Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Tania IIyn La Rhiberrum


__ADS_3

" Tok-Tok-Tok "


Aku membuka mataku kemudian mempersilahkan orang yang mengetuk pintu untuk masuk.


Menanggapi, seorang gadis masuk ke dalam kamar yang digunakan untuk merawatku. Dari wajah sepertinya dia berumur antara 17-18 tahunan.


Siapa dia? Aku belum pernah melihat wanita ini sebelumnya. Apakah dia adalah salah satu orang yang bersama dengan pasukan yang kembali tadi pagi?


Dia memakai pakaian yang seperti gaun berwarna merah. Itu sepenuhnya menutup tubuhnya, tapi di lain sisi juga menampakan kedewasaan bagi pemakainya.


Dia memiliki mata berwarna biru dengan kombinasi rambut berwarna biru muda sebahu. Wajahnya seperti wajah yang dipahat oleh sang dewa itu sendiri, dengan kata lain dia sangat cantik. Bahkan dia lebih cantik daripada Siena kupikir.


" Kau tidak perlu bangun. Aku sudah mendengar semuanya. Aku tidak menyangka bahwa putra Marquis yang dikabarkan telah menghilang ada disini. "


Dengan suara lembutnya dia menyuruhku untuk tetap berbaring sementara dia duduk.


Ini sedikit mengangguku karena aku entah bagaimana seperti mengenal suara ini. Suara ini seperti tidak asing.


Dan lagi, Marquis? Kalau tidak salah itu adalah jabatan dari Ayahku disini.


" Begini- "


" Bagaimana keadaanmu? "


" Eh.. Seperti yang Anda lihat, keadaan saya buruk. Tapi, mungkin dalam beberapa hari saya akan sembuh."


" Begitu ya. Kau pasti telah melalui hal berat. Aku sudah menerima rincian tentang masalah yang terjadi disini dari Baron Brista. "


" Eh, Nona- "


" Tenang saja. Setelah masalah ini selesai, akan kami antar kamu kembali ke wilayahmu. Marquis adalah salah satu orang terpenting dikerajaan, jadi keselamatanmu adalah merupakan prioritas kami juga. "


" Bukan itu. "


" Lalu Apa? "


" Siapa kau? "


...


" Hah?! "


" Hah? "


" Apa maksutmu? "


'' Siapa kamu? Kenapa kamu terus saja berbicara hal yang tidak jelas dan memotong omonganku? "


" Kau tidak tahu siapa aku? Ini tidak bisa dipercaya. "


Dia kemudian terdiam seperti sedang berfikir.


Apanya yang tidak bisa dipercaya? Aku tidak pernah merasa pernah bertemu denganmu. Lalu apa alasannya dia berkata begitu?


" Tunggu! Apakah kau benar-benar Glen Eldric El Notterdam? "


" Benar. Lalu? "


" Tidak.. Tidak mungkin. Coba tunjukan buktinya! "


" Bukti? Aku tidak melakukan kejahatan apapun. "


" Bukan! Bukti bahwa kau berasal dari keluarga Notterdam! "


" Aku tidak tahu apa yang kamu maksud. Tapi apakah ini? "


Aku mengeluarkan kalung dari bajuku.


" Itu kalung tanda bangsawan Notterdam. Ini aneh. Kenapa.. "


Dia kemudian berlari keluar dengan tergesa-gesa.

__ADS_1


'' ... "


Dan kembali membawa seorang laki-laki Paruh baya bersamanya.


Apakah laki-laki ini Ayahnya? Sepertinya tidak mirip.


" Aku sudah tanya penduduk disini. Mereka bahkan mengenaliku. Kau tidak sedang bercanda kan?! "


" Tidak. Aku serius. "


" Rambut ini? Mata ini? Dan tubuh in. "


...


Dia menunjukan tubuhnya, kemudian terdiam dengan raut wajah memerah.


" Ada perlu apa sebenarnya? Jika tidak ada, bisakah kau keluar saja? Bukankah katamu kau sudah tahu semuanya. Jadi jangan cerewet dan pergi dari sini! Aku mau tidur! "


" Ce-Ce-Cerewet? Berani.. Berani.. Beraninya kau.. "


"Bisakah saya ambil alih dari sini? Apakah anda bersungguh-sungguh tidak mengenali Wanita ini? "


Pria paruh baya yang dibawa gadis ini bersamanya mengantikan gadis itu berbicara. Tidak seperti gadis itu yang angkuh, Pria ini terlihat lebih sopan. Aku jadi segan.


" Tidak."


" Lihat kan?! Dia tidak mengenaliku! Ini aneh, bukankah baru setengah tahun yang lalu aku berkunjung ke wilayah mereka. "


" Nona tenang dulu! Biar saya bekerja. "


Wanita itu menuruti dan kemudian terdiam. sementara bapak ini melanjutkan berbiacara.


" Siapa nama Ayah Anda? "


" Marquis Robert Eldric El Rotterdam"


" Ibu anda? "


Aku tidak ingat sama sekali. Ibuku bernama Rika. Tapi yang dimaksud tidak mungkin nama itu.


" Anda tidak tahu nama ibu Anda? "


Aku mengelengkan kepalaku.


" Bagaimana Anda tahu tentang ayah Anda jika begitu. "


" Saya mendengarnya dari Fenrid. "


" Fenrid? "


Mereka berdua saling melihat dan sepertinya tidak tahu siapa orang yang kumaksud.


" Kepala desa disini. "


" Ooh. Maksut Anda Baron Brista. Jadi begitu. Apakah Anda benar-benar tidak ingat apapun? Termasuk diri Anda sendiri? Tidak. Seharusnya Anda mengingatnya karena anda ingat nama anda sendiri."


" Tidak. Saya tidak ingat apapun. Saya mengetahui nama saya karena diberitahu oleh seorang prajurit yang mengaku sebagai pengawal saya yang saat itu tengah sekarat dan menyuruhku untuk pergi ke arah tenggara sebagai pesan terakhir."


" Jadi begitu. Nona. Sepertinya saya tahu kenapa dia bisa begini. "


" Kau tahu? "


" Iya, Nona. Kalau perkiraan saya benar, saat ini dia tengah dalam penyakit hilang ingatan. Jadi dia kini tidak mengingat apapun. "


" Dalam beberapa kasus yang telah dilaporkan, banyak prajurit yang mempunyai penyakit seperti ini setelah kembali dari medan perang. "


" Apakah penyakit itu bisa disembuhkan? "


" Sampai saat ini belum ada obat untuk penyakit ini bahkan ada rumor yang mengatakan mayoritas yang memiliki penyakit ini akan meninggal dalam beberapa bulan. "


Sial. Diagnosa penyakit macam apa ini? Aku berfikir pria yang di depanku ini adalah orang berwibawa dan mungkin adalah seorang dokter dari caranya berbicara. Tapi apa-apaan diagnosa itu.

__ADS_1


Tidak bisakah dia menyimpulkan sebagai penyakit amnesia saja? Yah, mungkin masih masuk akal kalau itu PTSD. Tapi untuk menyimpulkan sampai kepada kematian hanya berdasarkan rumor.


Apakah kau dokter gadungan?


" Tidak-tidak. Saya hanya tidak mengingat apapun saat ini, bukan mengalami stress mental. Jadi tidak perlu untuk menyimpulkan sejauh itu kepadaku. Ahem.. Bisakah kita kembali ke topik? Siapa kalian Ini? "


Mereka kemudian kembali kepada pose yang tegak kembali.


" Karena Anda memang seperti tidak sedang berpura-pura. Maka saya akan memperkenalkan diri kami. Yang duduk disini adalah Putri Kedua dari kerajaan persatuan Morderet, Tania IIyn La Rhiberrum. Yang juga merupakan Komandan dari divisi khusus dibawah kerajaan. Sedangkan saya sendiri adalah pemimpin dari unit penyembuh dari pasukan ini, Fredrick Brick Demnis. "


A-Anak Raja? Kenapa anak raja bisa ada disini?


Jika dia adalah anak raja berarti ayahku adalah bawahannya.


Pantas saja dari tadi dia memancarkan aura angkuh.


" Apakah Ayahku adalah bawahan Anda? "


" Kurang tepat. Ayah Anda adalah seorang pejabat tinggi dibawah Duke sedangan Duke bertanggung jawab kepada Raja. Jadi akan lebih tepat dikatakan sebagai bawahan Raja."


" Begitu ya. "


" Biar kuambil alih dari sini. Aku akan langsung saja kepada intinya. Kami akan membawamu pergi dari sini secepatnya setelah kau sembuh. "


" Apa? Kenapa? "


" Sudah menjadi kewajiban kami untuk membawa kembali dengan selamat putra Marquis yang sebelumnya dikabarkan telah menghilang. "


" Tapi saya tidak bisa. "


" Tidak bisa? "


" Saya harus pergi ke kerajaan para Elf secepatnya. "


" Apa yang kau katakan? "


" Kerajaan Elf sedang dalam bahaya invansi. Saya harus mengantarkan dahulu ketiga Elf kembali ke kerajaan mereka dan membawakan informasi yang saya peroleh dari bawahan saya. "


" Bawahan? Apakah Orc di depan itu yang kau maksud dengan bawahan? "


" Benar. Dia adalah bawahan saya. "


" Tidak bisa. Setelah operasi yang aku lakukan selesai, aku akan datang menjemputmu! "


" Dan kapan operasi Anda selesai? "


" Aku telah memecah pasukan untuk menbawa "orang itu" kembali ke ibu kota. Mungkin dalam seminggu akan selesai begitu pasukan bantuan dari ibukota datang. "


Orang yang dimaksud itu pasti adalah penjahat yang kukalahkan dikamar kemarin. Hanya dia satu-satunya penyerang yang masih hidup dan merupakan informan berharga saat ini. Tapi, untuk menunggu seminggu. Itu akan sangat lama.


Aku takut jika saat itu perang telah pecah, maka aku akan memiliki kesulitan untuk kembali dalam perjalanan pulangku.


'' Bisakah penjemputanku ditunda Sebulan lagi? "


" Tidak bisa! ''


" Tok-tok-tok. "


Pintu kamarku diketok dan masuklah pria paruh baya disitu mengenakan pakaian biasa berwarna hitam.


" Ada apa?"


" Kami telah menerima pesan gagak dari Baron Desmond, Putri. Mereka meminta bantuan pasukan secepatnya. Kini pasukan yang dikirim ke sana sudah hampir dikalahkan semua. "


" Kita pergi! "


" Baik! "


Sebelum dia keluar dari ruanganku dia sempat berujar.


" Jangan pergi ke Negeri Elf itu. Kau pasti menyesal jika ke sana! Tunggu kami. Kami akan mengantarkanmu kembali ke keluargamu! "

__ADS_1


__ADS_2