TERNYATA AKU ORANG KETIGA

TERNYATA AKU ORANG KETIGA
Tujuh Puluh Enam


__ADS_3

Pagi itu satu setengah tahun lalu adalah awal ia kembali tau ada bentuk ekspresi wajah yang bernama senyum dan ada sebuah rasa yang bernama bahagia.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Pagi itu ia berangkat lebih pagi ke luar dari rumah hendak mempersiapkan meeting dengan beberapa insvestor. Entah mengapa jemarinya sedang ingin melewati jalan tembus itu guna mencari panorama pegunungan dan pepohonan yang menjadi pusat oksigen.


Tak diduga mobil yang dikendarainya mogok. Rusdi sang sopir dengan cekatan turun ke bawah melewati jalan setapak mencari air untuk kebutuhan kendaraannya.


Pria itu seketika naik ke atas dan terlihat panik. Ia terus berujar hal yang tak mampu tuannya pahami. Jemarinya terus menunjuk ke arah bawah yang membuat tuannya merasa harus memastikan yang terjadi.


Ia terhenyak, seorang wanita dengan wajah terluka tersangkut di pepohonan, ia dengan jiwa sosialnya dibantu Rusdi sang sopir berusaha menyelamatkan raga yang sedang berada pada posisi pesakitan tersebut.


Setelah 10 menit berusaha akhirnya raga itu berhasil ia raih. Di telan kasar salivanya saat ia menangkap banyak luka disekujur tubuh tak terkecuali di bagian wajah wanita yang terdapat luka bakar sehingga menyebabkan wajah itu sulit dikenali.


Hal lain yang tertangkap indranya pula adalah harum parfum yang dipakai sang wanita yang sangat tidak asing untuknya. Ya, harum tubuh itu yang sama persis dengan harum tubuh mendiang istrinya.


Dibawanya raga itu ke Rumah Sakit terdekat, dengan alasan wanita itu adalah kerabat yang kecelakaan akhirnya proses operasi demi operasi dapat dilakukan.

__ADS_1


Dokter memanggil pria itu, menerangkan kondisi pasien yang belum lama ditanganinya. Operasi di beberapa tulang rusuk dan di kaki sang wanita telah dilakukan, luka-luka di sekujur tubuh pun telah dilakukan tindakan. Namun ada satu bagian yang belum dilakukan tindakan maksimal. Wajah!


Luka bakar di wajah itu telah dilakukan tindakan. Namun sang dokter memberi pernyataan bahwa kondisi wajah itu tak akan kembali seperti semula. Selamanya wanita itu akan cacat.


Entah kekuatan apa yang merasuki sang pria hingga tiba-tiba ia menuturkan agar dokter segera melakukan tindakan operasi wajah jika luka-luka bakar itu telah mengering. Dan dikarenakan ia sendiri tak tau wajah semula wanita itu, ditunjukanlah foto mendiang istrinya yang menjadi gambar latar ponselnya.


Setelah mengalami koma 2 bulan, akhirnya netra wanita itu terbuka. Tindakan pemulihan setelahnya dilakukan, seperti mengenali orang sekitar, terapi anggota gerak seperti berjalan, menggerakkan tubuh, menggerakkan tangan, juga penyesuaian sang wanita dengan wajah barunya.


Hingga 4 bulan setelahnya ia berangsur pulih dan dapat beraktivitas normal layaknya orang lain.


Lepas dari berbagai pemulihan, awalnya sang wanita tidak banyak bicara. Ia hanya mengangguk dan menggeleng menanggapi tanya sang pria dan 2 orang pekerja di vila tersebut. Namun dengan ketulusan yang ditunjukkan sang pria yang seolah menganggapnya begitu istimewa. Hatinya terketuk, ia merasa di hargai dan memiliki nilai sebagai manusia, setelah berbagai pelik mewarnai kehidupannya sebelum peristiwa naas itu terjadi.


_______________


Setelah perjalanan panjang, pukul 13:10 akhirnya Terios itu masuk ke pelataran sebuah Vila bertingkat dengan sebuah kolam renang di bagian kanan, juga bunga-bunga yang tertata cantik di bagian kiri.


Kedua raga turun dan langsung memasuki kamar masing-masing. Karena belum menunaikan ibadah zuhur, sang wanita segera menjalankan ibadah dan merebahkan tubuh yang letih di atas ranjang setelahnya.

__ADS_1


________________


BRUG ...


Aaa ....


Mobil terhempas dan menabrak pohon-pohon besar, bagian depan mobil tampak dipenuhi asap, hingga seketika suara nyaring itu terdengar dari arah belakang mobil.


DUAR ...


Pintu di sisinya terbuka dan tubuh itu terpental. Terasa bebatuan turut menghujani tubuhnya. Pandangan itu samar, area wajahnya terasa begitu sakit terkena serpihan mobil yang begitu panas bercampur percikan api ... beberapa kali tubuhnya menabrak benda-benda tumpul dan tajam yang tak dapat ia ketahui dengan jelas namun rasa yang ditimbulkan sangat sakit dan perih di sekujur tubuhnya. Ia masih dapat melihat kobaran api dan kepulan asap yang begitu besar dari arah mobilnya.


Ia pun melihat raga wanita lain terpental bersebrang arah dari posisinya. Bibir itu terus memanggil nama sosok yang mengisi hatinya.


"Mas ... mas Syafiiqq ... tolong ...!" Seruan bak angin lalu hingga sekelebat di sekitarnya menjadi putih ... tampak sosok pria mengendong seorang bayi menjauh bersama seorang wanita dan kedua anak lain bersamanya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


❤Happy reading😘


__ADS_2