Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Intermission Part 4


__ADS_3

Duduk di Singasana, Sang kaisar melihat Norberta.


"Katakan! Apa pemanggilan berhasil?''


"Ya, yang mulia! Pemanggilan berhasil memanggil 5 orang Pahlawan." Jawab Eloy Norberta.


"Apakah mereka kelihatan kuat?"


" Mohon maafkan hamba yang Mulia. Saya belum bisa memastikan hal itu, tetapi dari energi sihir mereka, saya bisa pastikan bahwa mereka memiliki bibit sihir yang luar biasa."


"Jadi begitu. Jadi pengorbanan kita tidak sia-sia. Baguslah."


Pengorbanan yang dimaksut adalah peperangan yang terjadi antara kekaisaran barat melawan kerajaan timur.


Pada perang terakhir korban tewas mencapai 28.000-an jiwa. Sungguh jumlah korban yang fantastis mengingat ini adalah pertempuran antara 2 kerajaan besar dari 5 kerajaan besar di dataran Noersia.

__ADS_1


Awal mula pertempuran tersebut adalah untuk memperebutkan wilayah pegunungan timur yang berbatasan dengan kerajaan yang kaya akan emas. Sebenarnya rangkaian pegungungan ditimur Kekaisaran adalah pegunugan yang kaya akan emas. Namun, pegunungan itu dikuasai oleh Kerajaan Timur yang memiliki wilayah yang lebih besar dari kekaisaran dan merupakan musuh bebuyutannya.


Walaupun alasan itu jelas untuk memperebutkan sumber keuangan negara, tetapi dibalik itu semua ada sebuah tujuan yang lebih penting dari segunung emas.


Tujuan sebenarnya dari pertempuran tersebut adalah mencapai korban sebanyak-banyaknya guna memangil para Pahlawan.


Pemanggilan para pahlawan hanya dilakukan saat situasi sangat mendesak dan pengorbanan jiwa yang dibutuhkan sangatlah besar. Karena Syarat inilah, serta resiko kegagalan yang sangat tinggi, maka sihir ini masuk ke dalam sebuah sihir terlarang.


Walaupun pengorbanan besar dilakukan tetapi hal tersebut tidaklah menjamin mereka dapat memanggil pahlawan, karena peluang dari pemanggilan tersebut hanyalah 10 persen saja dan seringkali mengalami kegagalan.


Jadi pemanggilan yang berhasil memanggil 5 pahlawan sekaligus adalah keberuntungan dan prestasi yang tidak dapat diukur.


Kerajaan Timur memutuskan untuk mencoba memanggil para Pahlawan karena mereka mendapatkan ramalan bahwa para Raja Iblis atau monster kehancuran akan bangkit dan kemungkinan akan menyebabkan kekacauan.


Bahkan kemungkinan akan menghancurkan setiap Kerajaan. Entah yang mana kerajaan yang dimaksud, namun kemungkinan yang akan diserang dahulu adalah kerajaan timur itu sendiri.

__ADS_1


Setelah Sang Kaisar mendapatkan berita itu, segera kekaisaran memerintahkan persiapan perang dan surat tantangan ultimatum terbuka kepada kerajaan untuk berperang memperebutkan wilayah pegunungan Gelber Berge, serta memerintahkan untuk melakukan ritual pemanggilan pahlawan juga.


Tidak ingin di invasi duluan oleh Kerajaan Timur dan mendapatkan kerugian besar, sang Kaisar memutuskan untuk menyerang dahulu untuk mendapatkan pahlawan beserta pegunungan emas tersebut.


Perang berlangsung selama 2 bulan. Setelah pertempuran sengit antara kedua kubu, alhasil Perang dapat dimenangkan kekaisaran dengan korban tewas mencapai 8.000 pasukan. Sementara musuh kalah dengan korban kurang lebih 20.000 jiwa.


Korban yang ada di kedua kubu memang terhitung sangat banyak. Apalagi dikubu kerajaan timur. Namun, sebenarnya Korban tersebut sangatlah besar juga untuk kekaisaran mengingat tentara kekaisaran adalah tentara berkualitas yang memiliki kemampuan militer prajurit terlatih yang berbeda dengan tentara kerajaan yang mayoritas dikumpulkan dari wilayah-wilayahnya dan sebagian bukanlah prajurit murni melainkan hanya prajurit sukarelawan.


Tetapi dengan mengorbankan 8000 orang tersebut, kekaisaran mendapatkan kekuatan militer dari 5 pahlawan beserta pegunungan penghasil emas yang berlimpah.


Jika legenda di catatan Kekaisaran memang terbukti benar, maka seorang pahlawan yang sudah berlevel tinggi itu sendiri dapat diibaratkan 3 ribu prajurit yang menyerang secara bersamaan. Dengan adanya 5 Pahlawan itu sendiri dipihak kekaisaran maka bisa dibilang kaisar telah memiliki 15 ribu prajurit dalam segi kualitas 5 individu. Oleh karena itu, Kaisar merasa sangat beruntung.


Dikemudian hari Kaisar mendapatkan berita yang menambah kesenangan dia.


"Betapa beruntungnya kita. Panggil para Pahlawan itu kesini!" Dengan tersenyum Kaisar memerintahkan kepada Norberta.

__ADS_1


"Baik yang Mulia."


"Bawa para Pahlawan itu ke ruang singgasana!" Eloy Norberta segera mematuhi perintah Kaisar dan memerintahkan salah satu anak buahnya untuk memanggil para Pahlawan ke ruangan singgasana melalui sihir komunikasinya.


__ADS_2