
Dia memulai mengoleskan di luka yang ada di dadaku
" Emh"
Ini sedikit terasa perih saat mengenai luka.
" Untuk tubuh yang kecil ini. Kamu lumayan hebat juga ya bisa menghadapi Orc dan kobold itu. "
"Terima kasih pujianmu. Tapi, bukan mauku untuk mendapatkan tubuh kecil seperti ini! "
Tubuhku sebelumnya memiliki tinggi 182 cm dan sekarang menyusut menjadi sekitar 165cm. Dengan memiliki tubuh remaja lagi seperti ini membuatku kerepotan bukan main.
" Apa maksudmu? "
" Tidak apa. Lupakanlah. Yang lebih penting. Jadi ini memang pedang milik Elf?"
" Benar. Dari bentuknya saja sudah kelihatan jika itu adalah Pedang yang dibuat oleh pengrajin Elf. Kau tidak tahu? Memangnya kau menemukan pedang itu dimana? "
"Aku menemukan pedang ini saat bertarung dengan Orc pertama kali. Saat itu pedang yang kupakai patah, jadi aku merebut pedang yang dibawa Orc itu. "
"Jadi begitu. Lihat ini! Ukiran ini dinamakan Rune. Disini tertulis petir. Jadi jika kapasitas sihirmu cukup kuat dan memiliki resonansi khusus dengan pedang ini, maka kamu akan bisa mengeluarkan kemampuan petir dari pedang ini!" Ujarnya sembari menunjukkan Sebuah ukiran yang terdapat pada tubuh pedang itu.
" Kukira itu hanyalah hiasan semata, jadi itu cukup penting ya? Apa karena itu dulu aku melihat pedang ini berselimut petir ya saat pedang ini digunakan oleh Orc itu?''
" Tentu saja. Namun, untuk digunakan oleh Orc kurasa petir yang dikeluarkannya tidak akan memiliki efek apapun karena kurangnya pengetahuannya. Mungkin itu hanyalah pelepasan energi asal. "
" Benar, listrik seperti petir dipedang itu dulu tidak memiliki efek apapun. "
" Harusnya pedang sihir dapat dimentalkan oleh pedang sihir yang lain. Namun dalam kasus itu, mungkin tebakanku betul. Jadi kau benar-benar tidak tahu apapun ya? "
Aku membalas dengan menggelengkan kepalaku dan bilang '' Tidak " kepadanya.
" Begitu. Berarti kau belum tau tentang kehebatan pedang milik para Elf ya? kalau begitu biar kuperlihatkan. "
Dia mengentikan aktifitasnya dan meminta pedangku dengan tangan kanannya.
Berdiri dia memegang pednagnya didepan tubuhnya dengan kedua tangan dan mengarahkan ke atas.
" Begini. Ini adalah pedang sihir. Kau bisa memasukkan sihir yang kau mau didalam pedang ini! Dengan menggunakana mantra aktivasi dan mengalirkan sihir kedalam pedang ini maka kau akan bisa meberikan serangan sihir denganya."
<< Ey külaklarin tanrısı. Raqiblərimi parçalamaqda kəskinlik, qüvvət və dəqiqlik verin >>
Pedang itu mulai bercahaya terutama diukiran yang terdapat disepanjang pedang itu. Angin bertiup perlahan disekitar area pedang itu.
'' Ini hanya bisa mengeluarkan cahaya seperti ini, karena kapasitas Manaku tidak banyak dan karena kecocokan sihir dariku tidaklah bagus. Mungkin bisa, Namun aku tidak bisa menggunakan sihir pada pedang ini terlalu lama. Umumnya Penggunaan sihir pada sebuah obyek seperti pedang lebih menguras tenaga daripada menggunakannya langsung. Namun, efek yang dihasilkan dari pedang itu umumnya lebih besar dampaknya. Cobalah! Mungkin kamu cocok dengan pedang ini. "
Siena mengulurkan pedang ditangannya kepadaku. Dengan tangan kanan aku menerima nya.
" Bagaimana caranya? "
" Cobalah berkosentrasi untuk mengalirkan energi ke pedang itu. Ucapkan Mantra yang ku gunakan tadi dan rasakan pedang itu adalah bagian dari dirimu sendiri! "
Konsentrasi.. Kosentrasi.. Aku mencoba memejamkan mata meresapi kata-kata milik Siena. Tapi ada satu permasalahan! Aku tidak ingat dan tidak paham mantra apa yang diucapkan Siena tadi!
Mencoba mengingat-ingat kembali, bukannya teringat akan mantra yang diucapkan Siena, aku malah seperti teringat akan sesuatu yang lain saat aku mencoba memegang pedang seperti ini dan tanpa kusadari kata-kata itu terlontar dengan sendirinya.
<< Pedang Dewa petir >>
Sebuah lingkaran bermotif tiba-tiba muncul dari bawahku.
Sebuah tekanan besar keluar dari dalam diriku yang membuat Siena agak mundur.
" Glen? "
Percikan-percikan Petir keluar disekitar lingkaran itu dan menyelimuti diriku.
__ADS_1
Tak lama petir itu seperti tertarik masuk meresap ke dalam pedangku.
Membuka mataku, aku melihat bahwa pedangku kini telah dikelilingi oleh petir kecil kecil. Bersamaan dengan itu aku merasakan pusing kembali menderaku dan ini seperti ada sesuatu yang keluar dari dalam diriku.
" Ini berhasil. Namun, apa ini? kenapa Aku begitu pusing?"
" Hei!! Kenapa kau bisa menggunakan sihir sebesar ini? Bukankah kau bilang kau tidak tahu akan sihir?! Dan lagi, 1 kali pelafalan? Bagaimana caramu melakukannya? "
"Aku juga tidak tahu! Yang lebih penting, bagaimana cara menghentikan ini?! "
Saat aku berpikir bagaimana menghentikan petir dipedangku itu, tiba-tiba petir dan energi yang ada dipedangku menghilang begitu saja.
" Terima kasih."
" Untuk apa? "
" Sudah menyelamatkanku. Maaf telah menuduhmu sebelumnya. "
" Tidak apa. Aku hanya merasa perlu untuk menolongmu saja. Tidak usah terlalu dipikirkan."
" Begitu ya. Tapi, apakah kau tidak pernah merasa? Bukankah ini suatu takdir?"
" Takdir?"
" Benar. Apa menurutmu ini bukanlah kebetulan kita dipertemukan seperti ini?"
" Apa maksudmu? Memang aku merasa ada dorongan untuk menolongmu. Tapi aku bukanlah orang yang mempercayai sesuatu seperti itu. Bagiku, apa yang kita lakukan itulah apa yang akan terjadi. Aku tidak mempercayai takdir atau apapun itu."
" Tapi aku masih merasa ini adalah suatu takdir. Mungkin ini hanya perasaanku saja. Namun, seperti yang pernah ibu ceritakan. Aku mempercayai nya."
" Ibu? Percaya? Apa maksudmu? Aku tidak paham."
" Tidak apa.. ah ini sudah selesai. Aku akan tidur duluan. Apakah kau sanggup berjaga semalaman?"
" Tidak ada apa-apa. Selamat malam. "
Dia mengabaikan ku dan tidur dengan memunggungi ku.
Ini sedikit mengangguku. Namun percuma karena dia tidak mau menceritakannya.
Menghabiskan waktu, aku membuka dan mempelajari skillku lebih lanjut.
"STATUS"
Sepertinya biasa, sebuah layar terhampar di depanku.
[[ •••••STATUS•••••]]
Nama : Glen Eldric Ruterdom
Ras : Demi-Angel
Job : Pahlawan
Level : 13
Status : Kelelahan/ Sakit
HP : 656/1000 Attack : 500
Mana: 1289/2000. Magic attack : 300
Magic resist : 1000.
Life Skill~
__ADS_1
•Skill Origin: Learn level 3.
•Skill Memasak level 5.
•Skill membuat api level 3.
•Skill Berpedang level 6.
-> Skill Pedang dewa petir Level 1.
Skill Spesial: •Efek Pahlawan 2x XP( Pasif ).
•Learn level 3.
Perlindungan ilahi: -
Bawahan : • Archilles. ]]
Hampir setengah dari HPku berkurang.
Namun Kenaikan level ini cukup menjanjikan. Ini benar-benar mirip dengan game Petualangan atau semacamnya. Namun tentu apa yang kurasakan ini benar-benar suatu kenyataan. Dari rasa sakit, pusing, serta pertarungan yang kuhadapi. Itu semua adalah kenyataan.
Mencoba menekan tulisan Archiles dilayar, tiba-tiba tulisan itu berubah menjadi status milik Archilles.
[[ >>Bawahan<< ]]
Nama : Archilles
Ras : Orc -> High Orc
Level : 5
JOB : Pendekar Tombak Biasa
Status: Kelelahan/ sakit
Kesetiaan : Sangat Baik.
HP : 456 / 800 AGI : 480
MP : 287/300 MAG ATK : 10
PHY. ATK : 400 MAG. DEF : 600
PHY DEF : 800 RESIST : 700
Special skill~
• Regenerasi level 2.
Life skill~
•Skill membaca level 3.
•Skill Membuat api level 1.
•Skill Berburu level 2.
•Skill bertombak level 5 (Biasa).
Perlindungan Ilahi : - ]]
Kenaikan Archilles benar-benar signifikan, terutama di pertahanannya. Dia menjadi semakin keras kurasa.
Menghabiskan malam aku mencoba mempelajari semua kemampuanku dan kemampuan milik Archilles. Selain itu aku juga banyak bertanya kepada Nona sistem dan mengumpulkan berbagai informasi dari pengalaman yang kuperoleh beberapa hari ini untuk kuanlisis. Terutama tentang kemampuan pedang ini yang baru kuketahui. Aku banyak bertanya kepada Nona sistem tentang berbagai hal itu.
__ADS_1