
Di dalam sebuah ruangan yang berukuran sangat besar. Sebuah cahaya bersinar dengan terang. Cahaya itu memancar dari bawah ke atas menyinari langit-langit serta seluruh penjuru ruangan.
Apabila dilihat lebih seksama cahaya itu membentuk sebuah pola dilantai. Pola itu berbentuk lingkaran dengan huruf atau angka yang cukup rumit disekelilingnya.
Berkumpul mengelilingi lingkaran pola cahaya itu terdapat 49 orang berbaju hitam. Mulut mereka tidak henti-hentinya bergerak seolah tengah berbicara sendiri. Hal itu mereka lakukan karena mereka kini tengah memanjatkan mantra sihir.
Tidak sembarangan orang dapat memanjatkan sebuah mantra sihir. Perlu bakat serta latihan bertahun-tahun guna mempelajari dasar-dasar dari setiap kata pelafalan itu.
Setiap mantra akan semakin kuat apabila makna yang terkandung dalam setiap mantra itu semakin dalam dan panjang. Ini adalah pengetahuan umum didunia ini.
•••
«...Deorum Debilitata est fortitudo portantis et illustrant hoc mundo. Da nobis gratiam tui »
«...Kekuatan Dewa akan menyinari Dunia ini. Berilah kami Anugerah mu »
Sebuah kalimat penutup mantra telah dilafalkan. Cahaya yang terdapat dilantai semakin bersinar terang.
Namun, hal itu tidaklah membuat orang-orang itu silau atau gentar.
Mereka masih tetap berdiri diposisi masing-masing dan masih berkonsentrasi.
Perlahan namun pasti, cahaya mulai memudar. Kemudian terlihat bayangan ditengah-tengah lingkaran sihir yang sudah dibuat mereka.
Bayangan itu berdiri kokoh dan berukuran lumayan besar. Namun, perlahan bayangan itu semakin mengecil dan mulailah bentuk asli dari bayangan itu terlihat. Bentuknya terlihat seperti... Manusia.
__ADS_1
Melihat hal itu, salah satu dari penyihir yang mengenakan baju yang berbeda dari penyihir yang lain maju ke depan.
"Saya ucapkan selamat datang wahai Pahlawan. Kalian adalah para orang yang terpilih oleh Dewa untuk mencegah kehancuran dinegeri kami dan pada dunia. Kami mohon bantuan kalian wahai para Pahlawan pemberani! "
"Hei-hei dimana ini ? Apa maksutnya ini ? Apa maksutmu dengan para Pahlawan ? "
Salah seorang dari mereka yang terlihat memegang busur berpola indah ditangan kirinya mengatakan hal demikian dengan lantang.
"Ya. Anda sekalian adalah para Pahlawan terpilih yang kami panggil untuk mencegah bencana kehancuran yang akan terjadi 2 tahun mendatang. Pihak Gereja Timur telah meramalkan bahwa 2 tahun ke depan akan bangkit para raja Iblis dan akan membuat dunia dalam kekacauan. Maka dari itu kami-"
"Hei!! Apa maksutmu kami harus melawan... apa itu? Raja iblis? Yang benar saja! apa untungnya buat kami?" Memotong perkataan penyihir itu, orang yang memakai armor putih dan pedang panjang menyuarakan keberatanya.
"Benar. Kami memohon bantuan Anda sekalian untuk melindungi negeri kam- "
Tidak sabaran pria yang memegang perisai serta pedang sepangajang 1m memotong ucapan penyihir itu.
Dengan nada yang tidak seolah tersinggung karena dipotong ucapannya, penyihir itu melanjutkan,
"Negeri kami akan berhutang besar kepada Anda sekalian dan Kaisar akan memberikan hadiah besar kepada kalian sebagai kompensasi atas kinerja kalian!"
Mendengar hal itu, mereka berlima terlihat terkejut. Namun dengan cepat merak menyembunyikan keterkejutan mereka.
"Aku mengerti. Kami dipanggil kesini. Lalu, apakah kami bisa kembali ke rumah kami lagi?" Orang yang memegang perisai besar dan pedang sepanjang 1 m kembali berbicara.
"Sebenarnya hal itu mustahil. Tidak ada cara untuk melakukan hal tersebut. Pemanggilan Hanya dapat dilakukan dengan satu arah saja."
__ADS_1
"APA!!" X4 Terkejut mereka berteriak bersamaan.
"Ja-Jadi kita tidak bisa kembali ?" Seorang yang merupakan satu-satunya wanita diantara ke lima orang itu bertanya.
"Anda benar!"
"Hey!! APA-APAAN ITU? " Pria dengan pedang panjang emosi dan menarik kerah baju penyihir itu.
"M-Maaf Tuan. Tapi, itulah kenyataannya!"
Memberi tanda dengan tangannya penyihir itu mengintruksikan untuk '' Jangan serang!" Kepada rekan-rekan yang bersiaga karena pemimpin mereka diperlakukan seperti itu.
"Bisakah Anda lepaskan saya?"
Melihat reaksi orang orang disekitar yang terkejut karena ia mencekik pria bertudung putih ini, akhirnya orang berpedang itu melepaskan tarikannya kemudian bertanya,
'' Baiklah. Bisa kau jelaskan lebih lanjut apa maksut dari perkataanmu itu?''
" Begini- "
Saat penyihir itu hendak menjelaskan, tiba-tiba ada seseorang yang datang dan mendekat ke penyihir itu dan membisikan sesuatu.
"Begitu? Baik. Aku mengerti!... Mohon maaf Tuan dan Nyonya Pahlawan sekalian. Sepertinya yang Mulia Kaisar telah memanggil Anda sekalian. Kami harap Anda sekalian bersedia untuk menemui beliau. Mari!"
Penyihir bertudung putih itupun berjalan menjauh dan menuntun serta mengajak mereka menemui Kaisar.
__ADS_1