Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Salah Mengambil Jalan


__ADS_3

Sudah 3 hari ini aku berjalan ke arah yang kupikir adalah tenggara. Namun, sampai hari ketiga inipun aku sama sekali tidak menemukan jalan keluar dari hutan ini.



Sebenarnya seberapa besar hutan ini sih? Kenapa semakin aku pergi ke arah tenggara semakin lebat pula hutan ini? Apakah aku tersesat ya?



Untung saja selama perjalanan menyusuri hutan ini aku diserang oleh beberapa hewan buas aneh yang memiliki daging yang bisa dimakan.



Hewan-hewan disini sangatlah agresif dan tidak segan-segan untuk menyerangku. Aku heran, mereka sebenarnya kenapa sih. kenapa mereka begitu haus darah?



Kembali ke saat ini, penasaran akupun mengecek stastistikku.



"Nona, sistem? Bisakah kau tampilkan stastistikku seperti kemarin?"



Sebuah layar transparan dengan beberapa tulisan kembali muncul dihadapanku.



[[ Nama : Glen Eldric Ruterdom.



Race : Human / Half Angel.


Job/kelas: Pahlawan.


Level : 5


HP : 450. Attack : 300


MN: 700. Magic attack : 100


Str : 400. Magic resist : 400


Perlindungan ilahi: -

__ADS_1


Skill:


Skill Origin: Learn level 2.


Skill Memasak level. 3


Skill membuat api level. 3


Skill Berpedang level. 2


Skill pasif: Efek Pahlawan 2x XP. ]]



Level 5? Kurasa tidak terlalu buruk dan skill berpedangku sudah level 2 ya? Kurasa karena itulah kini aku sudah terbiasa mengayunkan pedangku walau masih dibantu skill bantuan auto battle itu.



"Ah. Tapi pedangku mulai tumpul dan banyak goresan disana-sini gara-gara lemak dan darah dari binatang-binatang buas yang pernah kulawan. Kuharap aku segera menemukan jalan keluar sesegera mungkin sebelum pedangku benar-benar menjadi tumpul dan berkarat."



Melanjutkan perjalanan, kini aku harus melewati semak semak yang cukup rimbun. Namun, demi keselamatan ku sendiri, lebih baik aku memutari semak semak ini guna mencari jalan yang lebih aman.




Berharap menemukan jalan yang lebih baik aku menyusuri jalan yang anehnya jalan itu merupakan jalan setapak. Sialnya, karena hal itu pula aku bertemu dengan makluk aneh lagi!



"Ah! Sepertinya aku salah mengambil jalan lagi!"



Pada jarak sekitar 20 m dihadapanku sekarang, aku melihat 2 manusia  berbadan besar serta berkepala seperti babi yang jelek. Mereka menatap lapar dengan mulut meneteskan liur.



[ Mengkonfirmasi : 2 individu ras Orc ]



“Orc? apa itu Orc yang seperti digame-game? Ataukah  itu makhluk monster seperti kelinci gila kemarin?”

__ADS_1



[ Jawaban : Orc adalah Individu setengah manusia (Demi-human) yang memilki kekuatan fisik besar dan miliki rasa rakus, bisa juga diklarifikasikan sebagai monster. ]



Jadi? Mereka tetaplah manusia bukan?


Mereka terlihat kelaparan dan mereka menatapku karena mau minta sedikit daging kah?



''HEI APAKAH KALIAN LAPAR? KEMARILAH!!  AKU PUNYA BANYAK DAGING KELINCI DISINI. AKU AKAN MEMBAGINYA DENGAN KALIAN!!''



Mendengar terikanku, Mereka kemudian berjalan mendekat.



Saat mereka berjarak 10 meter dariku tiba-tiba Nona sistem bereaksi.



[ Peringatan : Individu Orc memancarkan hawa membunuh. Solusi : Tindakan waspada akan serangan dipersiapkan. ]



''Hah… Hawa membunuh? Mereka berniat merampokku hanya untuk daging yang ku masak? "



'' Hei tidak perlu ada kekerasan! Aku akan membagi dagingnya kepada kalian, bagaimana? Atau kalian mau semua? Silahkan ambil saja, nanti aku bisa cari daging lagi. Tidak perlu ada kekerasan! ''



Berhenti, mereka saling menatap lalu tertawa.



''Ghu-hik-ghu-hik Manusia bodoh! Kau pikir daging kecil itu akan memuaskan kita ghu-ghu-ghu. kami akan membunuhmu dan memakan daging itu beserta dagingmu!!''



''APA!?''

__ADS_1


__ADS_2