereka."
" Begitu. Lalu, apakah mereka kuat? Apa mereka punya kemampuan spesial atau sejenisnya? "
" Mereka kuat Tuan. Untuk kemampuan saya yakin penciuman dan pergerakan mereka itulah yang cukup merepotkan. "
Benar apa yang dikatakan Archilles. Mereka terlihat mulai mengendus sesuatu diudara.
Seharusnya bau kami tidak dapat tercium ke arah mereka karena kondisi angin bergerak ke arah kami. Namun, sepertinya penciuman mereka lebih tajam dari yang kuduga.
Saat ini memang mereka belum sepenuhnya mengetahui posisi kami namun kurasa itu tidak akan bertahan lama.
__ADS_1
Disana ada 6 kobold. Aku cukup mengetahui ada 3 yang mirip anjing yang pernah kumiliki atau pernah kulihat. Mereka semua entah kenapa bisa berpakaian layaknya manusia.
Dengan 2 yang besar disana memakai pelindung besi dan 4 lainnya memakai baju yang cukup lusuh. Pasti 2 orang itu adalah pemimpin kelompok mereka dan 4 lainnya hanyalah anggota biasa. Mereka semua menggunakan pedang dengan ukuran yang tidak terlalu besar.
Mengalihkan pandanganku. Aku melihat sesuatu yang berbeda dengan mereka tengah tergeletak terikat tak sadarkan diri. Ada 4 orang disana. 3 orang sepertinya mirip dengan Elf sementara 1 orang lagi adalah seorang pria paruh baya. Pakaian mereka ada yang compang-camping dan ada yang berlumuran darah. Untuk Pria paruh baya itu kurasa telah tidak bernyawa. Namun untuk ketiga lainnya aku kurang tahu karena tidak terlalu jelas saat kulihat dari sini.
" Itu! " Tiba-tiba gadis Elf ini panik.
" Kau kenal mereka?"
" 3 orang dari mereka adalah teman-teman dari desaku. "
" Begitu ya. Sepertinya mereka sedang bernasib buruk. "
" Tuan? "
" Apa? "
" ... "
Menolong mereka?
Ketiga kobold itu kelihatan tidak terlalu kuat dan yang satu itu walaupun mempunyai ukuran yang lebih besar sedikit, tapi kurasa tidak akan terlalu jauh dari mereka bertiga sehingga kemungkinan aku masih bisa menghadapinya.
Tapi, yang menjadi masalah adalah dua yang berdiri memakai baju besi disana. Selain besar, mereka juga terlihat kuat. 2 orang itu yang membuatku ragu.
" Tuan?"
Apakah dengan hanya aku dan Archilles saja akan cukup? Lagipula mengingat kondisiku, apakah aku sudah cukup kuat untuk bertarung?
__ADS_1
" Tuan? Hei Tuan! Hm-"
Ah sial!! Salah satu telinga makluk itu bereaksi dan dia mulai melihat kesini. Dengan cepat aku segera menyumpal mulut Gadis berisik ini.
" Kita mundur!"
" Hm hm " Gadis itu menggeleng kepalanya tanda tidak setuju.
" Cukup! Diam atau aku tinggalkan kamu disini! Ayo cepat Archiles!" Hardikku dengan suara pelan.
Aku mulai membopong Gadis Elf ini ke atasku.
Secara pelan namun tidak membuang waktu kami meninggalkan area itu.
" Buuah. Kenapa kita mundur! Apa yang sebenarnya kau pikirkan!! " Dia langsung berteriak dan menyuarakan protesnya ketika aku sudah membuka penyumpal mulutnya.
" Aku tengah berpikir. Diamlah!"
Aku harus cepat sebelum mereka sempat menemukanku. Penciuman mereka tajam dan mereka terlihat kuat.
" Archilles? "
" Ya, Tuan?"
" Seperti katamu. Mereka terlihat kuat dan penciuman mereka tajam. Ada lagi yang perlu kuketahui?"
" Mereka cukup gesit. Selain itu, tidak saya duga pendengaran mereka cukup baik sperti tadi. "
" Begitu? Sepertinya kita tidak bisa mengalahkan mereka! Sebaiknya ikhlaskan mereka!"
__ADS_1
"Tidak mungkin! "
Muka Gadis Elf itu seolah terkejut dan tidak percaya akan apa yang telah kukatakan.