
" ሄይ !! ሰዎች ማን ናችሁ ??" ( Hei!! Siapa Kalian?)
Sontak kami memandang arah dari datangnya suara itu. Seorang gadis berpenampilan berantakan dengan telinga panjang dan lancip memegang pedangku dengan tangan gemetar.
Aku tidak paham akan perkataannya.
" Kau paham apa yang dikatakannya, Archilles? "
" Saya juga tidak mengerti bahasa para Elf, Tuan. "
Lalu bagaimana ini?
" እኔ ማን ነህ? የት አለ በሠራዊቴ ላይ ምን ሆነ? አይንቀሳቀሱ !! "
( Aku bilang, siapa kamu? Apa yang terjadi dengan pasukan saya? Jangan bergerak !! )
Dia mengacungkan dan mengancamku dengan pedangku sendiri.
"T-Tenanglah Nona!! Tolong Turunkan senjata itu! Kami bukanlah orang jahat!"
Aku berusaha membujuknya dengan bahasa isyarat.
” አትንቀሳቀስኩ አ..ል..ኩ... Buk" ( kubilang jangan ber.. ge... rak-..)
Terhuyung-huyung dia tiba-tiba pingsan.
" Apa-apaan dia? Aku sama sekali tidak mengerti bahasanya dan tiba-tiba dia mengancamku?... Hei Archilles, bisakah kau carikan tali untuk mengikatnya? Gawat jika dia melakukan hal tadi lagi."
"Baik, Tuan."
"Bawa in- dia sudah pergi."
Archilles berlari pergi ke dalam hutan tanpa sempat mendengarkanku.
Cukup lama hingga dia akhirnya kembali membawa sebuah akar yang lumayan panjang dan agak kecil. Itu memang akar, tapi lebih mirip tali tambang atau rotan.
Walaupun sudah menggunakan pedangku yang lumayan tajam, namun akar ini tetap lumayan alot untuk kupotong.
__ADS_1
Bagaimana bisa Archilles memotong ini tanpa alat potong?
" Ini sangat Alot dan kuat. Bagaimana Caramu memotongnya?"
"Saya mengigitnya."
"Hah?!"
" Saya mengigitnya sampai putus Tuan. Itu membutuhkan waktu yang lama karna akar itu lumayan kuat."
" Bagaiamana kau bisa mengigit benda ini? Bukankah ini sangat kuat? Apakah gigimu tak apa-apa?"
" Tentu saja gigi saya hancur... Lihat nih, hiii"
Dengan bangga dia memperlihatkan beberapa gigi yang baru tumbuh dan ada pula gigi yang masih ada bekas hancur.
Melihat itu, dengan tanpa Ekspresi aku berkata " Kau bodoh" lalu pergi dan mulai mengikat si gadis Elf.
Archiles terduduk murung. Aku memutuskan mengabaikannya.
Cukup lama kami menunggu dia siuman. Hingga langit telah berubah jadi oren pun dia tak kunjung bangun juga. Hingga akhirnya penantian kamipun terbayarkan juga. Perlahan dia membuka matanya. Sesaat dia memang belum menyadari apa yang terjadi. Namun, kemudian dia berteriak,
( Apa-apan ini? Hey monster cepat lepaskan ikatanku!!)
Dia terus memberontak dan menggeliat kesana kemari agar lepas dari tali akar itu.
"Percuma Nona. Dari kelihatanya memang akar itu kelihatan lemas dan rapuh tapi dia itu lebih kuat dari yang kau bayangkan! Hentikan perbuatan sia-sia mu!"
Entah dia paham atau tidak tapi dia terus saja memberontak berusaha melepaskan tali yang mengikat tangan dan kakinya.
Huh ini menyebalkan!
Aku berusaha memberi tahu bahwa aku bukanlah musuhnya melalui gerakan isyarat tangan sedemikian rupa.
"Kami... Bukan... Orang... Jahat!... Apa... kau...mengerti?"
Perlahan dia mulai tenang sampai akhirnya dia mengangguk kepadaku.
__ADS_1
Benarkah dia mengerti?
" Aku... akan... membuka... ini. Tenang ya?"
Dia mengangguk lagi. Dengan itu aku mulai membuka satu persatu ikatannya.
Ketika dia telah benar-benar terlepas dia berdiri didepanku.
" Bagaimana... keadaanmu? apa.. kau.. baik-bai- Plakk"
Huh?
Terkejut akan tindakannya yang tiba-tiba menamparku, aku tidak dapat menghindari serangan berikutnya.
Dukk... Sebuah tendangan keras dilayangkan ke arah selangkanganku dari bawah.
Sebuah rasa sakit langsung menyebar ke seluruh tubuhku dan membuatku langsung tumbang ke tanah tidak mampu bergerak. Rasa sakit itu secara cepat bercampur menjadi rasa mulas yang begitu hebat.
"B-b-..ang...sat...ugh.."
Dengan cepat Elf wanita itu kabur lari menjauh.
Aku hanya dapat tertelungkup diatas tanah melihat dia berlari menjauh.
''T-Tuan!!!"
"T-T-T...Tangkap Elf keparat itu!!!!"
" B-Baik.."
Archiles segera berlari mengejar wanita Elf keparat itu.
Astaga. ini sakit sekali. Bahkan air mataku sampai keluar karenanya.
" Ouch."
Secara naluriah aku ingin memegang tapi ketika "itu" tersentuh rasa ngilu begitu cepat menghampiriku.
__ADS_1
Kuharap ini tidak akan mempengaruhi masa depanku. T_T
Awas saja jika perempuan sialan itu tertangkap!!!