Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Penjara dan Buku


__ADS_3

"Hoam," Di balik penjara berukuran 4x3 ini aku hanya dapat menguap bosan.


Sendirian. Tidak ada kegiatan. Hanya kebosanan yang kudapatkan.


Mereka menempatkanku di dalam suatu penjara bawah tanah yang sangat luas dan memiliki banyak sel-sel yang kesemuanya kosong dan akulah satu-satunya penghuni penjara ini.


Tidak ada penjaga yang berjaga. Hanya saat jam makan saja mereka akan datang sembari membawakan makanan.


Aku bersyukur mereka tidak lupa untuk memenuhi kebutuhan makanan, tapi di lain sisi aku juga agak tidak suka. Makanan yang mereka berikan hanya terdiri dari makanan vegetarian yang mana bahkan itu tidak memiliki rasa sama sekali. Apa ini memang selera lidah mereka atau ini memang makanan khusus untuk tahanan?


Kembali lagi ke topik. Ini memang terlihat mereka seperti abai dengan keamanan dari penjara ini. Tapi tidak demikian. Nyatanya, penjara ini sangatlah kuat dan kokoh. Lantai serta dinding kanan-kiri penjara ini terbuat dari batu yang terhubung dengan pintu besi.


Sihir tidak dimungkinkan terapal di dalam penjara ini. Aku sudah mencobanya beberapa kali dan hasilnya memang benar. Jadi bahkan ahli sihir tidak akan bisa apa-apa di dalam sel ini.


Memang. Di dalam penjara ini aku masih bisa melakukan latihan fisik karena ikatan tanganku telah dilepas. Tetapi, karena aku telah menyelesaikan rutinitas latihanku hari ini, jadi tidak ada hal yang dapat kulakukan lagi.


" Ini membosankan. Sampai kapan mereka akan terus mengurungku? Ini sudah berjalan 2 hari dan belum ada tanda-tanda mereka akan mengeluarkanku. Apa aku kabur saja ya? " Menyender ke tembok batu yang keras aku berbicara sendiri.


Meskipun keras, tembok dan lantai di dalam sel ini terasa dingin dan sejuk. Mungkin karena ini ada di bawah tanah, suasana di dalam sel ini terasa panas. Karena itulah aku senang tiduran atau sekedar menempel di dinding.


" Kurasa tidak mungkin. "


Menarik selimut, aku memutuskan untuk tidur saja.


" Stt.. Stt.. Glen!.. Bangun! Bangun! "


Samar-samar aku mendengar suara orang membangungkanku pelan.


Sudah waktunya makan kah? Tapi masih malas. Aku mengabaikan dan kembali tidur.


" Bangun!! "


" Ouch, "


Sebuah benda menghantam kepalaku. Mau tidak mau aku terbangun dan mendapati sebuah buku yang digunakan orang di luar sel untuk menimpuk kepalaku.


" Siena? Sedang apa kamu disini? "


Ditemani dengan seorang penjaga, dia berada di depan selku.


" Stt jangan keras-keras!"


Siena menaruh telunjuk dibibir menyuruh untuk mengurangi volume suara bicaraku.


" Aku diam-diam kesini tanpa sepengetahuan ayah. Jadi bisa gawat jika aku sampai ketahuan, " lanjutnya.


Sepertinya itu benar, terlihat dari wajah penjaga di belakangnya itu yang seperti bermasalah.


" Jangan berlama-lama, Nona! Kalau ketahuan bisa gawat! " Ucap cemas penjaga di belakang Siena.


"Iya-iya. Jangan lupa kalau kau berutang budi padaku! Jadi jaga rahasia ini, mengerti! "


" Ugh, " membalas, penjaga itu mengangguk lemas.


" Jadi ada apa? Kapan aku bisa keluar? "


" Itu aku sendiri tidak tahu. Aku sudah menceritakan semua pada ayah. Namun sepertinya dia belum juga membuat keputusan untuk membebaskanmu. Aku ke sini hanya untuk memberikan itu! "


Dia menunjuk kepada buku yang kupegang.


" Apa ini? "

__ADS_1


Aku mengangkat buku kecil coklat bersampul octagram dengan tangan kananku.


" Kamu bilang kamu sangat tertarik. Selain itu, aku juga sudah berjanji, bukan? "


" Oh. Jadi ini buku yang kamu maksud itu? Tapi apakah tidak apa? "


Terlebih. Bukannya ini buku yang katamu sangat berharga, bukan? kenapa pula kamu gunakan untuk menimpukku?!


Sebenarnya aku ingin berkata begitu, tapi mengingat perjuangan dirinya untuk bisa menemuiku begitu susah, aku urungkan hal itu.


" Tidak apa. Janji harus ditepati. Terlebih, kamu adalah suamiku kini. Jadi tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan."


Siena tersenyum dengan mantap.


" Jika kamu berkata demikian. Terima kasih."


" Ah, aku harus pergi sekarang. Jangan khawatir! Aku akan berusaha membujuk ayah untuk membebaskanmu secepatnya! Jaga dirimu! Sampai jumpa. "


" A ya. Kau juga! "


Sebenarnya aku masih ingin berbincang dengannya, tapi dia buru-buru pergi dengan tergesa.


" Jadi buku ini yang dimaksud Siena sebelumnya? "


Ini lebih kecil dari dugaanku dan sepertinya muat dikantong.


Apakah benar buku ini mempunyai berbagai pengetahuan dan kekuatan yang hebat seperti yang ia katakan?


Aku membolak-balik buku berwarna coklat ini.


" Eh? "


Ada sesuatu yang agak keluar dari tengah buku ini, seperti sebuah pembatas.


" ?!! "


Tidak bisa dibuka. Seolah semua halaman buku ini saling menempel satu sama lain.


Mencoba memaksakan menarik dengan kedua tanganku, buku ini sama sekali tidak bergeming.


Kenapa ini?


Percuma. Semua usaha yang kulakukan tidak memiliki dampak pada buku ini.


Mengapa Siena memberikan buku yang tidak bisa dibuka seperti ini? Apa maksudnya?


Tidak. Menurut penuturan Siena, buku ini adalah buku yang sering dibaca oleh ibunya. Jadi pasti ada semacam cara untuk membuka buku ini.


Terlebih, tidak mungkin sebuah buku yang memiliki informasi sangat penting tidak memiliki suatu pengamanan khusus apapun.


Pasti ada semacam cara.


Meneliti setiap inci dari buku ini, aku cukup lama hingga akhirnya berhasil menemukan sebuah huruf yang ditulis menggunakan salah satu huruf dan bahasa yang ada di duniaku.


Huruf ini dibuat dengan ukuran yang kecil, selain itu tulisan ini bahkan tersamarkan dengan adanya gambar octagram.


" Press to unlock? "


Apa maksutnya?


Aku mencoba untuk menekan tulisan itu. Namun tidak ada yang terjadi.

__ADS_1


Bagian mana yang harus ditekan? Aku tidak melihat sesuatu yang terlihat seperti tombol dimanapun?


Apakah ada sesuatu yang terlewatkan?


Aku mencoba menekan setiap inci dari bagian buku. Benar-benar membutuhkan banyak percobaan sampai akhirnya aku berhasil menemukan sebuah bagian yang memiliki permukaan agak kenyal yang seperti dapat ditekan. Tidak perlu menunggu lama aku langsung menekannya.


♪Klik♪


Sebuah bunyi seperti kunci yang terbuka langsung terdengar ketika aku menekan tombol itu agak dalam.


" Apakah sudah bisa ku buka? "


Menggunakan kedua tanganku aku langsung membuka dari bagian yang bertanda itu.


Tidak seperti sebelumnya, buku ini sudah bisa aku buka seperti buku normal.


'' ...! "


Sungguh mengejutkan apa yang terjadi ketika buku ini dibuka.


Buku yang tadinya hanya berukuran kecil, kini berubah ukuran menjadi besar seukuran buku biasa.


Bahkan ketika melihat isi dari buku ini aku dibuat terkejut lagi.


Sebuah foto yang terlihat sudah usang tertempel di halaman buku yang ada pembatasnya.



Eh? Bukankah ini foto wajah Siena?


Tapi bukankah wajahnya agak terlihat dewasa?


Membaca tulisan yang ada dibawahnya, ( yang mana masih menggunakan bahasa yang sama tadi) aku tertegun.


Jadi ini bukan Siena?


Maya? Siapa ini?


Walaupun dari wajahnya aku sudah dapat sedikit gambaran siapa dia, namun untuk memastikan aku kembali melanjutkan membaca catatan-catatan yang ada di bawah foto itu dan lanjutan halaman-halaman selanjutnya.


Saat aku tengah berkosentrasi dan fokus membaca buku ini, telingaku samar mendengar suara tapak kaki dari seseorang yang sepertinya lebih dari satu orang.


Sepertinya mereka bukan penjaga yang bertugas untuk membawakan makan.


Buru-buru aku menutup kembali buku ini yang mana kemudian buku ini kembali berubah mengecil.


Untuk berjaga-jaga, aku menyobek ujung baju, membuka celanaku dan kemudian mengikat buku ini di paha kiriku dengan tali dari baju ini. Cukup kencang hingga aku yakin buku ini tidak akan jatuh, walaupun aku berjalan ataupun berlari. Agak sakit memang, tapi tidak apa.


Mereka sampai di depan pintu sel ketika aku sudah menaikkan celanaku.


Mereka ada tiga orang berpakaian besi warna emas. Pedang panjang berada dipinggang kiri mereka bertiga. Sementara 2 orang memegang tombak dan perisai. Orang yang berada ditengah kini memegang tali yang sama seperti tali yang 2 hari lalu mengikatku.


" Ada apa? "


" Raja memanggil Anda. Bergegaslah! kita harus menemui beliau secepatnya! "


" Apakah memang harus untuk mengikatku? Aku tidak akan berbuat yang aneh-aneh. Tidak perlu mengikatku. "


" Kami hanya menjalankan perintah! Kami diperintahkan untuk membawa Anda terikat. "


" Baiklah."

__ADS_1


Dengan satu orang yang memegang tali yang terhubung denganku beserta 2 orang yang tombak dan perisai aku digiring untuk menemui Sang Raja.


__ADS_2