Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Kobold dan Rencana II


__ADS_3

Dengan muka seolah tak percaya, dia kembali memohon kepadaku.


" Tuan? Sebaiknya pikirkan lagi! Bukankah Anda sebelumnya dapat membantai para Orc itu? Tuan, saya mohon tolonglah mereka! "


Itu memang mungkin karena aku masih memiliki Auto-Battle dan kondisiku sedang fit saat itu. Namun jelas saat ini keadaan akan berbeda karena skill itu telah tiada dan tubuh yang baru sembuh ini.


" Sudah kupikirkan. Itu tidak mungkin jika hanya aku dan Archilles saja yang menghadapi mereka."


" Kalau begitu saya akan membantu Anda! Sa- Saya dapat menggunakan sihir! Saya pasti akan berguna! "


Sihir?


" Sihir apa? "


" Saya dapat mengikat mereka dengan sihir tumbuhan saya! Lalu saya juga memiliki sihir angin. Saya terbiasa menggunakannya untuk membelokan anak panah."


" Berapa orang yang dapat kau ikat? "


" Saya dapat mengikat hingga 10 orang. Namun.."


" Namun apa? Lanjutkan! Waktu kita tidak banyak!"


" Saya tidak dapat mengontrol siapa saja yang akan saya ikat! Selain itu. Untuk saat ini kurasa saya hanya dapat mengikat kurang dari 3 orang karena saya kehabisan mana."


" Tidak dapat mengontrol? Jadi maksutmu kau tidak bisa membedakan yang mana kawan atau lawan yang ingin kau ikat bahkan dirimu sendiri? "


" Be-Benar. Ta-Tapi saya cukup yakin saya tidak akan mengikat diri saya sendiri!!"


Dia bahkan ragu saat mengatakan itu?


Ada apa dengan kemampuan cacat itu?


Itu jelas kemampuan yang berbahaya!


" Tuan. Saya mohon dengan sepenuh hati saya!"


Elf itu kembali memohon kepadaku karena melihat aku yang jelas tahu kelemahan kemampuannya itu. Kali ini bahkan dia bersujud memohon. Seberapa pentingkah teman-teman yang disana itu?


Hadeh.


Dengan menghela nafas panjang, aku memutuskan.

__ADS_1


"Heh, ini merepotkan. Baiklah. Aku akan berusaha menolong mereka. Sekarang berdiri! "


" Benarkah? "


Mulai bangun, Elf ini menatap ke arah wajahku.


" Diamlah atau aku akan berubah pikiran! Aku sedang memikirkan rencananya untuk saat ini. "


Apakah penyergapan akan efektif untuk mereka?


Penciuman mereka sangat tajam. Kemungkinan besar mereka akan tahu posisi kami sebelum kami sempat menyergapnya.


Kami harus mengakali kemampuan itu.


Lalu, harus dibutuhkan sesuatu yang dapat menarik mereka diposisi yang strategis untuk disergap dengan kata lain, umpan.


Aku kemudian melihat Elf di depanku ini. Kurasa dia bisa kugunakan.


Baik. Umpan siap.


Sekarang tinggal bagaimana mengecoh penciuman mereka.


Sebenarnya aku mempunyai sebuah ide. Namun, mungkinkah hal itu dapat dilakukan?


" Baik. Aku telah selesai berpikir. Akan kujelaskan rencananya. Pertama. Kita akan kecoh penciuman mereka. Kau bilang kau punya kemampuan sihir angin apalah itu bukan? Jika begitu, putar angin disekitar sini lalu arahkan juga ke arah mereka! Bisakah kau lakukan hal itu? Jangan bilang kemampuan ini juga cacat?!"


" Aku bisa! Jangan menyebutnya cacat! aku bisa melakukannya! "


" Baiklah. Pastikan mereka tahu kita ada disini, lalu ketika mereka sampai disini itu akan membingungkan mereka untuk bisa melacak posisi kita karna angin akan bergerak memutar membawa bau kita ke sekeliling. Lalu, untuk rencana terakhir. Kau berguna sebagai umpan. "


" Aku? Sebagai umpan? "


'' Benar, ah iya. Siapa namamu tadi? "


" Siena. Dustina Vor Siena. Aku beneran kau gunakan sebagai umpan? "


" Baik. Siena ya. Tentu saja benar. Bukankah kau bilang akan menolong mereka? Kalau begitu itulah tugasmu untuk saat ini. Kau pancing mereka kesini. Setelah itu berdirilah dibelakang pohon besar itu sementara kami akan menyergap mereka. Cukup sederhana bukan?"


Setelah menjelaskan rencana pertamaku itu kemudian aku menjelaskan rencana keduaku secepatnya!


" Tunggu dulu! Bukankah itu rencana terlalu sederhana? Lalu apakah kau yakin mereka berempat akan mengejarku begitu saja?! "

__ADS_1


" Kenapa tidak? Memang rencanaku ini cukup sederhana, namun kau juga tidak memikirkan rencana itu bukan? Sudah diamlah dan lakukan saja tugasmu sebaik mungkin! Adapun jika tidak bisa sampai keempatnya sekaligus paling tidak kekuatan mereka akan berkurang begitu kita mengalahkan 2-3 orang itu! "


Walaupun ragu namun dia kemudian mengangguk setuju.


"Baik. Tapi apa yang bisa kulakukan untuk memancing mereka? "


Aku mulai melepaskan ikatannya.


" Terserah. Bilang 'selamat sore' kek, atau apapun terserah padamu. Yang penting pastikan seolah kau tidak sengaja bertemu mereka. Akting pincang atau terluka itu lebih baik. Lalu giring mereka kesini sesuai rencana. Sisanya biar aku yang tangani."


" Akan kucoba. « Wahai Angin. Ikuti perintahku. Wind Controle» "


[[ Skill Learn : Aktif ]]


Gadis Elf itu bangkit dan merapalkan mantra sihirnya. Benar saja, angin mulai bertiup pelan berputar disekeliling.


Setelah selesai, Elf mulai berjalan ke arah tempat kelompok kobold tadi berhenti.


Aku kemudian beralih ke arah Archilles.


" Hei Archiles! Apa kau paham rencanaku tadi? Kenapa kau diam saja dari tadi? "


" Saya sepenuhnya paham Tuan. Saya diam karena saya tidak meragukan strategi dari Anda dan siap mengikutinya."


" Alasan macam apa itu? Yasudahlah. Bisakah kau kencing dipohon itu? lalu aku akan kencing disana! "


Aku menyuruh Archiles kencing di pohon sebelah kanan sementara aku dikiri. Setelah selesai aku dan Archiles kembali ketempat kita tadi.


" Sudah, Tuan. "


" Bagus! Sekarang, Lepas pakaianmu! Aku juga akan melakukan hal yang sama."


Tanpa pertanyaan Archilles segera melakukan apa yang kusuruh.


Ah. Ini lumayan sejuk dengan angin yang bertiup disekeliling kami ini.


" Lap badanmu sebelum kering dengan pakaianmu lalu taruh disini! " Perintahku lebih lanjut.


" Seperti ini, Tuan?... Sudah. Lalu apa yang akan kita lakukan selanjutnya? "


" Bagus. Sekarang ayo kita panjat pohon itu. Setelah itu kita tunggu kedatangan mereka."

__ADS_1


" Baik, Tuan."


__ADS_2