TERNYATA AKU ORANG KETIGA

TERNYATA AKU ORANG KETIGA
Empat Puluh Empat


__ADS_3

"Syafiq ... itu sungguh tidak baik! Tapi selama ini kau adil bukan?"


"Tidak juga!"


"Hahh ...!"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


"Aku lebih banyak bersama istri keduaku karena ia belum tau yang sebenarnya, di awal kehamilan ia mengalami morning sickness membuat ia lebih ingin diperhatikan dan aku menurutinya."


"Kasihan Fura! Padahal dulu kau yang mengejar-ngejar dia. Walau ia memintamu, tak seharusnya kau menuruti jika bukan karena hatimu sendiri. Jangan menganggap remeh sesuatu, apalagi mengenai berpoligami. Dan kau berbohong pula di awal hubungan kalian." Syafiq menunduk.


"Boleh kutanya sesuatu?"


"Silahkan!"


"Apa kau dan wanita keduamu masih berkomunikasi? Atau bagaimana kondisinya kini? Dari dirimu sendiri, apa rencana kehidupanmu ke depan?"


"Ia berada di rumahku dan Fura saat ini, Fura berusaha meyakinkannya namun ia belum mengambil keputusan. Aku pribadi tidak ingin ada perpisahan dan berharap Shofi dan Fura bisa berdampingan dengan baik! Mereka amanahku dan aku akan tetap menjaga amanah itu!"


"Boleh aku melontarkan pendapatku?"


"Tentu, aku malah menunggu percikan iman dari ustad sepertimu!" Fatir menggelengkan kepala baru menjawab tanya Syafiq.


"Yang pertama, bertaubatlah atas kebohonganmu! Memohon maaflah pada Robb-Mu. Setelahnya mintalah maaf yang tulus dari kedua istrimu. Fura yang kau kurangi haknya dan wanita kedua yang kau bohongi. Pernikahan tak seharusnya dilandasi kebohongan. Luruskan itu dulu! Setelahnya ikhlaskan apapun keputusan yang akan kau terima dari wanita keduamu, tapi anak itu ingat tetap tanggung jawabmu. Namun jika sebaliknya ia tergerak untuk bertahan, adillah! Wanita biasanya terlihat ikhlas tapi mereka tetap manusia lemah yang memiliki kecenderungan ingin menjadi satu-satunya Ratu dalam istananya. Karena berbagi itu memang tidak mudah." Fatir menunduk sesaat.


"Tapi Fura ikhlas, Fat!"


"Mungkin karena ia memiliki kekurangan. Bagus jika ia mampu seperti itu. Kau harus menjaga kepercayaannya dan tetap adil padanya!" Fatir melirik Aida yang tengah bercanda dengan Hana dan Omar.


"Dan taubat ...? Seperti apa taubat itu?"


"Taubat seperti dijelaskan oleh Imam Ghazali dalam kitabnya 'Ihya ulumuddin' adalah sebuah makna yang terdiri dari tiga unsur: ilmu, hal dan amal. Ilmu adalah unsur yang pertama, kemudian yang kedua hal, dan ketiga amal." Syafiq mendengarkan seksama.


"Yang pertama adalah ilmu. Dialah pangkal pertama seluruh kebaikan ini. Yang aku maksudkan dengan ilmu ini adalah keimanan dan keyakinan. Karena iman bermakna pembenaran bahwa dosa adalah racun yang menghancurkan. Sedangkan yakin adalah penegasan pembenaran ini, tidak meragukannya serta memenuhi hatinya. Maka cahaya iman dalam hati ini ketika bersinar akan membuahkan api penyesalan, sehingga hati merasakan kepedihan. Karena dengan cahaya iman itu ia dapat melihat bahwa saat ini, karena dosanya itu, ia terhalang dari yang dia cintai. Seperti orang yang diterangi cahaya matahari, ketika ia berada dalam kegelapan, maka cahaya itu menghilangkan penghalang penglihatannya sehingga ia dapat melihat yang dia cintai. Dan ketika ia menyadari ia hampir binasa, maka cahaya cinta dalam hatinya bergejolak, dan api ini membangkitkan kekuatannya untuk menyelamatkan dirinya serta mengejar yang dia cintai itu." Syafiq menunduk dalam.


"Ilmu dan penyesalan, serta tekad untuk meninggalkan perbuatan dosa saat ini dan masa akan datang, serta berusaha menutupi perbuatan masa lalu mempunyai tiga makna yang berkaitan dengan pencapaiannya itu. Secara keseluruhan dinamakan taubat."


"Aku berdosa!" Lirih Syafiq.

__ADS_1


"Bagus kau menyadarinya. Menyadari kesalahan adalah bagian ilmu. Setelahnya menyesallah dan berjanjilah untuk tidak mengulanginya di masa depan. Baik kebohongan kecil sekalipun. Kau memiliki 2 malaikat dan segera akan bertambah 1 lagi. Mereka adalah peniru ulung. Jangan sampai mereka melihat secuil pun cela kita dan menirunya. Karena semua tak lepas dari perhitungan di hari nanti!" Syafiq menarik napas dalam mendengar ujaran Fatir. Ia mengangguk setelahnya.


"Aku senang bertemu denganmu di tempat ini, hadirmu mencerahkanku!"


"Semua tak lepas dari perencanaan-Nya." Syafiq mengangguk.


"Boleh kutanya satu hal lagi?"


"Jika mampu kujawab!" Syafiq tersenyum.


"Katakan bagaimana berlaku adil dalam agama kita?"


وَلَنْ تَسْتَطِيعُوا أَنْ تَعْدِلُوا بَيْنَ النِّسَاءِ وَلَوْ حَرَصْتُمْ ۖ فَلَا تَمِيلُوا كُلَّ الْمَيْلِ فَتَذَرُوهَا كَالْمُعَلَّقَةِ ۚ وَإِنْ تُصْلِحُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ غَفُورًا رَحِيمًا


“Dan kamu sekali-kali tidak akan dapat berlaku adil di antara istri-istri(mu), walaupun kamu sangat ingin berbuat demikian, karena itu janganlah kamu terlalu cenderung (kepada yang kamu cintai), sehingga kamu biarkan yang lain terkatung-katung. Dan jika kamu mengadakan perbaikan dan memelihara diri (dari kecurangan), maka sesungguhnya Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”  


Selain ayat Alquran, terdapat juga hadits dari Abu Hurairah Radiallohu Anh. Nabi Muhammad Shalallohu'alaihi Wasallam bersabda:


مَنْ كانَتْ لهُ امْرَأَتَانِ فمالَ إلى إحداهُما جاء يومَ القيامةِ وشِقُّهُ مائِلٌ


“Barang siapa yang memiliki dua orang istri dan dia lebih condong kepada salah seorang di antara mereka maka dia akan datang pada Hari Kiamat dalam keadaan salah satu sisinya miring.” (HR Nasa’i dan Hakim). 


Di dalam al-Mausu’ah al-Fiqhiyyah al-Kuwaitiyyah juga dijelaskan maksud adil dalam sistem poligami antara lain menyamakan hak-hak para istri dalam masalah qasam (tempat tinggal), nafkah, dan kiswah (pakaian). Untuk nafkah terbagi 2 yaitu nafkah materi dan nafkah batin."


"Sudah kujabarkan dalam ayat sebelumnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang pada hamba yang berusaha melakukan perbaikan saat ia khilaf!"


"Barokah untuk semua ilmu yang kau miliki, Sahabatku," senyum Syafiq.


"Kau juga arsitek yang hebat!"


"Hanya ilmu dunia," ucap Syafiq.


"Ilmu dunia yang memberi kejayaan dan materi. Semua tidak salah, setiap muslim wajib kaya! Agar bisa membantu sesama!" Syafiq mengangguk.


"Oke, sekarang ceritakan tentang hidupmu! Berapa usia kandungan Aida? Aku turut senang ... setelah penantian panjang kau akan menjadi ayah. Buah cinta pertama akan menggetarkanmu!" Fatir tersenyum kecil hingga tiba-tiba 2 raga mendekat pada mereka.


"Abi ...." Bocah laki-laki kecil berusia 2 tahun berlari dan seketika memeluk raga Fatir. Syafiq tersentak.


"Maaf aku lama, Bii! Pup Ahmad cukup banyak, syukurnya mini market di sana mengizinkanku menggunakan toiletnya." Seorang wanita muda berparas ayu berhijab merah muda bercakap dengan Fatir.

__ADS_1


"Haii Sayangg, akhirnya Jundi Umma datang." Aida mendekat, dengan cekatan meraih tubuh Ahmad dan membawanya ke meja Hana dan Omar.


"I-ni ...?" Tanya Syafiq terbata.


"Kenalkan Raudha, adik Aida!"


"Adik? Apa kau ju-ga-----


Fatir seketika mengangguk. Syafiq terhenyak.


Tak berselang lama mereka menghentikan perbincangannya sebab Fatir memiliki agenda lain. Keduanya berpamitan.


"Berapa lama kau di Bandung?" lontar Syafiq.


"Lusa aku sudah kembali ke Surabaya!"


"Secepat itu?" Fatir mengangguk.


"Mampirlah ke rumah mumpung kau di sini. Fura pasti senang berjumpa Aida."


"Insyaa Alloh."


"Makna insyaa Alloh itu 99% iya. Terkecuali ada hal yang begitu mendesak! Kutunggu kau di rumah!" Fatir tersenyum.


"Rumah mana yang harus kudatangi, hem?"


"Rumahku masih yang lama. Belum pindah!"


"Rumahnya tidak pindah, tapi hati pemiliknya sedikit bergeser!" Keduanya sama-sama tersenyum hingga akhirnya 2 raga wanita dengan 3 bocah kecil mendekat. Mereka berpisah setelahnya.




"Mau kemana kita sekarang, putra tampan dan putri cantik Abi ...?" Syafiq merunduk menghadap 2 wajah menggemaskan di hadapannya.


"Ke alun-alun Abii, Hana mau martabak unyil di samping masjid!"


"Martabak? Oke siappp!"

__ADS_1


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


💔Happy reading😘


__ADS_2