Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Melawan Orc Berdaudara Part 2


__ADS_3

Bumm...wuuss.. Kratakk


Tanah yang terkena pukulan gada retak dan menghembuskan debu-debu ke sekitar.


Kekuatan murni orc ini benar-benar mengerikan. Sepertinya menangkis serangan orc ini dengan pedangku bukanlah keputusan yang bijak.


Dan yang membuat lebih menyebalkan lagi, dia beregenerasi! Terlihat luka dikaki yang sempat kugores itu mulai menutup secara perlahan.


Bagaimana cara menghentikan regenerasinya? 


Kalau tidak salah bukankah regenerasi sel akan terhenti akibat api atau asam?


Tapi percuma, aku tidak punya api sekarang. Jadi apa yang harus aku lakukan?


Apakah ada bagian tubuh yang tidak dapat beregenerasi ?


Bagaimana dengan kepalanya?


Bukankah kepala adalah bagian yang mengendalikan semua aktivitas tubuh dan pusat saraf?


Apakah dengan memotongnya aku dapat menghentikan regenerasinya?


Shh... Bumm... Sebuah serangan tiba-tiba datang dari atasku lagi.


Sial! Berkat reflek dari Auto-Battle yang masih aktif aku berhasil melompat ke samping dengan terburu-buru berusaha menghindari serangan gada yang tiba-tiba mengarah ke kepalaku dari atas.


Aku lengah! Saat aku tengah berpikir dia menggunakan kesempatan itu untuk menyerangku.


Baiklah, aku tidak akan lengah lagi.


[[Skill Learn: Pola serangan musuh telah selesai dianalisis. Menyiapkan tindakan balasan.]]


Sebuah informasi mengalir dikepalaku. Informasi ini berisi kemungkinan pergerakan dari orc ini dan serangan apa yang mungkin bisa dilakukan.

__ADS_1


" Walaupun kepalaku sedikit aneh dan nyeri, tapi ini sangat membantu. Terima kasih, Nona"


Baiklah. Sekarang.


Aku kembali berlari menyerang orc. Setelah melihatku mulai mendekat dia bersiap untuk membalasa menyerangku. Tapi, lagi-lagi aku menghindarinya seolah-olah pola serangan itu sudah tertebak olehku.


Aku mulai menyerangnya lagi dan lagi serta terus-terusan menghindari serangannya. Mau sebanyak apapun kau beregenerasi pasti itu ada titik lelahnya kah? Apakah kau bisa terus-terusan bergenerasi huh!!


Sepertinya aku mulai terbiasa dengan tubuhku sendiri yang tengah berada dalam auto-battle, bahkan sekarang aku berhasil sedikit mengontrol tubuhku disamping adanya auto-battle tersebut.


Tapi tetap saja. Aku merasa ini percuma. Semua luka yang aku berikan kepadanya semua disembuhkan dengan regenerasinya.


Sementara tubuhku sendiri, perlahan mulai kelelahan dan rasa sakit dari patah tulang yang kualami tidak juga reda, malah semakin terasa sakit. Dampak dari serangan orc yang menghempasku tadi benar benar masih terasa menyakitkan.


Beruntung karena sistem auto-battle membuat tubuhku bergerak sendiri tanpa memperdulikan rasa sakit yang kuderita. Tapi dapatkah aku bertahan lebih lama lagi?


Aku harus menyelesaikan ini secepat mungkin. Sekarang aku harus bertaruh, semoga saja dengan memotong bagian itu akan benar benar menghentikan regenerasinya.


Aku berhasil menghindar serangan tersebut. Serangan yang diberikan terasa lebih lemah dari sebelumnya dan terkesan terburu-buru.


Sepertinya dia juga mulai kelelahan akibat regenerasinya yang berkali-kali hingga membuatnya melemah. Yah bodo amatlah, ini kesempatanku.


Slash... Kaki kirinya berhasil kupotong.


Mendapati kaki kirinya terpotong tubuhnya sedikit oleng dan roboh kekiri. Masih tidak ingin membuang waktu aku segera berbalik memperbaiki pijakanku dan menebasnya tepat dibagian leher.


Slassh.


Sebuah benda bulat segera terjatuh dan mengelinding ke tanah dan darah hijau mengucur ke udara.


Tubuh yang tanpa kepala di depanku segera terjatuh bebas ke tanah seperti sebuah boneka yang talinya putus dan mengejang sesaat.


Darah hijau segera mengalir ditanah, setelah beberapa saat kemudian tubuh itu mulai berhenti mengejang dan mulai diam tidak bergerak lagi.

__ADS_1


Syukurlah! Sepertinya aku berhasil!!


Melihat kakaknya yang terjatuh ke tanah tanpa bergerak lagi, Orc yang lebih kecil belum bisa mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi setelah beberapa saat kemudian dia mulai paham bahwa kakaknya sudah mati. Segera setelah itu.


“ Ka-kakak. Ap-apa yang terjadi? kau tidak mungkin kalah dengan tikus rendahan itu kan? HE-HEI BANGUNLAH!!..KURANG AJAR!! ”


Seolah kehilangan kewarasan Orc itu berlari ke arahku dan menyerangku.


Karena orc yang lebih kecil itu tidak bersenjata dan serangannya berantakan,  aku dengan mudah berhasil membunuhnya. Toh sekarang aku tahu cara membunuh mereka.


Setelah mengalahkan orc yang lebih kecil itupun aku mulai duduk bersandar di pohon.


Tubuhku benar-benar kelelahan dan rasa sakit mulai mengalir ditubuhku ini.


[[ Level Up : Level 7 tercapai ]]


[[ Skill Up : Swordman level 3 tercapai]]


[[Skill Learn: Dinon-aktifkan]]


[[Skill Bantuan : Auto-Battle dinoaktifkan]]


Kurasa pertarungan kali ini tidak sia-sia. Tapi  Bagaimana kondisi tubuhku saat ini?


“ Hei sistem. Bagaimana kondisi tubuhku saat ini? ” untuk memastikan kondisiku aku bertanya kepada sistem.


[Jawaban ; Status : Kelelahan & Terluka. Rincian : Tulang patah 5 sebagian besar ada dirusuk. Retak 4 , cedera otot 5. Memar 7.Perkiraan sembuh: 15 hari.]


“Hah 15 hari? Apakah aku separah itu? ”


Tapi setelah kupikirkan, Yah kurasa 15 hari waktu yang tidak terlalu lama mengingat pertarungan yang kuhadapi barusan benar-benar pertarungan yang keras dan aku selamat dari maut.


Aku memutuskan beristirahat dahulu disini untuk beberapa saat karna tubuhku sekarang sangatlah susah dan terasa sakit saat ku gerakan.

__ADS_1


__ADS_2