Terjerat Cinta Di Pesantren

Terjerat Cinta Di Pesantren
Chapter 76


__ADS_3

(Masih Part Dakwah Yusuf)


Mr. Alex masih terpaku di tempatnya dan tak sadar dirinya pun ikut menitikkan air matanya karena rasa simpati yang Yusuf rasakan kini beralih pada hatinya. Tak dapat dipungkiri, penjelasan Yusuf untuk yang terakhir kalinya perlahan menyadarkan keyakinannya yang begitu menentang sosok Tuhan yang sempat ia hinakan itu.


Tuhan yang selama ini ia anggap tiada, dan tidak memberikan efek apapun pada hidupnya, kini ia semakin menyadarinya bahwa tak mungkin dunia beserta isinya ini tiba-tiba ada dengan sendirinya, kalau bukan Tuhan yang mengatur semuanya.


Satu-persatu pendapat Yusuf tentang Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu mulai menyentuh hatinya dan dia secara tidak langsung membenarkan pernyataan tersebut. Ingin mengelak, tapi dia tidak bisa membantah argumen itu lagi.


Ya, argumen Yusuf mengenai Tuhannya sangat kuat dan orang-orang yang ada di sana nan kebetulan mendengarnya pun nampak speechless termasuk Mr. Alex yang tak dapat berkutik lagi dan memilih diam tak menyahutnya kembali.


"Apakah kalian tau, kisah Nabiku, tatkala Nabi Ibrahim as ketika mencari Tuhannya. Hal itu bukan semata-mata beliau meragukan keagungan Allah SWT, melainkan beliau ingin membuktikan kebenarannya pada umatnya agar mereka mengerti dan percaya bahwa Allah SWT adalah Tuhan yang Maha Esa (satu) dan satu-satunya Tuhan yang wajib kita sembah."


Yusuf menghela nafasnya sejenak, lalu ia pun melanjutkan kembali perkataanya, "Hal itu termaktub dalam kitab suci al-Quran surah Al-An'am 75-79:


"Dan demikianlah Kami perlihatkan kepada Ibrahim tanda-tanda keagungan (Kami yang terdapat) di langit dan bumi dan (Kami memperlihatkannya) agar dia termasuk orang yang yakin."


"Ketika malam telah gelap, dia melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata, 'Inilah Tuhanku', tetapi tatkala bintang itu tenggelam dia berkata, 'Saya tidak suka kepada yang tenggelam'."


"Kemudian tatkala dia melihat bulan terbit dia berkata, 'Inilah Tuhanku'. Namun setelah bulan itu terbenam, dia berkata, 'Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang yang sesat'."


"Kemudian tatkala ia melihat matahari terbit, dia berkata, 'Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar'. Maka tatkala matahari itu terbenam, dia berkata, 'Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan'."


"Sesungguhnya aku menghadapkan diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan cenderung kepada agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan Tuhan."


"Dari penjelasan barusan yang secara langsung saya bacakan dari kitab suci Al-Quran. Kalian bisa memikirkannya kembali, masuk akal-kah arti dari lantunan kalam ilahi tersebut menurut kalian, ataukah kalian akan tetap pada pendirian kalian?!" ujar Yusuf yang kini sudah menyeka airmatanya dan dia sekarang dikerumuni orang-orang kantor di perusahaanya dan itu tak luput dari penglihatan sang mertua.

__ADS_1


"Masya Allah, Nak. Sungguh bangganya saya memiliki menantu sepertimu. Sungguh indahnya cara Allah menyatukanmu dengan puteriku. Saya baru mengerti, kenapa kalian berjodoh. Inilah jawabanya dan saya semakin yakin, bahwa kamu adalah jodoh dunia akhirat untuk puteriku, Nak Yusuf." gumam Raihan penuh rasa haru.


"Pak, menantu bapak, sangat luar biasa. Saya kasih jempol seribu deh saking kerennya." ujar Sandi-sekretaris papa Raihan.


"Hem, siapa dulu mertuanya. Hehe." sahut Raihan setengah tertawa.


"Saya yakin, kalau Yusuf ini bisa memberikan efek positif untuk bisnis pak Raihan ke depannya. Sungguh, hatinya begitu lembut, dan sikap kepempimpinannya pun bisa kita lihat dari caranya bersikap dan menghadapi masalah kecil seperti ini. Ya walaupun dia harus membeberkan dalil-dalil agama untuk perdebatan sengit itu. Tapi lihatlah, Mr. Alex sepertinya lama-kelamaan akan luluh oleh Yusuf." timpal Sandi lagi.


"Kita lihat, ending dari perdebatan menantuku dan juga Alex." ucap Raihan santai sambil memasukan kedua tangannya ke saku celananya.


Saat Yusuf menampilkan wajah senyumnya kembali, barulah Alex menimpali lagi pertanyaan pemuda itu. Namun kali ini, rupanya Alex masih di luar prediksi BMKG.


"Anda jangan kebanyakan nge-drama, Yusuf. Saya bisa melihatnya dari sini, bahwa Anda sedang mencari simpatik orang-orang sekitarmu agar kita semua di sini yang mendengarkannya bisa terpengaruhi oleh bualan bodohmu itu dan meyakini, bahwa Tuhanmu itu benarlah ada dan terpecaya."


"Argh! Sakit! Ada apa dengan kepalaku?! Kenapa rasanya seperti dicambuk rantai berkali-kali lipat?!" umpat Alex sambil memegang kepalanya yang terasa berat dan berputar-putar.


"Hentikan! Yusuf!" racau Alex kembali.


"Astaghfirullah. Padahal Yusuf hanya membacakan ayat-ayat suci Al-Quran, tapi kenapa Alex sampai kesakitan begitu." gumam Raihan nampak geleng-geleng tak percaya melihat pemandangan yang tak lazim tersebut.


"Itulah balasannya bagi mereka yang mata dan hatinya telah tertutup dari cahaya kebenaran. Allah tak segan-segan membuat orang itu kesakitan, apalagi jika ayat-ayat suciNya dibacakan kepadanya (kaum kafir), maka mereka akan membantahnya dan mengatakan bahwa ini adalah penderitaan sementara. Padahal sejatinya, Allah sedang murka dan ingin menunjukkan kekuasaanya pada kaum kafir tersebut." timpal Sandi.


"Wah. Pengetahuan agamamu luas juga, San. Saya takjub padamu." puji Raihan.


"Ah, pak Raihan. Saya kan sering dengerin pak Raihan juga kalau lagi dengerin youtube para ustadz kondang tanah air. Terakhir ada kajiannya Habib Umar Al-Hafidz pun kita turut hadir ke sana, kan itu menandakan bahwa petuahnya itu alhamdulillah meresap ke hati kita." timpal Sandi rendah hati.

__ADS_1


"Huh, sudahlah. Berdebat denganmu tidak akan ada habisnya. Hem, saya tidak sabar. Apa yang akan terjadi selanjutnya. Menantuku memang ahlinya dalam melumpuhkan lawan."


Saat Yusuf hendak membacakan kembali ayat-ayat suci al-Quran, dia menahan nafasnya sejenak, lalu melantunkan kembali ayat al-Quran beserta artinya yang masih ia bacakan dihadapan Mr. Alex.


"Kaumnya membantah. Dia (Ibrahim) berkata, 'Apakah kamu hendak membantah tentang Allah, padahal sesungguhnya Allah telah memberi petunjuk kepadaku'. Dan aku tidak takut kepada (malapetaka dari) sembahan-sembahan yang kamu persekutukan dengan Allah, kecuali di kala Tuhanku menghendaki sesuatu (dari malapetaka) itu. Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kamu tidak dapat mengambil pelajaran?"


"Bagaimana aku takut kepada sembahan-sembahan yang kamu persekutukan (dengan Allah), padahal kamu tidak takut mempersekutukan Allah dengan sembahan-sembahan yang Allah sendiri tidak menurunkan hujjah kepadamu untuk mempersekutukan-Nya. Maka manakah di antara dua golongan itu yang lebih berhak memperoleh keamanan (dari malapetaka), jika kamu mengetahui?"


"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk."


"Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan siapa yang Kami kehendaki beberapa derajat. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui."


{QS. Al-An-am : 80-83}


"Akh, Hentikan! Kamu membuatku tersiksa, Yusuf!" geram Alex kembali seraya menekan kepalanya dan terus memejamkan matanya saking sakitnya rasa itu menyiksa tubuhnya.


"Saya tidak berbuat apa-apa padamu. Kenapa kamu bertindak seperti cacing kepanasan begitu? Apakah sudah jelas bahwa Tuhanku ini sedang menunjukan kekuasaanya dengan menjadikanmu kesakitan begini. Masih belum yakin kah? Mau aku lanjutkan kembali?" tawari Yusuf sembari tersenyum manis ke arah Mr. Alex.


"Stop! Mulai sekarang, job ini akan saya serahkan pada John dan saya tidak akan berurusan lagi dengan Anda!" ucap Alex berlalu, diiringi tatapan tajam yang ia layangkan ke arah Yusuf.


"Astaghfirullah. Semoga Engkau memberikan hidayah padanya, Ya Rabb." harap Yusuf dalam hatinya.


"Jika perkataanku ini tidak bisa membuatnya hatinya luluh, biarlah Allah sendiri yang memegang kendalimu. Karena sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya yang Ia tugaskan untuk berdakwah semampu mungkin untuk menyampaikan risalah dan kebenaran agama Allah semata."


...----------------...

__ADS_1


__ADS_2