
Suasana pagi yang terkesan sepi dan sunyi tidak terlihat sekarang ini. Dengan banyaknya suara derap langkah serta gesekan baju besi yang bergesekan satu sama lain menyebabkan pagi ini terasa riuh di padang rumput luas ini.
Ribuan pasukan Elves bergerak untuk membuat formasi pasukan. Gerakan mereka begitu rapi dan disiplin menyebabkan pengaturan formasi itu tidak begitu memakan waktu dan berlangsung cepat.
Formasi mereka terdiri atas 3 formasi, yaitu 2 formasi utama serta satu formasi penyokong.
Formasi utama terdiri atas 2000 infanteri ringan di depan dan 3000 Infanteri berat di belakangnya.
Sementara pasukan utama berjumlah 5000 pasukan, pasukan penyokong adalah pasukan yang terdiri dari 1000 pemanah jarak jauh yang menggunakan panah panjang. Mereka tersembunyi di balik pohon di belakang pasukan utama. Dimana diposisi inilah mereka akan menembakkan panah ke atas menuju ke tengah medan perang.
Beralih ke pasukan infanteri ringan. Sebagaimana namanya, pasukan ini adalah pasukan yang menggunakan peralatan-peralatan yang cukup ringan untuk memudahkan dalam pergerakan mereka.
Dikatakan sebagai penyerang utama dalam kesatuan ini, pasukan ini menggunakan peralatan seperti; baju besi tipis, panah, satu pedang di pinggang dan dua pedang lebih kecil yang menggantung di punggung. Di tempat inilah aku nantinya akan ditempatkan.
Sementara pasukan infanteri ringan menggunakan peralatan ringan tadi. Ada juga pasukan yang menggunakan peralatan yang serba berat.
Jika tadi adalah pasukan penyerang utama. Maka Unit ini adalah pasukan pertahanan utama.
Pasukan Infantri berat. Sebuah unit pasukan yang menggunakan peralatan berat. Adapun peralatan yang mereka gunakan adalah baju besi yang menutupi seluruh badan tak terkecuali wajah mereka. Senjata mereka terdiri atas tameng besar, tombak sepanjang 3 meter serta pedang yang tergantung dipinggang.
Walaupun gerakan mereka terkesan lambat, namun pertahanan mereka tidaklah dapat diremehkan. Akan membutuhkan banyak kekuatan untuk melukai mereka. Dapat dikatakan pula bahwa mereka ini adalah Tembok berjalan.
Berhenti membicarakan kedua unit utama, sampailah kita pada unit penyokong. Unit penyokong ini adalah unit yang mayoritas terdiri dari para ranger ( penjaga hutan) yang ahli dalam panah jarak jauh.
Peralatan mereka lebih ringan dan simpel daripada unit lainnya karena mereka memang tidak ditujukan untuk bertarung digaris depan.
Mereka menggunakan baju pelindung dari kulit dan menggunakan panah panjang sebagai persenjataan utama mereka. Bahkan aku mendengar jika ada 5 orang ahli sihir yang akan memberikan sesuatu yang dapat menambah atribut kepada pasukan ini. Aku kurang mengerti tentang hal itu, tapi sepertinya itu sejenis mantra peningkatan atau semacamnya. Di unit ini pula berkumpul beberapa ahli sihir pengobatan.
__ADS_1
•Kembali ke 3 jam yag lalu•
“ Glen? Kau yakin akan pergi ke peperangan ini?”
Mengenakan sebuah pakaian pelindung yang terbuat dari kulit, Siena sekali lagi memastikan kesiapanku untuk pergi ke dalam medan perang ini. Kecemasan nampak tidak bisa disembunyikan dari raut wajahnya.
“ Aku yakin. Bukankah sebelumnya aku sudah memberitahu? Aku ingin memastikan sesuatu.”
Benar. Setelah membaca beberapa hal yang terdapat dalam buku itu aku mendapatkan sebuah informasi yang cukup berharga.
Di dunia ini ada sebuah batas kekuatan yang dinamakan level. Level itu umumnya menunjukan seberapa kuat dan pengalaman dari orang itu.
Adapun untuk menaikkan level biasanya membutuhkan sebuah poin pengalaman\(Exp\) dalam jumalah tertentu. Point pengalaman \(Exp\) ini akan di dapatkan seseorang melalui beberapa cara, yaitu berlatih, membunuh monster ataupun bertarung.
Bukan hanya tentang level itu, setelah aku membaca catatan berikutnya sesuatu yang benar-benar menarik telah aku dapatkan. Fakta itu adalah medan perang adalah tempat terbaik untuk mendapakan sebuah point. Dapat dikatakan bahwa medan perang adalah tempat terbaik untuk memanen Exp.
Aku tidak tahu itu hanya berlaku untuk Ibu Siena seorang atau bahkan aku juga akan mendapatkan sesuatu yang serupa. Aku ingin membuktikannya. Jika memang demikian adanya, maka itu akan seperti melempar 2 burung dengan satu batu.
Memegang kedua tangannya, aku berusaha meyakinkan dia.
“ Tidak. Percayalah padaku! Aku pasti akan keluar dan bertahan dari peperangan ini dan menjadi semakin kuat untuk melindungimu!”
“ Baiklah. Jangan paksakan dirimu! Hati-hatilah!” Meskipun masih ragu, Siena mencoba merelakan.
“ Kamu juga! Tapi bukankah tidak aman untuk seorang Putri ikut berperang seperti ini? "
" Tidak apa! Aku kuat kok! "
__ADS_1
Siena menunjukan lengan kanannya yang tentu saja tidak ada otot disana, dia hanya ingin menunjukan bahwa dia itu kuat dan akan baik-baik saja.
Aku memegang dan mengelus kepala Siena sejenak karna merasa lucu. Siena diam saja dengan raut wajah yang berubah merah masam.
" Oh iya, Siena!”
“ Iya? Ada apa?”
“ Ada hal yang aku ingin kamu lakukan! “
" Dengar! Jika situasi menjadi semakin gawat, gunakanlah mantra itu! Maksudku, apabila ada sesuatu yg tidak terduga yang kemungkinan tidak bisa kita atasi, gunakanlah!"
" Kamu serius? Bagaimana jika itu lepas kendali? "
" Tidak-tidak. Harusnya itu akan baik-baik saja. Lagipula, hanya lakukan itu jika kami sudah benar-benar terdesak! "
" Baiklah, akan kucoba! "
Siena yang selesai mengucapkan itu terdiam seperti menunggu sesuatu.
Memegang kepala Siena aku mendekat kemudian mencium kening Siena.
" Anggap ini sebagai jimat keberuntungan. Semoga kamu beruntung. "
" I-Iya "
__ADS_1
Kami pun berpisah untuk menuju divisi kami masing-masing.