
" Hari ini kita mendapatkan banyak, Tuan. "
Seorang pemuda bernama lucas yang berjalan sampingku dengan senang mengatakan itu sembari mengendong sekeranjang tanaman dibelakng punggungya.
" Iya. Meskipun tadi ada banyak monster juga yang muncul. "
" Selama ada Anda tuan. Kami akan merasa aman. Bagaimana Anda bisa sekuat itu? Terlebih permainan pedang Anda. Anda tadi bisa membelah tubuh goblin dengan sekali ayunan pedang. Sungguh Luar biasa. ''
" Ah tidak-tidak. Kurasa Theo juga bisa melakukannya. "
Theo adalah satu-satunya pemburu di Desa ini.
Memiliki tubuh ramping namun terlihat padat, dia adalah seorang pria berumur 41 tahun yang memiliki penglihatan dan pendengaran yang sangat tajam.
Dia pernah bercerita bahwa dia pernah menjadi petualang dimasa mudanya. Namun kini dia sudah pensiun dan memilih untuk berfokus pada keluarga.
Walaupun begitu, pengalamannya sebagai pemburu sekaligus pemanah tetap lebih matang dari siapapun yang ada disini.
" Oh, Tuan. Anda terlalu memuji saya. Saya ini hanyalah seorang pemburu. Mungkin saya bagus dalam mengintai dan memanah. Namun, untuk bisa melakukan hal yang sama seperti yang Anda lakukan, saya rasa itu mustahil. "
" Mustahil? Kenapa begitu? Tubuh Anda masih terlihat kuat. "
Aku menghentikan langkah dan memandang ke arah Theo. Mengikutiku mereka juga berhenti.
" Memang. Tapi kembali lagi, saya hanyalah pemanah dan pemburu. Saya lebih tepat untuk tugas pengintaian musuh. Walaupun memang panah saya ini bisa untuk membunuh goblin tapi itu perlu untuk mengenai kepala. Kalaupun saya menggunakan pedang itu mungkin hanya dapat menebasnya, bukan membelah seperti yang Anda lakukan."
Kami kemudian melanjutkan berjalan menuju desa.
" Apakah itu sejenis latihan bangsawan Tuan? Saya mendengar bahwa para ksatria bangsawan itu kuat-kuat. Jenis latihan apa yang Anda lakukan sehingga Anda dapat menjadi sangat kuat diusia segitu mudanya. "
" Hei, Dreo! Bukankah itu tidak sopan untuk menanyakan itu?! "
Versy yang merupakan orang tertua kedua dikelompok ini menyuarakan keberatannya.
__ADS_1
" Ayolah Versy. Kau pasti juga penasaran kan? Lagipula aku juga menanyakannya dengan sopan. ''
Sepertinya akan terjadi pertengkaran diantara mereka.
" Bukan itu masalahnya bodoh! Untuk menanyakan hal berkaitan tentang latihan ksatria bangsawan untuk seorang petani seperti kita. Bukankah itu hal yang tabu! "
Dreo terdiam mendengar ini. Kurasa pendapat yang diutaran versy memang benar untuk Dreo. Tapi aku kurang paham akan hal itu.
Negaraku dahulu menang dijalankan dengan sistem kekaisaran. Namun, dari yang kutahu, ada pemisahan antara tugas para bangsawan dan militer. Sistem kebangsawaan hanya berperan dipolitik pemerintahan, sementara militer ya terdiri dari berbagai lapisan masyarakat, terlepas dari pengaruh bangsawan.
Lagipula aku memang bukan bangsawan dari awalnya.
" Tidak apa, Versy. Lagipula aku tidak pernah mendapatkan pelatihan seperti yang Dreo bayangkan itu. "
" Kenapa Tuan? Bukankah Anda adalah anak ketiga? Saya mendengar bahwa selain anak pertama dari bangsawan itu biasanya akan dijadikan ksatria atau seseorang yang setara akan hal itu? "
Ini gawat. Aku keceplosan. Aku memang bukan bangsawan sebelumnya, tapi aku lupa jika profilku disini adalah anak bangsawan.
Aku harus menjawabnya. Tapi, apa alasan yang sekiranya masuk akal? Jika aku asal jawab dan mereka curiga, bukan tidak mungkin mereka akan menganggapku penipu dan mengusirku.
Aku melihat ke arah Dreo dengan ekspresi bermasalah.
"... Maaf Tuan. Sepertinya saya telah menanyakan hal yang tidak pantas. "
Dreo menunjukan ekspersi yang rumit.
" Tidak apa. "
Kini suasana berat menyelimuti kami.
Aku tidak suka suasana ini.
" ..tadi kalian menanyakan tentang kenapa aku bisa sekuat ini bukan? Ini karena latihan. "
__ADS_1
" Latihan Tuan? "
" Benar. Tidak mendapatkan pelatihan khusus ksatria, bukan berarti kita harus berhenti berlatih, bukan? Jadi aku memutuskan berlatih sendiri. Oh ya. Apakah kalian mempunyai waktu luang? Bagaimana jika berlatih denganku? Berlatih hanya dengan Archilles itu membosankan. Jika kalian berminat nanti sore kita berlatih bersama. ''
Aku juga berniat untuk berlatih memanah dengan Theo nanti.
" Kami punya waktu luang karena waktu menanam masih 2 minggu lagi. Namun..''
Ekspresi versy seperti bermasalah sebelum melanjutkan.
".. Apakah kami benar-benar bisa menjadi kuat? Kami hanyalah petani yang tahu mengayunkan cangkul dan sabit. Lagipula kami tidak mempunyai senjata disini maupun bakat. "
" Begitu ya. Kalau begitu kalian memang tidak bisa. "
Tidak ada yang menanggapi pernyataanku. Maka dengan itu aku melanjutkan.
" Kata 'hanyalah' itulah yang menjadi penghalang kalian. Jika kalian berfikir begitu maka itulah yang terjadi. Jika kalian mengingikan untuk berlatih denganku dan menjadi lebih kuat. Akan kutunggu nanti sore. Nanti kubuatkan senjata dari kayu untuk latihan. ''
" Baik, Tuan. ''
Versy dan Dreo hampir serempak menjawab.
Diantara kami berlima memang mereka adalah orang yang tertarik dengan yang ksatria.
Kini, kami hampir sampai di desa dimana aku melihat ada seorang gadis berlari ke arahku.
Dia gadis yang cantik untuk seorang gadis desa.
Kulitnya jelas menampakan bahwa dia cukup banyak terkena terik sinar matahari dan kini mengalir keringat dikulit itu.
Dengan terengah-engah dia menghampiriku.
" Tuan. Kedua Elf itu telah sadar! Saya disuruh ibu untuk memberitahu Anda. "
__ADS_1
" Benarkah? Seharusnya kau tidak perlu berlarian kesini. Nanti juga aku akan pulang. Tapi, terima kasih. Kalau begitu ayo. "