
Sebuah cahaya merah dari mata seekor binatang nampak bersinar dari kegelapan dibelakang Siena dengan jarak yang lumayan jauh. Aku mengambil dan memegang pedangku yang tergelatak disamping.
" Ada apa? " Tanya siena yang melihatku hendak berdiri.
Segera ketika aku berdiri, siluet dari hewan itu menghilang bersamaan dengan hawa kehadiran hewan itu. Mengetahui hewan itu telah menjauh, aku kembali duduk dan menaruh lagi pedangku.
" Ah. Tidak. Aku hanya melihat seperti ada hewan yang mengintai kita tadi. Tapi, kini dia sudah pergi. "
" Itu mungkin hanya hewan kecil karena aku tidak merasakan kehadirannya. Ini memang sedikit berbahaya untuk membuat api unggun. "
" Kau benar. Tapi lebih baik begini. Dengan begini kita bisa melihat sekitar dan menghangatkan diri. "
" Tidakkah kau berfikir ini akan mengundang hewan buas? Dengan semua cahaya dan asap ini?"
" Sudah kubilang, tidak apa. Jika kamu masih kuatir akan hal itu, maka aku akan berjaga sepanjang malam. kita hanya perlu untuk tidak menggendurkan kewaspadaan, kan?"
" Terserah kamu saja."
" Ngomong-ngomong, bagaimana rasa daging yang telah kutambahkan bumbu ini?"
Aku mengalihkan pembicaraan karena melihat ekspresi Siena sedikit aneh saat dia mengunyah daging masakanku.
" Aku tidak terlalu suka ini. Ini enak, tapi dilain sisi ini terasa panas dan menyakiti lidahku. Aku benar-benar tidak suka ini."
Dia menjauhkan daging itu dari dirinya. Sepertinya dia tidak kuat.
" Kamu tidak suka pedas? "
" Pedas? Jika yang kamu maksud adalah rasa ini. Ya. Aku tidak suka perasaan ini. Apakah kau memiliki air? "
__ADS_1
Mulut dari Siena membuka dan menutup merasakan kepedasan.
" Tidak. Aku tidak punya. Jika kamu tidak suka yang ini, makan yang ini saja. Ini tidak kuberi tambahan tanaman. Jadi ini mungkin terasa hambar dan mungkin bisa mengurangi rasa pedasmu itu. "
Aku menunjuk 3 daging yang tidak kuberi tambahan bumbu.
'' Baiklah."
Aku sedikit kasihan dengan Siena. Tapi disekitar sini benar-benar tidak ada sungai yang dekat. Aku sudah berkeliling dan mengeceknya. Bahkan aku sendiri sudah sangat kehausan.
" Kau tidak apa-apa? Kalau bisa tahanlah sampai besok pagi! kita benar-benar tidak punya air disini! "
Memberi sari dari tanaman Bitkiləri juga bukan solusi. Untuk mencari dikegelapan sekitar juga bukan opsi yang bagus. Tidak ada solusi bagus untuk saat ini. Satu solusi hanyalah menunggu besok pagi dan meminum embun atau mencari sumber air ketika hari sudah terang.
" Tidak apa. Aku akan mencoba menahannya. "
Karena dia sudah bilang seperti itu, aku mencoba percaya kepadanya. kini, aku beralih kepada Archilles.
" Lalu, bagaimana pendapatmu Archilles? "
" Masakan Anda selalu terasa enak Tuan. Memang benar, rasa ini agak sedikit aneh dan terasa panas. Namun ini memang lebih enak dari sebelumnya."
" Aku cukup senang kita mendapatkan bumbu ini dan kau juga lumayan menyukainya Archiles. Yah, mengabaikan bahwa Siena tidak suka hal itu juga. Ngomong-ngomong, Siena? Bisakah kau beritahukan juga jenis-jenis tanaman yang bisa dimakan ataupun tanaman obat? Mungkin aku dapat membuatkan makanan yang cocok untuk lidahmu juga."
" Baik. Besok akan kuberitahukan dan mungkin akan kuperlihatkan juga."
Mengakhiri sesi makan, aku menyuruh mereka berdua tidur karna hari telah benar-benar gelap sekarang. Karena aku sudah terbiasa tidur hanya sebentar dan terjaga sepanjang malam dulu serta karena tadi aku sudah sempat tidur, jadi aku memutuskan untuk berjaga malam ini.
Duduk bersender dipohon, aku mudah mengawasi sekitar. Karena aku tidak memiliki kegiatan sekarang, aku memutuskan untuk mengecek kembali peralatan-peralatanku.
__ADS_1
Melepas zirah rantai (chain mail) ditubuhku, aku mengeceknya.
" Ini benar-benar sudah rusak dan aku tidak bisa menggunakan milik Orc itu. Hah. Ya mau gimana lagi. Tidak heran, mengingat beberapa pertarungan yang telah kulalui lumayan berat. "
Rantai di sepanjang baju ini sudah banyak yang putus akibat menahan tebasan dan lubang juga memenuhi sebagian besar darinya.
Menaruh kembali pelindung ini aku memutuskan untuk mengambil dan beralih ke pedangku.
Ini sudah sedikit rusak.
Walaupun seperti kata Nona sistem itu, ini terbuat dari sihir atau apalah itu yang membuatnya tidak mudah rusak. Namun, sepertinya ini dapat rusak juga. Ada sedikit bekas hantaman yang membuat ini tumpul.
" Huh. Kuharap aku segera keluar dari hutan ini. Bahkan sepertinya pedang ini sudah hampir mencapai batasnya."
" Itu tidak bisa dihindari. Pedang Elf juga memiliki keterbatasan pengguanan."
Menengok ke kiri aku mendapati Siena mendekat dengan tanaman obat yang telah tergerus ditangannya.
" Kau tidak tidur? " Tanyaku.
" Aku bisa tidur nanti saja. Apakah kamu tidak kedinginan? Kenapa kamu lepas baju?"
" Yah, tidak ada bedanya untuk memakai baju penuh lubang itu dan jika aku memakai pelindung ini, maka tubuhku malah semakin dingin. "
" Begitu ya. Lalu, bisakah aku?"
Dia mendekat hendak mengoleskan obat ke lukaku.
" Lakukan sesukamu! "
__ADS_1