Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Melawan Orc bertombak


__ADS_3

Sebuah tombak hampir saja menusukku.


Tombak itu menyerempet disamping pinggul kananku, merobek kain yang kugunakan untuk menutup luka sebelumnya. Tak ayal, darah kembali keluar dari luka yang bertambah semakin besar.


Jika dalam sepersekian detik tadi aku tidak berhasil memperbaiki pijakan dan melompat ke kiri pastilah tombak yang ditusukan dari belakang itu tepat mengenai tengah punggungku.


Aku berusaha menjaga jarak sembari memegang pinggul kananku yang berlumuran darah.


Tidak ada waktu untuk mengeluh atau menghentikan pendarahanku karena si pemegang tombak brengsek itu sekali lagi mengejarku.


''Ting...Ting...Ting.."


Aku terus-terusan menahan ayunan dan tusukan tombaknya yang diarahkan kepadaku


Pemegang tombak sialan!! Dengan tombak sepanjang 2 meter itu Aku sama sekali tidak bisa mendekatinya.


Dan kiini tubuhku dipenuhi luka goresan dari serangan tombaknya.


''Hah-Hah-Hah... Baru kali ini aku menghadapi pengguna tombak. Dia menyusahkan."


Tidak ada gunanya bertahan. Aku harus menyerang!! Berteriak sembari mengayunkan pedangku aku mencoba menyerangnya.


Ting...


Namun, ditahan oleh tombak yang dipegang dengan kedua tangan itu.


"Cih. Kalau begitu... Rasakaan kau keparat!!"


Dengan cepat aku merubah arah pedangku. Arah pedangku yang sebelumnya ku arahkan kepada tubuhnya dan tertahan oleh tombak itu langsung ku ubah ke bawah menyusuri tombaknya.


Kena kau!!

__ADS_1


Tak ayal pedangku langsung mengenai jari-jarinya yang digunakan untuk mengengam itu.


Seperti bulu, mereka rontok ke bawah. Tidak tergengam tombak Orc jatuh ke tanah.


Menarik dan mengubah posisi arah mata pedangku aku mengayunkan lagi menuju tangannya dari bawah.


Slassh...


Sebuah benda terjatuh ke tanah, membuat sang pemilik mundur beberapa langkah.


Namun, tak sampai disitu. Aku kembali menghujamkan serangan kepadanya. Kali ini ke arah leher nya.


"Mati kau keparat!!"


Slassshh... Bukk...


Dua benda yang kini berpisah jatuh mengenai tanah.


"Selesai sudah dengan mereka. Sekarang tinggal 2 lagi. Ugh.."


Aku jatuh berlutut dengan napas terengah-engah. Kepalaku berdenyut beberapa kali dan denyut jantungku mulai meningkat perlahan.


Sial. Hemorrhage kah? Ini gawat! Aku harus cepat menutup lukaku ini lalu ke tempat dua Orc besar itu.


Membalut lukaku kembali dengan kain seadanya, dengan tertatih dan tubuh penuh luka aku berjalan kembali ke tempat 2 Orc itu berada.


Aku berusaha mengatur pernapasanku yang sudah semakin terasa berat dan denyut jantung yang meningkat ini.


.


.

__ADS_1


.


"Dasar lemah!! Kenapa kau tunduk dengan ras lemah seperti manusia itu!!"


"Uhh uhuk.. Am...pun... Kak..."


Terlihat, Orc besar kini tengah mencekik leher Orc yang memiliki luka lebam disepanjang tubuhnya. Orc yang dicekik itu tidak dapat berbuat apa-apa selain memohon belas kasihan dari Orc besar itu.


"Menyedihkan!! Dan kau terlahir di suku yang kuat seperti Leghit!! Kau sampah tidak berguna!! Jangan pernah memanggilku kakakmu!!"


Melemparkan Orc yang dicekik itu, dia menatap dengan mata penuh kehinaan dan jengkel.


Selesai urusan dengan Orc penuh luka itu, dia menghampiri Orc yang sedang memegang dan mengawasi tawanan.


"Apa yang mereka lakukan!! Mereka lama sekali."


"Apakah perlu kususul mereka? ... (Kaget)"


Orc yang lebih kecil itu mengajukan diri untuk menyusul anak buahnya. Namun saat dia menatap ke arah kegelapan pohon dimana anak buahnya pergi sebuah bayangan mendekat.


Menatap seseorang yang sama yang membuat Orc itu terkejut, dia mengumpat,


"Dasar tidak berguna!!"


"Hah-huh... Apakah kalian mencari ini? Maaf. Aku hanya bisa membawakan satu untukmu. Nih..."


Menenteng sebuah benda ditangan kanannya dia kemudian melemparkan benda itu ke udara didepannya. Benda itu mengelinding saat berada di tanah dan berhenti tepat di depan mereka bertiga.


Melihat benda itu. Jelas saja, Mereka berdua segera mengeratakan gigi, tangan mereka mengepal dengan kuat serta beberapa urat mulai muncul dimuka jelek mereka.


"Keparat!!"

__ADS_1


__ADS_2