Terjerat Cinta Di Pesantren

Terjerat Cinta Di Pesantren
Chapter 49


__ADS_3

Tak ada kisah tentang cinta


Yang bisa terhindar dari air mata


Namun ku coba menerima


Hatiku membuka, siap untuk terluka


Cinta tak mungkin berhenti, secepat saat aku jatuh hati


Jatuhkan hatiku kepadamu, sehingga hidupku pun berarti


Cinta tak mudah berganti, tak mudah berganti jadi benci


Walau kini aku harus pergi, tuk sembuhkan hati


......................


#H-3 sidang


["Rayn, tidak bisa-kah kamu membuka hatimu untukku?"] ujar Zae, sedikit memelas.


["Maaf. Aku trauma. Mungkin sampai hatiku bisa sembuh kembali. Lagian, aku tak pantas bersanding denganmu"]" ucap Rayn merendah.


["Kenapa? Kamu berharga Rayn. Kamu wanita mulia. Apa karena kita berbeda keyakinan?"] tanya Zae lagi.


["Kamu pria baik. Kamu pantas mendapatkan yang lebih baik. Bukan wanita pelacur sepertiku. Bukan, sama sekali tidak menyinggung agamamu. Maaf, aku tidak bisa, Zae"] ujarnya menunduk, lebih tepatnya pasrah.


["Kenapa kamu menganggap dirimu tidak berharga hanya karena masalah itu. Bukankah kamu terpaksa melakukannya? Plis, jangan minder gara-gara itu. Aku tidak masalah, aku tidak keberatan. Bukankah semua orang pun memikul kesalahannya masing-masing? Baik dan buruk seseorang, bukan kamu yang menentukan, tapi Tuhan. Benarkan?"] tekan Zae.


["Cukup Zae! Lelaki mana pun pasti ingin wanita yang original. Sedangkan aku? Nggak! Pokoknya, kita kembali saja berteman. Jangan kayak gini. Ini hanya akan membuat suasana di antara kita menjadi canggung. Aku gak mau itu terjadi. Semoga kamu paham,"] ucap Rayn tegas sambil memejamkan matanya dan memalingkan tubuhnya ke arah lain, tepatnya di atas brankarnya.


Sejak saat itu, Zae menghindar dari Rayn. Ya, mungkin ini hanya nafsunya saja. Ia hanya terpesona pada wanita bernama Rayn itu, dari mata turun ke hati. Entahlah, kadang kala cinta itu membuat seseorang menjadi buta.


**


**


Dan sekarang adalah hari yang ditunggu-tunggu oleh semua orang. Bagaimana tidak? Penentuan Ayah Rayn divonis bersalah atau tidaknya adalah menurut keputusan Hakim di hari ini.


Tiara dan Rere pun rupanya sudah stand by sejak semalam di rumah sakit. Ya, Rayn pun akan ikut menghadiri sidang pengadilan. Walau ke sananya harus pakai kursi roda, yang penting dirinya menyaksikan sidang ini untuk yang terakhir kalinya.

__ADS_1


Entahlah, kini Zae, Yusuf maupun Stephan sedang merencanakan sesuatu. Ya, kini mereka hanya bisa pasrah, kemampuan mereka hanya sampai sana, soal hasil mungkin hanya Tuhanlah yang menentukan.


Sebelum persidangan dimulai, Tiara dan Rere malah berkeliling di kantor kejaksaan. Maklum, cita-cita Tiara memang jadi Jaksa. Kayaknya, dia sedang berkhayal karena suatu saat dia pun mungkin akan bekerja di kantor kejaksaan itu.


Sesekali Tiara senyum-senyum sendiri, karena akibat tingkahnya yang SKSD membuat para Jaksa di sana mempersilahkan Tiara masuk ke ruangan pribadi mereka.


Ia pun lebih banyak bertanya sambil berceloteh, menanyakan segala hal hingga menyampaikan impiannya pada para Jaksa. Sungguh, random sekali Tiara di hari itu.


Saat ia melihat jubah kebanggaan Jaksa, ia pun ternyata dipersilahkan oleh Jaksa perempuan yang ramah itu untuk memakai jubah tersebut. Ah, senangnya dalam hati. Tiara benar-benar bahagia, lebih tepatnya crazy sih, hehe.


Cekrak-cekrek. Rere pun sampai geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya. Bahkan Tiara langsung meng-upload dirinya yang sedang memakai jubah Jaksa ke media sosialnya. Sudahlah, Yusuf pun yang melihat postingan itu langsung coment, "Istriku, kebanggaanku."


Sontak, para netizen pun yang melihat komentar tersebut langsung banyak yang tercengang. Kini, status pernikahan Tiara diketahui publik. Maklum, walaupun dia bukan selegram tapi pengikutnya lebih dari 50 ribu. Begitupun Yusuf yang tak kalah populernya dari sang istri.


"Huh, udah ah. Asli, seneng banget Re. Thanks ya udah mau motoin aku" ujar Tiara yang sedang senyum-senyum sendiri sambil terus selfie.


"Hadeuh, gimana. Udah yakin mau jadi jaksa?" tanya Rere.


"Yakin dong. Aku pengen nangkap penjahat. Enak aja para penjahat banyak sekali yang berkeliaran di negeri ini. Bila perlu, aku pakai rantai aja untuk menjerat mereka. Sakit-sakit," balas Tiara dengan suara yang menggebu-gebu.


Rere pun ketawa lebar mendengar pernyataan Tiara, "Ti, udah deh. Khayalnya dikurangin dulu. Kamu ngomong gitu serasa ngehalu tau. Mana ada yang kayak gitu. Ini bukan drakor yang tiba-tiba aja para penjahat ketangkep oleh Jaksa. Di dunia nyata, di mana-mana penjahat itu licik dan cerdik. Pasti gak bakal semudah itu," ingatkan Rere.


"Iya lah, gimana kamu aja, yang penting seneng. Btw, Aku deg-degan banget tau, Ti. Gimana kalau Ayah Rayn dihukum seumur hidup? Gimana kalau gara-gara gak ada saksi satu pun membuat hukuman itu semakin berat?" bisik Rere sambil mengenggam kedua tangan Tiara.


"Yakin... Mas Yusuf, Zae dan Om Stephan pasti bakal ngusahain yang terbaik. Aku percaya, kebenaran itu akan terungkap. Kebenaran itu harus menang. Kejahatanlah yang harus lenyap dan musnah dari muka bumi ini" harapnya.


"Aamiin. Semoga ya! Yaudah, 10 menit lagi sidang dimulai. Masuk yuk ke forum panas" ajak Rere sambil berlari dan menarik lengan Tiara.


"Hey, ini jubah jaksa masih aku pakai" teriak Tiara.


"Eh," mereka pun saling tertawa, lebih tepatnya menertawakan kebodohan mereka.


"Balik lagi yuk ke Mbak Jaksa. Nanti sangkain nya aku nyolong" ucap Tiara sambil menarik lengan Rere di sampingnya.


"Yoi"


**


**


Seperti biasa persidangan pun nampak segera akan dimulai. Dilihat jaksa penuntut umum mulai tidak enak dipandang. Ya, lagi-lagi ia menyeringai dan meremehkan advokat alias Zae yang sedang cosplay jadi pengacara.

__ADS_1


Kini hakim pun mengawali persidanganya. Masih sama. Keadaan kian menegangkan. Mana bukti-bukti masih terbilang lemah. Gara-gara gak ada saksi, para pendukung ayah Rayn ketar-ketir tak menentu.


Jaksa pun memulai surat dakwaanya. Ya, masih sama seperti yang kemarin. Namun kali ini, jaksa penuntut umum itu melayangkan beberapa kejahatan lainnya. Sepertinya fitnah, kita dengarkan saja.


"Terdakwa bernama Indra Permana selain melakukan tindakan korupsi dan penggelapan dana. Ternyata diapun adalah seorang pemabuk dan pecandu narkotika. Berikut beberapa bukti dia tengah menyetir mobil, namun dalam keadaan mabuk."


Layar monitor pun memperlihatkan sosok Indra yang seperti keleyengan kayak orang mabuk pada umumnya. Ya, itu benar. Namun bukankah acara mabuk-mabukan itu diadakan oleh banyak orang juga bukan dirinya saja? Mungkin saja Indra dijebak?


"Baik. Apakah Jaksa ada dakwaan lainnya lagi?" tanya Hakim di singgasananya.


"Sudah cukup. Sekian." ujar si Jaksa jumawa dan melirik penuh kemenangan ke arah Zae.


"Cih, untung gue udah merediksi ini semua. Dasar jaksa gak bisa diandelin," gumam Zae mengumpat dalam hatinya.


"Baik. Apakah pihak terdakwa akan melakukan eksepsi (keberatan)?" tanya Hakim.


"Ya. Tentu saja" jawab Zae lantang.


"Silahkan" ujar Hakim mempersilahkan advokat membela terdakwa.


"Baik, saya terima dakwaan bapak Jaksa yang terhormat. Lagi-lagi saya menentang dakwaan tak berdasar pak Jaksa ini mengenai pak Indra yang mabuk serta dinyatakan mengidap narkoba. Ada yang tahu? Berikut saya tampilkan video di layar monitor"


Di layar monitor, terdapat sekumpulan para pejabat tinggi, termasuk di dalamnya pak Siregar dan bu Amora di dalamnya. Ya, di sana mereka sedang bercengkrama, bahkan seperti yang sudah diketahui, mereka merencanakan rencana jahat mereka untuk mengkambing hitamkan Indra.


Sontak, jaksa, hakim, para audience yang hadir di sana nampak geram juga emosi, termasuk Rayn dan Rere yang baru tau mengenai video tersebut.


"Sudah jelas bukan? Apa Anda semuanya mau menutup mata? Oh, belum semuanya saya tampilkan. Berikut transaksi dari Bank Swiss atas nama perusahaan Z dengan transaksi sebesar 20 trilliun" ungkap Zae lagi.


Ya, seketika jaksa pun jadi menciut. Wajahnya nampak pucat pasi. Kini, kekalahan terpampang lebar di depan mata. Entahlah, pasti setelah ini si jaksa sombong itu akan di skors bahkan dipecat dari kejaksaan.


"Maaf Advokat. Apakah Anda bisa mendatangkan saksi?" sahut Hakim yang nampak mulai percaya bahwa Indra tidak bersalah.


Deg! Seketika semuanya pun terdiam.


"Saya akan bersaksi!"


...----------------...


Ekhem, ada yang bisa nebak siapa?😁


Jangan lupa like, vote, dan comennya yaaa🙌🥰

__ADS_1


__ADS_2