Terjerat Cinta Di Pesantren

Terjerat Cinta Di Pesantren
Chapter 75


__ADS_3

(Part Dakwah Yusuf di Amerika)


Di sebuah gedung yang terletak di Washington City. Pemuda berwajah kearaban itu tengah sibuk dengan proyek barunya untuk membuat sebuah pesantren yang telah ia rencanakan tiga hari yang lalu.


Ya, proyek yang ia jalin dengan salah satu perusahaan di bidang teknologi itu ternyata mendapat banyak dukungan dari para pebisnis di negeri sana.


Walau tak dapat dipungkiri, ada juga beberapa oknum yang secara terang-terangan membenci proyek tersebut, namun pemuda itu tak menghiraukannya dan malah mengajaknya untuk turut ikut dalam proyeknya, meskipun seringkali pemuda itu mendapat kecaman dari pihak yang tidak menyukainya.


 "Apakah Anda benar-benar akan nekad membangun proyek bodoh ini?!"


("Are you really going to dare build this stupid project?!") kecam salah satu oknum yang secara terang-terangan tak suka pada proyek Yusuf.


Yusuf yang mendengar ucapan itu tersenyum manis seraya membetulkan posisinya dan menghadap tuan Alex, seorang arsitek terkemuka di negeri Paman Sam. "Proyek ini bukan sesuatu yang buruk untuk tidak direalisasikan, Mr Alex. Mohon kerjasamanya, karena tanpa dukungan kalian, kami bukanlah apa-apa."


("This project is not something bad not to realize, Mr Alex. Please cooperate, because without your support, we are nothing.")


"Jika Anda sadar diri bahwa proyek kalian bukanlah apa-apa dan malah mencemarkan nama buruk agama Anda sendiri. Lantas kenapa Anda nekad membangun gedung konyol itu di sini?!"


("If you are self-aware that your project is nothing and instead discredits your own religion. Then why did you decide to build that ridiculous building here?!") geram Mr. Alex dengan nafas yang begitu menggebu-gebu dan mengarahkan telunjuknya ke arah muka Yusuf sambil melotot.

__ADS_1


Yusuf masih tenang menghadapi situasi ini dan sesekali menampilkan senyum indahnya pada Mr. Alex. Bagaimanapun Yusuf mengerti akan perasaan pria paruh bayar berumur 40 tahun itu.


Berhubung beliau adalah arsitek pilihan kolega bisnis Papanya di sana, sekaligus orang yang seringkali terjun dalam mengambil proyek terbesar di negara tersebut.


Maka mau tidak mau, Mr Alex harus mengerjakan tugasnya tersebut. Mana bayarannya cukup menggiurkan, tentu kesempatan ini tak datang dua kali baginya. Ya walaupun tak dapat dipungkiri, hatinya dongkol karena proyeknya kali ini bertentangan dengan keyakinan yang ada dalam dirinya


"Mr. Alex. Agama kami mengajarkan untuk saling bertoleransi (saling menghargai), kedamaian, dan berkasih sayang antar agama lainnya. Tak ada permusuhan apalagi perbedaan derajat (kedudukan). Semua sama di mata Tuhan kami, cuma yang membedakan manusia satu dengan manusia lainnya ialah ketakwaanya pada Allah SWT.


Jikapun gereja berdampingan dengan rumah ibadah kami, kami tidak akan mempermasalahkannya kok. Toh, kami juga tidak menganggu kalian. Maka kalian pun harus demikian juga. Itulah indahnya toleransi (saling menghargai), saling bahu-membahu dan saling menghargai perbedaan, baik dari segi budaya, sosial, keyakinan, maupun suku."


"Mr Alex. Our religion teaches tolerance (mutual respect), peace, and compassion among other religions. There is no animosity let alone a difference in degree (position). All are equal in the eyes of our Lord, only what distinguishes one human being from another is his piety to Allah SWT.


Even if the church is next to our house of worship, we won't have a problem with it. Anyway, we're not bothering you either. So you should do the same too. That is the beauty of tolerance (mutual respect), working together and respecting each other's differences, both in terms of culture, social, belief and ethnicity." jelas Yusuf.


Apakah Anda yakin agama Anda tidak pernah membawa bencana di sini?! Bagaimana dengan kasus terorisme yang beberapa kali geger di sini dan itu ulah umat kalian?! Oh, apakah Muhammad itu sebenarnya adalah Nabi pembawa onar sehingga Anda pun sama akan membuat keonaran itu di sini dengan membuat bangunan konyol itu? Cih! Saya tak sudi mengerjakan proyek ini!"


"I don't believe in God! I follow the teachings of Atheism. Who is God? Is it true that He exists? If so, why doesn't He immediately show his face in front of me? Isn't God a coward?! What's more, you believe He is there and is always with you wherever you are. Are you out of your mind worshiping a God who doesn't exist?! Gosh!


Are you sure your religion has never brought disaster here?! What about the terrorism cases that have erupted several times here and were caused by your people?! Oh, is Muhammad actually a troublesome Prophet so you are also going to cause trouble here by building that ridiculous building? ****! I don't want to do this project!"

__ADS_1


Mr. Alex segera meninggalkan ruangan Yusuf yang ada di perusahaanya, namun Yusuf segera memegang pergelangan Mr. Alex dengan lembut. "Mr!"


"Maaf, Mr. Alex. Saya tidak tahu. Anda punya masalah apa dan alasan apa sampai Anda bisa berkata sekasar itu pada agama, Tuhan, dan juga Nabi saya. Tapi yang saya ingin memberitahukan padamu, bahwa semua dugaan Anda, tidak ada yang benar satupun, Mr.


Anda bertanya, kenapa Tuhan saya tidak berwujud? Halusinasi semata? Sekarang izinkanlah saya yang bertanya pada Anda. Kenapa ada juga orang yang menyembah Tuhannya yang berwujud, katakanlah patung dan sesuatu itu ada lah nyata, terlihat oleh indra penglihatan kita.


Bukankah patung itu adalah benda hasil maha karya manusia itu sendiri. Lantas, kenapa manusia itu menyembah ciptaanya sendiri? Berarti Tuhan itu adalah segala sesuatu yang telah diciptakan seseorang. Nah, kalau semua Tuhan itu bisa diciptakan oleh tangan kita, bukankah sifat Tuhan itu lemah, dan tidak mungkin 'kan Tuhan menciptakan manusia?


Maaf, sekali lagi mohon maaf. Jika Anda berpikiran Tuhan kami pengecut, Anda salah besar. Di dalam agama saya, kelak kami semua akan bertemu dengan Tuhan kami disurga-Nya dan itu mutlak (pasti) akan terjadi, karena itu adalah salah satu janji Allah pada hamba-Nya.


Kenapa tidak sekarang aja biar yakin, bahwa kami benar-benar menyembah Tuhan itu? Subhanallah. Bukankah sudah terlihat dengan jelas (nyata), bahwa bumi dan langit ini adalah ciptaan Allah SWT. Siapa lagi kalau bukan Allah yang menciptakan lautan, daratan, pegunungan, lembah, sungai, dan termasuk kita yakni seorang manusia, jika bukan Allah Yang Maha Besar dan Kuasa Atas Segala Ciptaanya?


Adapun untuk kasus terorisme yang merambak luas dan menyudutkan agama kami. Sungguh, kami bukanlah kaum yang mengedepankan pertikaian, permusuhan, dan kerusakan di manapun kami berada. Jika benar kasus terorisme itu ada, akan saya pastikan, bahwa mereka bukanlah orang islam, melainkan oknum yang membenci islam sehingga mereka bisa menghasut orang-orang di negara ini terkhususnya, untuk semakin membenci agama kami dan akhirnya, agama islam-lah yang menjadi korban fitnah terorisme itu."


ucap Yusuf (pakai bahasa Inggris ya, tapi tidak author terjemahkan, hehe) dengan nada yang bergetar diiringi tatapan sayu yang berkaca-kaca pada Mr. Alex.


Mr. Alex terdiam sesaat dan merenungi setiap kata yang terlontar dari bibir Yusuf yang saat ini malah semakin terisak karena peryataannya begitu memilukan hati seorang Yusuf.


Ya, wajar saja jika Yusuf begitu emosional dengan percakapannya barusan, karena bagaimanapun. Ini adalah pengalaman pertama kalinya berdakwah di negeri orang dan Yusuf berhadapan langsung dengan orang yang benar-benar menantang agama Islam.

__ADS_1


Bagi Yusuf, tidak masalah mereka tidak beragama Islam juga. Asalkan mereka tidak sampai melecehkan apalagi menghina Tuhanya dan juga Nabinya. Jelas, itu sangat menyakitkan bagi siapapun yang mendengarnya. Yusuf sangat sakit mendengar hinaan itu, saking sakitnya, kini dia menangis pilu dan tak peduli dengan tatapan orang-orang yang melihatnya aneh hanya karena perdebatan panasnya dengan arsitek terkenal itu.


...----------------...


__ADS_2