Tentara Malaikat: Sisi Gelap

Tentara Malaikat: Sisi Gelap
Berkemah Sebelum Sampai di Kerajaan Elves


__ADS_3

Namaku Glen. Seorang pria yang gugur di medan perang dan bangun di dunia yang sama sekali berbeda.


Walaupun kini aku berada di dunia yang berbeda, masih ada sesuatu yang ku yakini dan itu adalah mengenai konsep pengetahuan adalah kekuatan.


Sama halnya disetiap dunia, hal itu juga berlaku di dunia ini. Oleh karena itu, aku menempuh perjalanan yang jauh menyibak hutan berbahaya ini demi mendapatkan sebuah buku yang konon berisi informasi sihir maupun pengetahuan dunia ini demi memperkuat diriku.


" Sepertinya kita bisa beristirahat disini. "


Seorang gadis cantik menyibakkan rambut ke belakang telinganya memperlihatkan telinga yang agak runcing, berbicara mengisyaratkan kami untuk berhenti serta mendirikan kemah disini karena hari sudah mulai gelap.


Dia adalah Siena Dustines vor Lalatina. Seorang putri bangsawan Elves yang kutolong dan selamatkan dari serangan Orc. Dan entah bagaimana sekarang menjadi kekasihku.


Sebenarnya ini agak terlihat aneh. Tapi berhubung ia memiliki wajah yang cantik seperti itu, maka tidak ada pilihan lain bukan.


" Putri, biar saya bantu anda menurunkan barang bawaan! "


Seorang wanita dari ras Elves lain terlihat sangat sibuk. Memiliki rambut panjang berwarna pirang terjuntai ke bawah selaras kulit nya yang berwarna putih, dia memiliki wajah yang terlihat lebih tua daripada Siena, namun masih dapat dikatakan juga cantik.


Dia merupakan teman Siena yang membantu menurunkan barang bawaan dan namanya adalah Ferita. Sebenarnya untuk mengatakan bahwa mereka berteman itu agak susah.


Sepertinya hubungan mereka itu lebih terlihat seperti pembantu dan majikannya. Namun, Siena memang bersikeras mengatakan Ferita itu adalah temannya.


Jadi aku tidak ingin membantahnya.


" Kalau begitu saya akan mencari kayu bakar. "


Seorang Elves laki-laki bernama Tertris bergegas pergi mencari kayu kering untuk kayu bakar sebelum hari benar-benar menjadi gelap.


Sementara mereka sibuk dengan perisapan untuk kami berkemah, aku mulai menyiapkan bahan makanan untuk kita makan hari ini.


Ngomong-ngomong, aku telah diberi peralatan masak yang berguna oleh penduduk desa sehingga kami tidak perlu khawatir bagaimana cara memasak daging lagi dan varian makanan yang dimasak juga bisa berubah-ubah.

__ADS_1


Sembari menyiapkan makanan aku berpikir, perjalanan yang kami lalu untuk sampai dikerajaan Elves masih lah panjang. Bahkan, ini belum sampai pada tengah hutan.


Menurut ketiga Elves ini, mereka mengatakan jika mereka tidak mengetahui daerah diluar pertengahan hutan dan itulah batas dari pemetaan yang mereka lakukan.


Jadi selama mereka belum sampai pada tengah hutan dapat dikatakan mereka tidak tahu tentang pemetaan.


Untuk itu, mereka menyerahkan masalah navigasi kepadaku untuk sampai ditempat dimana mereka bisa tahu jalan untuk pulang.


Ini agak mudah untukku untuk mengarahkan tujuan kami ke arah Utara, dimana tengah-tengah hutan mungkin berada. Secara kebetulan, arah sungai juga mengarah ke utara agak ke barat laut. Jadi kami bisa terus berjalan menyusuri sungai ini juga.


 • • • • • •


" Ini agak mengangguku dan selama dua hari ini aku memikirkannya. Tapi, apakah kalian tahu sesuatu tentang '' Peningkatan kekuatan " dan " peningkatan kecepatan" ? "


Sembari memakan makanan di depan api, aku bertanya kepada mereka bertiga tentang apa yang dilakukan oleh pemimpin penjahat yang pernah ku lawan dahulu.


" Apakah yang anda maksud Potion peningkat kekuatan & Potion peningkat kecepatan? "


Mantra penyembuhku juga termasuk cara untuk menghasilkan potion penyembuh. Setidaknya itu yang dikatakan Fenrid dulu.


" Kurasa bukan. Sepertinya aku tidak melihat bahwa orang yang kulawan itu meminum sesuatu seperti itu. Aku hanya melihat orang itu mengatakan '' Peningkatan kekuatan" dan wosh, tubuh orang itu menjadi lebih kuat dari sebelumnya. Apakah itu sejenis sihir? "


" Mungkin itu sejenis mantra peningkatan fisik. Dalam hal itu, mungkin itu mirip dengan mantra peningkatan ketajaman milik kami. "


" Seperti apakah mantra itu? "


" Pada umumnya kami akan mengucapakan tiga bait mantra seperti mantra yang lain. Setelah mengucapkan mantra itu penglihatan kami menjadi lebih jauh dan lebih fokus saat membidik musuh. Kurang lebih seperti itu cara kerjanya."


" Tiga bait? Apakah mungkin jika hanya mengucapkan nama dari mantra itu sendiri? "


Aku pernah melihat itu di acara televisi. ...

__ADS_1


" Saya tidak tahu. Kami para Elves biasanya mengunakan 3 sampai 4 bait mantra untuk menghasilkan satu jenis mantra tertentu. Saya pikir, untuk hanya meneriakan nama dari mantra itu sepertinya mustahil. "


" Tidak. Itu tidak mustahil.. "


Pandangan kami semua beralih kepada Siena yang menyaut.


" Apa maksudmu? " Tanyaku kepadanya


" Maksudku adalah hal itu tidaklah mustahil. Aku pernah melihat ibu menggunakan cara itu sebelumnya. Apakah kalian tidak ingat? Ibu adalah seorang perapal sihir terhebat yang pernah dimiliki oleh kerajaan kita yang berhasil menaklukan kerajaan Dark Elf bersama Ayah? "


" Lantas, apakah kamu tau bagaimana cara melakukan itu? Maksutku mantra tanpa menggunakan bait itu? "


" Aku tidak tahu. Ibu tidak pernah membicarakannya. "


" Apakah mungkin rahasia itu ada dibuku yang dahulu kau bicarakan? "


" Mungkin saja, tapi aku tidak bisa memastikannya. "


Begitu ya. Tapi paling tidak aku sudah mengetahui jika hal tersebut memang benar. Maksutku, untuk mempersingkat pengucapan mantra sihir dan penggunaaan sihir tanpa perapalan yang lama itu masih mungkin.


Merapalkan mantra disaat pertarungan itu adalah hal paling merepotkan untukku.


Mantra sihir umumnya menbutuhkan kosentrasi dan pengucapan yang terlalu panjang. Itu sulit dilakukan saat kita sedang berada dipertarungan dan melawan musuh.


Jika ada cara untuk mempersingkat perapalan tentu aku akan tertarik.


Secepatnya aku ingin segera sampai di Kerajaan Elves. Namun, mengingat disana akan terjadi perang besar, hal itu agak mengangguku.


Setelah makan, kami berempat bersiap untuk tidur. Aku berjaga bergantian dengan Tertris.


Dengan cara ini, kami akan terhindar dari serangan binatang buas bahkan monster. Kami harus bangun pagi untuk melanjutkan perjalanan besok hari.

__ADS_1


Semoga saja aku sampai di sana sebelum perang benar-benar pecah.


__ADS_2