
[[Proses rekonstruksi tubuh berjalan > Gagal. Analisis : Kerusakan melebihi 60%, rekontruksi tidak dapat dilakukan. Alternatif solusi: Memulai ulang pembuatan tubuh > Sukses.]]
Gelap.
Hanya kegelapan yang aku rasakan saat ini.
Apa maksutnya kerusakan 60 persen? Apa yang rusak?
Kenapa aku masih mendengar suara samar walaupun aku sudah mati ?
Apakah itu suara malaikat? atau Tuhan?
Apakah yang dimaksud 60 persen itu kondisi tubuhku ya?
Kalau tidak salah, bukankah saat terakhir kali tubuh bagian kiriku hancur dan rusak?
Mungkinkah itu yang dimaksud suara itu.
[[Proses : selesai]]
.
.
.
Perlahan aku mulai membuka mataku.
Silau. Sinar matahari yang menembus dedaunan pohon langsung mengenai wajahku.
Kesadaranku mulai pulih.
Perlahan tapi pasti aku berusaha mengerakan tubuhku.
Saat kesadaranku sudah kembali sepenuhnya, aku mulai bertanya-tanya. Dimanakah aku berada saat ini?
Aku mulai melihat sekeliling saat aku dalam posisi terduduk.
Sepanjang mata memandang hanya pepohonan berdaun rimbun yang mewarnai mataku.
Ini hutan?
Apa yang kulakukan disini?
Srrr.. Angin berhembus menggoyangkan dedaunan dan menerpa tubuhku. Ini dingin sekali. Terlebih untuk tubuhku yang sedang telanjang. Eh, Anjir. Kenapa pula tubuhku bisa telanjang tanpa sehelai benang seperti ini?
Berdiri, aku berusaha berdiri dan melihat tubuhku sendiri.
Eh? Tidak! Ini tidak mungkin! K-kenapa tubuhku menyusut dan rambutku memanjang?
__ADS_1
Ya Tuhan! Apa yang sebenarnya terjadi ini?
Kebingungan menguasaiku.
"Jangan panik! Sekarang bukan saatnya panik! Tenangkan dirimu dan pikirkan apa yang terakhir kali kau ingat!"
Aku berusaha menenangkan diriku sendiri.
Setelah tenang, perlahan aku mulai mengingat semua peristiwa yang telah terjadi padaku.
A-Aku sudah mati!! L-Lalu, apakah sekarang aku sedang disurga?!
Ini aneh dan ini tidak terlihat seperti surga.
Bukankah ini hutan biasa?
Sprut..
Lah, tanah hutan ini basah. Apakah habis hujan?
Tapi suasananya tidak seperti musim hujan. Lagipula kalau kulihat baik-baik ada sedikit salju ditanah dekat pohon itu.
Jadi musim semi ya? Pantas saja masih terasa dingin begini. Ah sial, tubuhku menggigil.
Dengan suasana sekitar yang seperti ini, aku yakin aku tidaklah berada disurga. Lalu dimanakah aku sekarang ya?
Ah. Ini Sebuah kalung. Kalung ini indah, namun berlapis lumpur. Ini milik siapa ya? Masa iya dihutan begini ada yang menjatuhkan kalung seindah ini?
Menengok ke kanan kiri aku tidak dapat menemukan apapun kecuali semak semak rimbun. Namun disisi kiriku terdapat semak semak yang roboh seperti bekas dilewati seseorang.
Setelah aku mencoba melihat disemak-semak yang roboh itu akupun melihat jejak kaki. Itu seperti jejak 2 kaki. Tidak mungkin kan itu milik monyet atau semacamnya?
Akupun mengikuti jejak itu. Semakin aku ikuti, semakin banyak pula jejak yang ada ada disitu.
" Jadi lebih dari satu orang ya? Eh! Itu darah? Jejak itu memiliki darah? "
Semakin aku mengikuti semakin banyak pula jejak darah yang mengiringi jejak kaki ini.
Lalu... "A-Apa yang terjadi? "
Aku melihat ada beberapa tubuh pria terpotong dan ada bekas luka ditubuhnya.
Selain itu, aku melihat pula mayat wanita tanpa busana dengan darah dan cairan putih disekitar tubuhnya. Aku tidak ingin membahas tentang apa yang terjadi pada mayat wanita itu, namun yang pasti keadaan mereka mengerikan.
Mendekat aku memeriksa keadaan mayat seorang pria yang memiliki luka sabetan senjata dipunggungnya. Darah mengumpal diatas dan bawah pria itu masih terlihat melapisi pakaian besi yang dikenakannya.
Ini dingin. Apakah mereka sudah lama meninggal? Tapi bekas darah yang mengumpal ini sepertinya belum terlalu lama.
__ADS_1
"Guuh"
Seorang pria tersungkur ditanah batuk dan mengeluarkan darah.
Jadi masih ada yang hidup. Akupun menghampirinya.
Membalikan badan aku melihat kondisinya.
"Pak? Kau masih hidup? Bertahanlah!!"
Pendarahannya terlalu parah. Dia pasti tersiksa dengan bertahan cukup lama ditengah cuaca dingin ini.
Melihatku sebuah senyum dan air mata terpancar darinya.
"T-Tuan Eldric... S-syuklah anda selamat.. pe..pergi ke ten.. ggara.. T-Tuan-"
"Hei? Siapa itu Eldric? Sial, Dia meninggal?"
Apakah dia berhalusinasi saat sekarat? Dia memanggilku Eldric dan menyuruhku ke tenggara? Apa maksutnya?"
Aku menyerah, dia telah tiada. Tidak mungkin aku tau jawaban pertanyaan ku ini.
Sekarang.
Melihat sekitar dan menghitung ada 8 Mayat manusia serta 2 mayat kuda disini.
Ada sebuah kereta terbalik dipenuhi anak panah.
Barang barang didalamnya telah menghilang dan beberapa pakaian berserakan ditanah.
Aku mengambil pakaian yang sekiranya bisa kupakai, lumayan aku kini mendapatkan pakaian untuk menutupi tubuhku yang kedinginan dan menggigil ini.
Kalau dipikir, sepertinya ini ulah perampok atau semacamnya karna aku tidak menemukan barang-barang mewah. Disekitar hanya ada kotak yang telah kosong didalam kereta yang terbalik ini.
Tidak kusangka , ternyata ada 2 sekop yang ditaruh dibawah kereta ini. Mungkin digunakan jika roda masuk kelumpur atau semacamnya.
Dengan bersusah payah aku menggali serta menguburkan mayat-mayat dari orang orang ini.
Untuk kudanya, aku mengambil beberapa dagingnya. Lumayan dengan daging kuda ini aku mendapatkan makanan.
Dengan keterampilan bertahan hidup dihutan yang telah kupelajari dulu aku berusaha menyalakan api.
Aku berkeliling dan mencari ranting-ranting kering. Beberapa pakaian wanita dan pakaian bekas orang-orang tadi kugunakan sebagai kayu bakar.
Aku menggunakan Metode hand drill. lumayan susah sih, namun akhirnya aku berhasil menyalakan api ini.
Setelah beberapa saat, daging kuda yang kumakan telah matang. Namun, sebelum daging ini sempat kumakan, sebuah suara menghampiriku.
[Selamat! Skill memasak telah didapatkan. Skill: Memasak lvl 1]
__ADS_1