Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Mengajari Membuat Api dan Memasak Pada Bawahan.


__ADS_3

“ Apa ini? ”


“Daging, Tuan.”


“ Iya aku tahu. Apa maksudmu aku harus makan daging mentah gitu? Kenapa tidak dimasak?’’


Dengan raut wajah kebingungan Archilles membalas,


“ Ini memang makanan saya, Tuan. Tuan tidak suka daging?’’


Menggaruk kepalaku yang tidak gatal aku menimpali.


Aku benar-benar lupa, dia itu monster ya.


“Bukannya tidak suka, tapi masa aku harus makan daging mentah ini? Kami manusia tidak terbiasa makan makanan mentah sepeti ini. Yah walaupun memang bisa sih, tapi selama kita bisa membuat api kenapa haus makan yang mentah, bukan?’’


Dulu aku memang pernah beberapakali terpaksa makan daging mentah dihutan pada saat aku berperang. Dulu, pasukanku pernah terputus kontak dari markas pusat dan tengah berada diwilayah musuh selama satu minggu penuh.


Beberapa kali kami diharuskan untuk memburu binatang buas karna kami telah kehabisan bekal makanan. Daging ular menjadi makanan yang sering kami temui. Jika sedang beruntung, kami dapat menemui kelinci dan burung yang terdapat dihutan itu.


Jika kau mengatakan apakah itu enak, tentu saja itu tidak enak! apalagi rasa amis saat kita harus memakan daging itu secara mentah. Tapi kami tidak dapat memilihnya.


Membuat api ditengah hutan diwilayah musuh itu sama saja memberitahukan lokasi kita pada musuh dan seolah-olah menyuruh musuh untuk menyergap kita. Dan bertarung dengan perut kosong itu juga sama saja dengan bunuh diri. Jadi kami tidak memiliki pilihan apapun selain melakukan itu.

__ADS_1


Tapi tentu saja, saat ini bukanlah kondisi itu sehingga kupikir tidaklah masalah.


“Saya tidak bisa membuat api Tuan. Hanya orc pengguna sihir dari Klan Ulagu yang bisa.”


“Sihir? Masa iya membuat api saja harus memakai sihir segala. Lagian, apa memang sihir itu ada di dunia ini?”


“ Benar Tuan. Banyak Orc yang berasal dari klan Ulagu yang dapat menggunakan sihir. Karena itulah klan mereka itu termasuk klan 3 besar dalam suku kami.’’


“ Begitu ya. Jadi memang ada. Tapi, perasaan aku kemaren membuat api dengan cara biasa bisa ya? Yasudahlah daripada memikirkan itu, lebih baik kau carikan aku ranting, kayu kering dan dedaunan kering! Nanti kutunjukkan cara membuat api padamu.”


Mendapatkan perintah dariku, Archilles segera pergi melaksanakannya.


“ Apakah cukup, Tuan? ”


Archilles kembali membopong ranting dan dedauanan yang bisa dikatakan banyak di depan perutnya.


Aku hendak mulai prosesnya. Tapi, aku lupa jika tangan kiriku tidak dapat kugerakan saat ini.


Akupun menggambar sebuah pola lingkaran kecil di sebuah kayu.


" Hei, Archilles! Bisakah kau membantuku? Ambil pedangku, kemudian putar ditengah-tengah ini sampai terdapat lubang! Kau mengerti?"


Aku penunjuk pola yang telah kubuat.

__ADS_1


"Baik, Tuan!"


Menuruti perintahku dia kemudian mengambil pedangku dan mulai mengerjakannya.


"Seperti ini Tuan?"


"Ya seperti itu... Baiklah itu cukup."


Baiklah, sebuah lubang berukuran sekitar 3cm untuk papan api ini sudah dibuat. Sekarang tinggal memutarnya. Kuharap ini berhasil.


" Begini, pegang ranting ini dengan kedua tanganmu, lalu masukan bagian bawahnya ke ini.. ini namanya papan api... Ya seperti itu, lalu putar terus seperti ini* tapi dalam posisi ranting ini tegak menggunakan kedua tanganmu! Jangan lupa untuk memberikan tekanan ke bawah juga. Apa kau mengerti?"


* Pada saat itu, karna tangan kiriku tidak dapat kugerakan aku mencontohkan memutar ditanah, anggapannya tanah itu adalah tangan kiriku.


"Seperti ini Tuan?"


" Ya seperti itu, karna kita tidak punya busur jadi kita harus melakukannya secara manual. Terus putar seperti itu, perlahan-lahan dipercepat ya! "


" Busur Tuan?"


"Iya, sebenarnya jika kita membuat busur atau bow drill itu akan lebih cepat dan tidak terlalu capek, tapi berhubung kita tidak punya bahannya kita gunakan cara ini saja. Lagipula gesekan yang dihasilkan akan tetap sama. Lain kali saja kuajari cara itu."


" Apakah gesekan yang akan membuat api Tuan?"

__ADS_1


" Benar. Gesekan antara kayu ini yang akan membuat bara api yang selanjutnya akan membuat api. Nanti kau juga akan mengerti jika sudah jadi. Terus saja putar seperti itu dan perlahan dipercepat!"


Raut muka Orc itu sepertinya mengisyaratkan bahwa dia mengerti.


__ADS_2