Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Melawan Pemimpin Orc


__ADS_3

"Eh kampret!! Aku bilang aku pahlawan itu biar aku tidak perlu bertarung!! Kau bercanda!? Tubuhku sudah tidak kuat!!''


Glen marah-marah sendiri.


Berjalan, Orc itu berjalan sembari membawa palu perangnya.


Mengetahui bahwa apa yang diinginkan Glen berlainan dengan kenyataan saat ini, Glen bersiap.


Bulu kuduk Glen berdiri kali ini. Tidak seperti lawan-lawan nya sebelumnya, kali ini lawan Glen memancarkan aura yang berbeda. Sebuah aura intimidasi kuat dirasakan oleh Glen.


Sial. Ini gawat dan tidak akan berakhir dengan baik kurasa. Pikir Glen.


"Ah.."


Mengayunkan Palunya, Orc itu berusaha memukul Glen secara horizontal.


Bum..wusss crack...


Beruntung Glen berhasil melompat mundur tepat waktu.


"Sial dia cepat. Dan lihat kekuatan dia itu! Hahaha Sialaan!" Umpat Glen sembari mengusap rambutnya ke belakang.


Sekuat apapun pedang yang dimiliki Glen, tidaklah mungkin untuk dapat menahan ayunan dari palu besi itu. Kemungkinan besar pedang Glen akan bengkok atau bahkan patah. Belum lagi luka yang akan ada dilengan Glen jika dia benar-benar berusaha memblokir terjangan palu itu.


Berkali-kali Glen berusaha menghindari ayunan dari palu itu. Kini Glen terdesak. Menjaga jarak terus-terusan seperti ini tentu saja akan merugikan Glen. Namun, disisi lain Glen juga tidak bisa sembarangan mendekati Orc itu. Satu kali perkenanaan dengan Palu itu tentu saja akan berakibat sangat fatal.


Glen berpikir keras saat ini. Bagaimana cara mengalahkan Orc ini?

__ADS_1


Sekali lagi, Orc itu menghantamkan palunya ke atas kepala Glen. Melompat ke belakang Glen menghindari serangan itu.


Bumm... Kembali, tanah yang dihantam palu itu retak dan meninggalkan lubang yang menandakan seberapa besar kekuatan Orc itu.


Memperbaiki pijakan setelah melompat tadi, Glen segera berlari ke palu itu.


Memanfaatkan palu yang masih tertanam ditanah itu, Dia melompat menaiki palu itu dan menyerang si Orc.


Tebasan Glen mengenai mata sebelah kiri dari Orc itu. Namun sebelum Glen dapat menusukkan pedangnya, dia terhempas oleh pukulan Orc yang melepaskan pegangan palunya.


Dukk.. Tangan Orc iu mengenai perisai kayu yang dipakai Glen ditangan kirinya.


Glen terhempas dan menghantam pohon sementara Si Orc berlutut memegangi matanya.


"Guhh... Uhuk...Uhuk.. hah...hah.."


Namun, tidak berselang lama dia berusaha bangkit.


Menggunakan pedangnya dia berusaha bangun, namun terjatuh lagi. Terasa sangat berat bagi tubuh Glen untuk bangun saat ini. Namun jika dia tidak segera bangun dia tahu bahwa dia akan mati. Karna itulah dia tetap berusaha bangun walau jatuh berulang kali.


"Hah... Hah... Hah."


Glen saat ini tidak dapat mengerakan tangan kirinya. Menengok, Glen mendapati tangan kirinya itu patah akibat menahan serangan Orc itu. Bahkan posisi tanganya itu terjuntai bengkok kearah yang tidak benar.


Rasa sakit selain ditubuhnya kini dirasakan mulai muncul dari tangan kirinya itu.


"...!!!''

__ADS_1


Berjongkok Glen menghindari terjangan palu yang akan memukulnya. Tidak menganai Glen, palu itu menghantam pohon.


Tidak menyianyiakan kesempatan Glen menerjangkan pedang dari bawah ke arah tangan Orc itu.


Pedang itu memang mengenai tangan orc itu. Namun, serangan itu tidak cukup dalam dan lemah. Hasilnya pedang itu tertahan ditangan Orc. Glen tidak dapat menggerakan pedang itu.


"Jangan bercanda!! Mati kau sialan!!"


Berteriak Glen menendang punggung pedangnya dengan sekuat tenaga. Mendapatkan tambahan dorongan yang begitu cepat pedang itu mampu bergerak terus keatas sampai akhirnya tangan orc itu terputus juga.


"Ghuaaa" Berteriak Orc itu mundur beberapa langkah sebelum terjatuh dengan posisi duduk.


Menyadari telah kalah, Orc itu berbalik dan berusaha bangkit. Orc itu berniat akan kabur.


Tertatih, Glen berjalan ke arah Orc itu. Lama kelamaan semakin cepat hingga Akhirnya Glen berlari.


"Diam!! Mati saja sana!"


Dapat mengejar, Glen menebaskan pedangnya ke arah leher belakang Orc yang panik itu.


Tubuh Orc itupun jatuh tersungkur ke depan. Darah mulai merembes dibawahnya.


"Huh..huh.. Berakhir sudah."


Glen terjatuh dengan posisi berlutut.


Dengan napas yang tersengal-sengal, menggunakan pedangnya sebagai bantuan Glen berusaha berdiri.

__ADS_1


__ADS_2