TERNYATA AKU ORANG KETIGA

TERNYATA AKU ORANG KETIGA
Tiga Belas


__ADS_3

Dan entah mengapa aku ingin merasakan kehangatanmu lebih ... kudekati wajah tampan suamiku kini, dan .....


Kami pun saling melayani lagi akhirnya ...


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


đź’”POV AUTHOR


Binar mentari perlahan muncul dari peraduan. Senyum mengembang gambaran syukur tersirat di wajah kedua insan, setelah noktah yang menutupi tersapu lembut, dan ego pun terkikis tak berbekas.


Seperti biasa Shofii memulai pagi dengan berjibaku di dapur, memasak adalah hal yang ia sukai. Terlebih kini, sang pujaan hati tampak telah terjaga dan beraktivitas di sekitarnya.


Lima belas menit sudah Syafiq terus berbalik beraturan, terus diputar kedepan kedua lengan tangannya ke atas, tak lupa kedua kakinya pun terus digerakkan keatas dan kebawah dengan posisi tubuh terlungkup, nyaman dan rilex otot-otot Syafiq kini. Suatu hobi yang bahkan ia pun lupa kapan terakhir ia melakukannya. Olah raga air yang dulu sering ia lakukan bersama Fura sebelum peristiwa tragis itu terjadi.


Gerakan Syafiq seketika terhenti saat dilihatnya Shofi berjalan mendekati kolam dengan 2 buah piring di tangannya. Syafiq menatap lekat wanita kedua yang beberapa waktu kemarin ia abaikan, namun sejak semalam telah ia persilahkan untuk memasuki hatinya.


Syafiq bertekad untuk belajar mencintai Shofii yang telah menjadi amanahnya pula selain Fura. Bahkan terasa lekat kini ucapan Fura yang memintanya melakukan apapun yang biasa mereka lakukan bersama terhadap Shofii.


Sesuai permintaan Fura, Aku harus adil, batin Syafiq.


Dilihatnya kini Shofii duduk di kursi dengan sebuah meja bundar yang ditutupi payung besar 1 meter dari tempat Syafiq berada. Mata Shofii terus memperhatikan Syafiq yang masih asik dengan aktifitasnya, hingga seketika Shofii melambaikan tangan dan berteriak.


"Mass, ayo naik! Kita sarapan dulu," seru Shofii dan tidak lama Syafiq telah berada di tepi kolam. Namun Syafiq bukannya naik, ia malah berujar ...


"Shoff, kemarilah sebentar!" pinta Syafiq.


"Iya Mas," Dan Shofii dengan sifat penurutnya segera mendekati sang pujaan hati.


"Turun dan temani aku berenang, Shoff!" ucap Syafiq dengan wajah penuh pengharapan disana.


"Hmm, tapi sebentar saja ya, Mass! Aku harus ke rumah sakit jam 10 nanti," ujar Shofii.


"Bukan kah ini tanggal merah, hem?"


"Tidak ada tanggal merah di Rumah Sakit, Mass," lontar Shofii seketika hendak berbalik ke dalam rumah.


"Heiii, mau kemana?" panggil Syafiq.


"Ganti pakaian dulu," lirih Shofii.


"Tidak perlu, kemarilah!" pinta Syafiq kembali.


Tanpa aba-aba seketika Syafiq menarik lengan Shofii hingga Shofi masuk ke dalam air akhirnya.


"Mass," lirih Shofii.


"Kenapa? Bukankah kamu akan ke rumah sakit? Akan memakan waktu untuk mengganti pakaian terlebih dahulu.


"Tapi Mass." Syafiq tidak menyadari rasa malu Shofi, dengan menggunakan pakaian berwarna putih maka pakaiannya terlihat transparan kini. Shofii pun seketika meletakkan jemarinya ke atas dadanya yang terekpos jelas di hadapan Syafiq.


"Haha ... kamu malu Shof? Bahkan aku telah melihat semuanya. Ayo ikuti aku berenang dan hentikan menutupinya!" Syafiq pun berenang meninggalkan Shofi dan Shofii mengikuti arah Syafiq akhirnya.


Di ujung kolam di sisi sebuah pancuran air terjun keduanya berhenti.

__ADS_1


"Ceritakan tentang masa kuliahmu Sof," ujar Syafiq ingin lebih mengenal Shofi.


"Apa ya? Sepertinya tidak ada yang spesial di masa kuliahku Mas, aku belajar seperti mahasiswa yang lain hanya----


"Hanya apa?" spontan Syafiq.


----Hanya karena besarnya biasa kuliahku, aku harus bekerja paruh waktu yang cukup menguras tenaga. Hingga seseorang mengajakku mendaftar di program beasiswa di kampusku."


"Raihan?"


"Iya."


"Dan hubungan kalian semakin dekat setelahnya?" ucap Syafiq kembali.


"Kamu seperti cenayang Mas, betul sekali tebakanmu," lontar Shofii seraya menatap Syafiq.


"Apa yang membuatmu menyukai Raihan saat itu?"


"Dia mahasiswa yang pintar, sering dipilih dalam program pertukaran pelajar. Dia juga sering menolongku di kampus. Hmm, bagaimana jika kita cari topik lain, Mas! Aku enggan berbicara tantang masa lalu," lirih Shofii.


"Kita bahas apa, yaa? Syafiq tampak berfikir.


"Bagaimana jika kamu menceritakan wanita yang pernah dekat denganmu, Mas?" ucap Shofii yang ingin tau kehidupan pribadi Syafiq pula.


"Aku bukan pria yang menganut istilah pacaran Sof, setidaknya itu yang di tanamkan kedua orang tuaku."


"Tidak pacaran bukan berarti tidak ada wanita yang kamu sukai kan? Ceritakanlah, Mass!" bujuk Shofii.


"Aku cemburu Mas, begitu detail kamu menggambarkannya. Kamu pasti selalu memperhatikannya? Aku juga yakin, kamu pasti begitu menyukainya?" tutur Shofii.


Syafiq hanya tersenyum menanggapi ujaran Shofii.


"Ayo lanjutkan ceritamu, Mas! Dimana wanita itu sekarang? Kalau kamu suka, kenapa kamu tidak menghalalkannya?" Dan Shofii terlihat sangat penasaran kini.


Aku sudah menghalalkannya Shof, wanita itu adalah ibu dari 2 anakku, Ia adalah Jurriy-ku, batin Syafiq.


"Mas, kenapa kamu malah melamun?"


"Oh, maaf." Syafiq perlahan naik ketangga dan duduk di sisi kolam dengan kaki bermain di air, Shofii pun mengikuti. Baru setelahnya Syafiq melanjutkan jawabannya, "Wanita itu kini sudah menikah dan memiliki 2 anak."


"Oh, sayang sekali. Ia pasti sangat cantik hingga ada yang mendahuluimu. Oh ya .... Ia anak magang, pasti ia lebih muda darimu? Mass, jika dulu kamu menyukai wanita yang lebih muda, kenapa seleramu berubah dan memilihku yang lebih tua darimu?" lirih Shofii.


Shofii memang selalu merasa rendah diri jika mengingat usianya yang lebih tua dari Syafiq. Ia merasa Syafiq begitu sempurna dan mungkin bisa memperoleh yang lebih darinya.


"Karena wajahmu menipuku Shof."


"Apa kamu menyesal Mas saat mengetahui usiaku ternyata sudah tua? Bahkan aku bukan seorang gadis." Shofii berkata lirih kembali.


"Husss, berhenti bicara menyesal. Aku tidak menyesal dan kamu belum terlihat tua," ucap Syafiq.


Jika aku tidak menikahimu tentu aku akan kehilangan Jurriy-ku, bagaimana aku menyesal. Bahkan aku pun kini mulai menyukaimu Shof, batin Syafiq.


"Kamu tidak bohong, Mas?"

__ADS_1


"Tidak."


"Terima kasih, Mass ...."


Shofii tampak mendekatkan wajahnya dan Shafiq spontan meletakkan jemarinya di tengkuk Shofi, mereka saling membalas kecupan setelahnya.


•


•


"Kita sarapan nasi goreng ati ampela hari ini ya, Mas?"


"Masakan apapun dari tanganmu akan selalu enak, Shof ...." ujar Syafiq.


"Kamu sudah mulai pintar menggombal, Mas," senyum Shofii.


"Bukan menggombal tapi memuji," senyum Syafiq seraya menatap Shofii.


"Mass, aku senang melihatmu tersenyum, seringlah tersenyum seperti itu padaku, Mas!" lirih Shofii menggenggam jemari Syafiq.


"Maaf jika kemarin aku jarang tersenyum padamu."


"Lupakan hari kemarin!"


"Bisa kita mulai sarapan kita?"


Tak lama keduanya memulai sarapan dengan keheningan sebab Syafiq memang tak suka ada yang bicara ketika sedang makan.


Beberapa saat aktivitas makan mereka selesai. Shofii membereskan piring ke dapur dan bersiap ke Rumah Sakit setelahnya.


Syafiq kini sedang menyalakan APV-nya di pelataran setelah membersihkan diri beberapa saat lalu. Shofii tampak keluar menggunakan setelan tunik dan rok satin hitam yang lebar di bagian bawah serta dipadu sepatu pantopel hitam untuk melindungi kakinya. Wajah Shofii pun terlihat cantik dengan sapuan makeup tipis di wajahnya. Kini ia tampak heran melihat Syafiq yang harusnya libur namun telah siap pula dengan mobilnya.


"Lho Mas, bukankah kamu libur?"


"Aku akan mengantarmu?"


Dan akan menghabiskan waktu dengan anak-anak dan Jurriy-ku setelahnya, tambah Syafiq dalam hati.


"Lalu bagaimana aku pulang?" tanya Shofii.


"Jika aku mengantar, aku pun akan menjemputmu tentunya," ujar Syafiq.


"Ahhh, terima kasih Mass ...." Shofii memeluk Syafiq kini.


"Sudah ... kamu akan terlambat jika kita terus berbincang."


Tak lama APV Syafiq tak terlihat lagi di kediaman Shofii ....


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


💔Happy reading❤❤


💔Mohon maaf author sedang fokus pada novel sebelah My Handsome Dad. Setelah di sana kelar baru melanjutkan kisah Shofii🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2